Tampilkan postingan dengan label Keajaiban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keajaiban. Tampilkan semua postingan

Dahsyatnya Khasiat Wudhu


Wudhu adalah ritual yang mengutamakan unsur kesehatan. Bagian-bagian yang dibasuh merupakan titik-titik penting peremajaan tubuh. Di lain pihak juga merupakan pintu masuk bagi ribuan kuman, virus, dan bakteri. Bagaimana wudhu menangkalnya?

Stimulasi Titik Biologis
Dalam sebuah artikel yang ditulis Dr. Magomedov, asisten pada lembaga General Hygiene and Ecology di Daghestan State Medical Academy, dijelaskan tentang bagaimana wudhu dapat menstimulasi/ merangsang irama tubuh alami. Rangsangan ini muncul pada seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut “Biological Active Spots (BASes)” atau titik-titik aktif biologis. Menurut riset ini, BASes mirip dengan titik-titik refleksologi Cina.
Bedanya, terang Dr. Magomedov, untuk menguasai titik-titik refleksi Cina dengan tuntas paling tidak dibutuhkan waktu 15-20 tahun. Bandingkan dengan praktek wudhu yang sangat sederhana. Keutamaan lainnya, refleksologi hanya berfungsi menyembuhkan, sedangkan wudhu sangat efektif mencegah masuknya bibit penyakit.
Menurut peneliti yang juga menguasai ilmu refleksologi Cina ini, 61 dari 65 titik refleks Cina adalah bagian tubuh yang dibasuh air wudhu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut, dimana bagian ini juga merupakan area wudhu yang tidak diwajibkan.
Sistem metabolisme tubuh manusia terhubung dengan jutaan saraf yang ujungnya tersebar di sepanjang kulit. Guyuran air wudhu dalam konsep pengobatan modern adalah “hidromassage” alias pijat dengan memanfaatkan air sebagai media penyembuhan.
Membasuh area wajah misalnya, pijatan air akan memberi efek positif pada usus, ginjal, dan sistem saraf maupun reproduksi. Membasuh kaki kiri berefek positif pada kelenjar pituitari. Di telinga terdapat ratusan titik biologis yang akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi sakit.

Hancurkan Penyusup
Dari sudut pandang pengobatan medis, Mokhtar Salem dalam bukunya “Prayers : a Sport for the Body and Soul”, menjelaskan bahwa wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Cara paling efektif mengenyahkan resiko ini adalah dengan membersihkannya secara rutin. Berwudhu lima kali sehari adalah antisipasi yang lebih dari cukup.
Menurut Salem, membasuh wajah dapat meremajakan sel-sel kulit muka dan membantu mencegah munculnya keriput. Selain kulit, wudhu juga meremajakan selaput lendir yang menjadi gugus depan pertahanan tubuh. Peremajaan menjadi penting karena salah satu tugas utama lendir ibarat membawa contoh benda asing yang masuk kepada 2 senjata pamungkas yang sudah dimilki oleh manusia secara alami, limfosit T (sel T) dan limfosit B (sel B). Keduanya bersiaga di jaringan limfoid dan sistem getah bening serta mampu menghancurkan penyusup yang berniat buruk terhadap tubuh. Bayangkan jika fungsi mereka terganggu. Sebaliknya, wudhu meningkatkan daya kerja mereka.
Pintu masuk lain yang tak kalah penting adalah lubang hidung. Dalam wudhu disunnahkan menghirup air ke dalam hidung dan kemudian mengeluarkannya. Cara ini adalah penangkal efektif terhadap ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), TBC, dan kanker nasofaring secara dini.

Kita sebagai seorang muslim sangat dianjurkan untuk selalu mengambil air wudhu ketika sedang berhadats. Tidak hanya pada waktu sholat, tetapi juga di waktu yang lain. Salah satunya ketika hendak membaca Al-Qur’an, setelah mengantarkan jenazah, bangun dari tidur ataupun ketika sedang mengantuk. Selain fungsi fisiologis, wudhu juga efektif mengendalikan emosi. Setiap kali merasa ingin marah, seorang muslim sangat dianjurkan untuk mengambil air wudhu untuk mendinginkan pikiran dan menentramkan hati. Apa pun yang yang telah diperintahkan oleh Allah, tentu memberi banyak manfaat dan solusi tanpa meninggalkan resiko. Oleh karenanya, mari sebagai seorang muslim kita budayakan kebiasaan untuk selalu berwudhu dalam keseharian kita. Allah SWT sangat mencintai orang-orang yang selalu membersihkan diri.

Oleh: Ahmad Wali Radhi

Demikian mudah-mudahan bermanfaat, Amiin.
Subhaana-Ka Allaahumma wabihamdi-Ka asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta astaghfiru-Ka waatuubu ilai-Ka.

Jonathan Arnold : Dari ‘Belenggu Salib’ Menuju ‘Keteduhan Islam’

Kisah berikut ini adalah kisah seorang mualaf dari kota Malang mantan Pendeta Militan pelaku Pemurtadan yang banyak mengandung pelajaran berharga dan bahan renungan bagi kita bersama, berikut penuturannya.

Saya dilahirkan 14 Juli 1943 di kota Malang Jawa Timur, hari Minggu pukul 09.00 WIB saat lagu kidung suci dikumandangkan di Gereja. Ayah saya seorang militer AD yang ditokohkan dan disegani oleh warga Kristiani (Protestan). Hidup dalam kedisiplinan yang tinggi adalah ciri keluarga kami. Sebagai seorang anggota militer, ayah saya telah menerapkan kedisiplinan yang tinggi dalam kehidupan kami dan sebagai seorang Kristiani yang ditokohkan, maka ayah saya termasuk yang sangat tidak bersahabat dengan umat Islam. Saya masih ingat betapa hebatnya orang tua menanamkan kebencian-kebencian dalam hati saya terhadap Islam. Menurut penuturan ibu, hal itu bermula dari tingkah laku oknum-oknum orang Islam yang banyak membikin sakit hati ayah. Itulah sebabnya saya dilarang bergaul dengan mereka dan selalu diawasi dengan ketat.
Pada usia tiga bulan saya di babtis di gereja GPI Malang dengan nama Jonathan Arnold. Tiga tahun kemudian saya mulai sekolah di sekolah Minggu ( Zondaag School ) di gereja, sampai kemudian melanjutkan ke SMP dan SLTA Kristen.

1. Menjadi Pengkabar Injil
Kelebihan-kelebihan saya dalam sastra, kelancaran lidah saya dalam menyampaikan nas-nas suci BIBLE, ditunjang dengan keberanian dan penampilan saya yang meyakinkan, maka beberapa sesepuh Gereja menyatakan bahwa saya cocok sekali untuk menjadi pengkabar Injil. Inilah alasan ayah saya mengirim saya ke sekolah Theologia di kota Batu Malang. Nilai akhir yang gemilang dan suksesnya theater yang saya tangani, para pendeta dan tokoh gereja mendesak orang tua saya agar mau mengirimkan saya ke Universitas Leiden-Belanda. Perjalanan ke negeri Kincir Angin saya lewati dengan mulus, saya memilih jurusan Pekabaran Injil dan Filosofia, prinsip mata kuliahnya tidak jauh berbeda dengan yang saya terima di STI Batu Malang.
Setelah lulus dari Belanda, saya diangkat menjadi pendeta di kabupaten Lumajang pada akhir tahun 1967, saya langsung membentuk misi pekabaran yang sering dikenal dengan istilah kristenisasi, apa yang saya lakukan ini bukanlah hal yang baru. Hal ini telah dilakukan sejak zaman Belanda.

2. Perjalanan hidupku sebagai penginjil
Saya susun personil-personil yang cukup terlatih, terampil dan mau bekerja untuk Tuhan, ramah tamah, murah senyum dan tak kalah pentingnya bekal yang harus dimiliki anggota misi adalah sabar dan tahan pukul. Karena tugas mereka memang sangat berat. Mereka harus berani menyampaikan berita dari Allah dengan ‘door to door system’, Semua harus dilaksanakan dengan iklash, bersih hati dan senang. Karena Tuhan Yesus ( padahal Yudas-lah yang memanggul salib) telah rela memanggul salib sengsaranya yang cukup jauh. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk berberat hati.

3. Mencari kelemahan orang Islam
Sebelum operasi benar-benar mulai, saya tebarkan anggota misi untuk meneliti dari dekat kehidupan orang-orang muslim. Ternyata ada 3 kelemahan :
Pertama, Banyak orang Islam yang ikut-ikutan, Islamnya hanya Islam KTP dan tidak paham tentang Islam.
Kedua, seringkali terjadi perpecahan antar umat Islam.
Ketiga, banyak umat Islam yang serakah, tamak, bakhil tidak mau menolong fakir miskin dan yatim piatu. Dengan tiga faktor ini saya mulai misi, darah militer orang tua rupanya mengalir dalam tubuh saya, seperti seorang jendral mengatur pasukan tempur, saya sebar anggota saya ke daerah-daerah terpencil, berpendidikan rendah dan berekonomi rendah.

4. Strategi memurtadkan orang Islam
Saya menyebut misi ini dengan sebutan ‘Operasi Simpati’, yaitu agar memperoleh simpati orang-orang Islam dengan jalan menolong fakir miskin. Dana yang kami peroleh cukup besar, karena di samping bersumber dari jemaat sendiri juga dari luar negeri seperti : Belanda, Amerika dan Australia. Saya juga berpesan kepada anggota misi agar segala sesuatunya tidak berkesan menarik orang masuk Kristen. Yang kesulitan biaya untuk sekolah diberi bea siswa, yang sakit diberi obat-obatan, yang susah dihibur, yang lapar diberi makan, yang lemah ekonomi diberi modal, bahkan yang keluarganya matipun ditolong dalam biaya dan pelaksanaan pemakaman, maka operasi simpati ini tampak dari luar sebagai operasi kemanusiaan, sehingga orang Islam banyak yang tertarik masuk Kristen tanpa dipaksa.
Hasilnya sangat mengagumkan, dalam waktu singkat dapat memurtadkan hampir 1000 orang. Namun saya belum puas dengan hasil ini, saya meragukan kemurtadan mereka, apakah karena ekonomi atau benar-benar ikhlas masuk Kristen. Maka saya bikin formula baru yaitu saya kembangkan pergaulan bebas muda-mudi ala barat, saya kenalkan valentine day, pakaian dan kesenian barat, kebudayaan hingga olahraga dan kegiatan-kegiatan lainnya yang mencuri waktu sholat hingga banyak anak-anak tidak sholat dan mengaji, padahal, hal tersebut sebelumnya telah menjadi budaya umat Islam.

5. Usaha saya melemahkan pondok pesantren
Penyusunan sistem, metode, personil untuk pelayanan pekerjaan Tuhan juga telah saya persiapkan sangat matang, bahkan gerejapun sudah saya dirikan lengkap dengan sekedul kegiatannya. Dalam perjalanan pengkabaran Injil ke daerah Jember saya rencanakan hendak melemahkan pondok-pondok pesantren, terutama pondok pesantren Kyai Haji Ahmad Shiddiq. Di sinilah saya bertemu dengan gadis berkerudung putih, pertemuan yang kemudian membuahkan pernikahan antara pendeta dan gadis muslimah. Saya dapat menikahinya karena berpura-pura telah masuk Islam dengan surat palsu yang saya bikin di penghulu Jatiroto.
Rumah tangga berjalan aman hanya beberapa hari saja. Sebab masing-masing punya akidah yang tidak bisa dipertemukan, kebencian saya terhadap Islam makin lama semakin tidak bisa ditutup-tutupi, terjadilah pertengkaran demi pertengkaran dan setiap kali saya marah, istri saya tidak pernah melawan, yang dilakukannya yaitu langsung shalat dan baca Al-Qur’an. Dari sinilah timbul keinginan saya yang makin lama makin keras untuk mengetahui kandungan Al-Qur’an, maka saya pinjam AL-Qur’an yang ada terjemahannya terbitan dari DEPAG.

6. Hatiku mulai mendapat petunjuk
Terus terang saya belum pernah membaca Al-Qur’an, kalau membuang hampir tiap hari, pada suatu malam terjadilah sesuatu yang aneh, saat semua orang tidur nyenyak, sepi dan hening. Al-Qur’an saya buka dan seluruh tubuh saya seolah gemetar semua, ketika saya buka persis pada halaman yang ditandai benang pembatas yaitu surat Ar-Rahman, saya terpana dengan keindahan bahasa Al-Qur’an yang di ulang-ulang walau kalimatnya sederhana ‘Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan”.
Lembar demi lembar saya buka, dan sampailah pada ‘surat Maryam’, Maryam ibunya Yesus dikisahkan dalam Al-Qur’an lebih terhormat, suci, luhur dan mulia dari pada kisah Maryam dalam Alkitab.
Begitu juga dengan sifat Tuhan dalam Al-Qur’an, Tuhan itu Esa adanya, ini berarti tidak boleh ada alternatif lain selain Allah SWT. Berbeda dengan Alkitab yang menyatakan Tuhan itu tiga yang amat tidak logis, apalagi doktrin Tuhan trinitas tersebut baru ada 325 tahun setelah Yesus diangkat kelangit. Al-Qur’an mengisahkan Allah itu kekal, yang membedakan antara makhluk dengan Tuhan, tetapi dalam Alkitab dikisahkan Tuhan telah mati di salib dan Tuhan dikisahkan kalah berkelahi dengan Ya’kub. Masih banyak hal-hal logis yang tidak saya jumpai dalam Alkitab yang membuat imanku mulai goyah.
Hari masih pagi ketika itu, langit tampak cerah dan matahari begitu hangatnya, semalaman saya tidak dapat tidur dengan pikiran yang kalut. Kemarin saya bertengkar dengan istriku, seperti biasa karena keyakinan yang berbeda. Pagi itu istriku minta dipulangkan ke rumah orang tuanya, karena tidak kuat menahan perasaan karena suami selalu memojokkan bahkan menghina keyakinan.
“Maaf Mas, saya mau nikah sama Mas karena kehendak orang tua. Di Islam hukumnya anak harus nurut sama orang tua. Saya sudah taat, tetapi rupanya saya mau diKristenkan, maaf Mas, bagi saya lebih baik kehilangan Mas dari pada harus kehilangan Iman-Islam. Besok setelah sholat subuh antarkan saya kembali ke orang tua.”
Besok harinya, tiba-tiba istri saya sudah siap untuk minta dipulangkan ke orang tuanya. “Kamu harus tetap tinggal di rumah ini bersama saya”, kata-kataku memulai dan dia menatapku dengan tajam. “Sampai perasaanku hancur, sampai imanku hancur...?”, tanyanya. “Tidak...!!!, aku tidak akan berbuat sekasar itu lagi terhadapmu, aku berjanji didepan Tuhan, kau bebas dengan agamamu, bahkan kau bebas membaca kitab sucimu. Tadi malam kitab itu telah aku baca, isinya luar biasa dan benar mutlak. Tapi maaf, aku masih belum yakin, bahwa Islam agama yang benar, aku akan menyelidiki” jawabku menjelaskan pada istriku. “Kalau Islam yang benar Mas ?” tanya istriku. “Kalau Islam yang benar maka aku akan masuk Islam, tetapi kalau ternyata Islam yang salah atau keliru, maka kamu harus masuk gereja” jawab saya menantang.

7. Iman saya mulai goyah dan tertarik dengan agama Islam
Saya mulai membeli buku-buku Islam, minta bantuan ke kedutaan-kedutaan Islam, bagian penerangan Kerajaan Islam Saudi Arabia. Saya datang ke pondok-pondok pesantren mulai dari Banyuwangi sampai ke Kediri. Tidak ada waktu yang berlalu kecuali saya isi dengan belajar perbandingan agama, saya bertekad mencari kebenaran. Saya tidak ingin membohongi hati nurani.
Banyak sekali kebenaran hakiki yang saya jumpai dalam Al-Qur’an, semakin lama semakin nampak kejanggalan-kejanggalan dalam Alkitab. Dalam Alkitab banyak sekali pertentangan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya, banyak juga berkisah tentang pornografi dan mensifati Tuhan dengan sifat yang mustahil, belum lagi Alkitab tidak ditulis dalam bahasa Yesus. Kejanggalan-kejanggalan ini membuat saya semakin bernafsu mencari sampai dimana kekeliruan-kekeliruan Alkitab.

8. Aku resmi keluar dari Gereja Protestan
Pada suatu malam saya bermimpi melihat menara gereja saya yang dikerubuti burung-burung. Langit mendadak terbuka, Para malaikat dan bidadari turun, dan seorang bidadari cantik menyanyikan lagu yang amat merdu, sampai saya terjaga dari tidur, dan masih kedengaran suara bidadari itu. Setelah saya amati, ternyata suara itu adalah suara istri saya yang sedang membaca Al Qur’an. Sejenak kemudian istri saya membangunkan saya “Mas… katanya ingin ketemu Tuhan, mari silakan”. Malam itu saya bangun, di luar hujan deras diselingi petir menyambar-nyambar. Saya bangun dan cuci muka lalu duduk di atas sajadah yang biasa digunakan istri saya sholat. Saya memang sering bangun tengah malam. Kalau istri saya sholat, saya cuma berdo,a saja. Sementara hujan belum reda saya khusu’ berdo.a sampai tidak terasa air mata saya berlinang, saya memohon kepada Tuhan, “Ya Tuhan tolonglah saya, berilah petunjuk kepada saya, kalau memang benar Yesus itu Tuhan, tetapkan hati saya, akan tetapi kalau bukan tolong beri saya petunjuk kepada siapa saya harus menyembah”. Tiba-tiba badan saya menggigil, keringat dingin mengucur amat derasnya, kembali terngiang suara kiai-kiai, ulama-ulama, yang pernah berdialog dengan saya bahkan suara dari buku-buku Islam yang saya pelajari, seolah semua berkata “Islam adalah agama yang benar”.
Lalu secepatnya saya menulis surat kepada Dewan Gereja Jatirto Lumajang dengan tembusan ke Jakarta, saya menyatakan keluar dari gereja protestan, dan ketika membaca surat saya, istri saya terkejut dan berkata, “Terlalu cepat pernyataan ini, sudahkah Mas pikirkan benar?”. Saya jawab, “Bagiku bahkan terlalu lamban, sekian lamanya aku terombang ambing antara kebenaran dan ketidak benaran, aku sudah tak sanggup lagi membohongi diri sendiri”. “Sudah mantap benar Mas?”, tanya istri saya, “Yah, aku mantap bahwa Islam adalah agama yang benar!”. Jawab saya, “Kalau begitu mari saya bimbing membaca syahadat”. Lalu istri saya berwudhu dan sholat dua rakaat. Sementara itu saya melihat lonceng di dinding menunjuk pukul 02.10 WIB dini hari. Usai ia sholat, tangan saya dijabat, katanya, “Mari saya bimbing masuk Islam, disaksikan oleh Allah, seluruh malaikat, Nabi dan Rasul, termasuk junjungan kita Nabi Muhammad saw, coba tirukan : Asyhadu anllaa Ilaaha illallaah, Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”. Istri saya tak kuat menahan air matanya jatuh bercucuran. Dan sejak itu tersiarlah berita dari mulut ke mulut, “Jonathan masuk Islam...”. Majalah dan surat-kabar juga turut meramaikan. Ayahpun akhirnya mengetahui kalau saya masuk Islam dan memanggil saya pulang, ayah menyodorkan majalah ke hadapan saya dan saya menganggukkan berita tentang saya. Ayah marah sekali dan wajahnya nampak merah padam. Ayah saya marah sekali, “Terlalu gila kamu...Biaya ayah habis banyak karena kamu. Ini berarti kamu telah mengkhianati cita-cita orang tua. Sekarang aku perintahkan kamu pulang kembali ke Malang dan kembali ke Gereja !!!”. Saya hanya dapat menundukkan kepala dan tidak berani menatap wajah ayah yang merah padam itu. Saya jawab, “Tidak ayah, saya sudah menyatakan masuk Islam dan saya sudah berjanji mati bersama Islam”. Ayah saya semakin berang dan tiba-tiba menggedor meja, “Terlalu gila...jadi kau sudah benar-benar hendak meninggalkan gereja?”. Saya hanya bisa menganggukkan kepala, langsung ayah saya menyahut tidak senang, “Baiklah kalau kamu sudah tidak bisa diatur lagi, kamu tidak usah mengaku orang tua di sini, keluar!!! Dan jangan menginjakkan kakimu lagi di rumah ini”.

9. Saya diusir dan kerja di pabrik gula
Sejak itu saya diusir dan sayapun meninggalkan rumah . Di Jatiroto, saya ajak istri saya untuk segera meninggalkan rumah dinas Gereja. Tidak ada yang saya bawa dari rumah itu, sebab saya memang merasa semua kekayaan di rumah itu milik gereja. Selanjutnya, saya ditolong oleh orang-orang Islam, ditempatkan di rumah dinas PG Jatiroto yang kebetulan tidak ada yang menempati.
Alhamdulillah, berkat perjuangan tokoh-tokoh Islam akhirnya saya masuk dan menjadi karyawan PG Jatiroto. Saya mulai belajar sholat dan membaca Al-Qur’an, dibawah tuntunan istri saya sendiri.
Satu ketika, disaat lagi asyik-asyiknya belajar sholat, datanglah adik saya yang anggota marinir dua jip lengkap dengan anggota-anggotanya. Agaknya keluarga saya di Malang tetap akan memaksa saya kembali ke Malang dan kembali mengelola gereja. Saat itu dengan tegas saya jawab, ”Maaf, saya sudah memilih Islam dan berjanji mati dengan Islam!”. Agaknya sudah diatur sebelumnya, begitu mendengar jawaban saya, ia langsung membuka sabuk kopelreim dan dipukul-pukulkan di kepala saya dan saya terjatuh ke lantai dengan berlumuran darah. Saya baru sadar kembali setelah di RS Jatiroto.
Kala itu, ulama-ulama dan tokoh-tokoh agama Islam sama berdatangan menjenguk saya di RS Jatiroto. Setelah peristiwa itu, beberapa ulama dan kyai mulai menampilkan saya di masjid-masjid untuk memberikan kesaksian tentang kebenaran ajaran Islam. Atas bimbingan dan dorongan dari mereka itulah saya akhirnya lebih giat lagi mempelajari, memperdalam Al-Qur’an dan Hadits.
Saya mulai dikenal masyarakat Islam secara luas, waktu-waktu saya terisi dengan acara-acara pengajian, dari kampung ke kampung, dari pesantren ke pesantren, dari kota ke kota, Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumatera Selatan, Kalimantan dan Alhamdulillah sampai ke Malaysia.
Bapak M. Nasir dengan Dewan Dakwah Islamiyah (DDII) nya mendengar cerita tentang saya dan pada tanggal 29 Agustus sampai dengan 8-9-1991 saya mendapat kehormatan diundang pada kesempatan Silaaturrahmi Jamaah Muhtadien di Cisalopa, Bogor Jawa Barat, dimana pada kesempatan itu dihadiri pula oleh para Pengurus Rabithah Al-Alam Islamy dari Saudi Arabia.

10. Bergabung ke jamaah Muhtadien
Forum silaturrahmi Jamaah Muhtadien ini adalah suatu acara yang diselenggarakan oleh orang-orang yang telah mendapat hidayah dari Allah SWT yang kemudian masuk Islam, mereka terdiri dari bekas orang-orang Kristen, Pendeta maupun Pastur.
Sejak itu, setiap kali diundang pengajian, saya selalu dipanggil dengan “Haji Muhammad Abdillah”, sebenarnya saya merasa sangat malu, karena saya belumlah menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
Pada suatu malam, sepulang dari acara pengajian, sebelum berangkat tidur saya menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat tahajjud. Pada saat sholat itulah, sengaja saya menangis dihadapan Allah SWT, saya bermunajat, memohon kemurahan Allah SWT agar saya dapat menunaikan ibadah haji.
Setelah sekian puluh kali hal ini saya lakukan, Allah Yang Maha Rahman dan Rahim mendengar munajat saya dan Alhamdulillah pada musim haji tahun 1992, di suatu pagi sekitar tiga hari setelah hari raya Idul Fitri, datang kepada saya sepucuk surat undangan dari Raja Fadh Arab Saudi yang isinya mengundang saya untuk menunaikan ibadah haji.
Allah sungguh Maha Besar, saya seolah dalam mimpi ketika tiba-tiba saya sudah bersujud di Masjidil Haram persis di muka Ka’bah. Kala itu air mata saya tak terbendung lagi, mengalir deras membasahi pipi dan seolah-olah menjeritkan suara hati saya, “Yaa Allah, pada akhirnya telah sampailah perjalanan saya yang sangat meletihkan dari Yerusalem ke Tanah Suci Mekkah, ampuni dan terima taubat hambamu ini dan jadikan hambamu ini termasuk golongan haji yang mabrur…Amien Ya Robbal Alamin..”. (al-islahonline)

Demikian mudah-mudahan bermanfaat, Amiin.
Subhaana-Ka Allaahumma wabihamdi-Ka asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta astaghfiru-Ka waatuubu ilai-Ka.

Wedhus gembel bawa 5 Al-Qur'an

SLEMAN, KOMPAS.com - Keluarga Ponimin terjebak selama empat jam di dalam rumah saat wedhus gembel Gunung Merapi menyerang.
Kepada Tribunnews.com di lokasi pengungsian, tokoh spiritual Kaliadem sekaligus calon juru kunci Gunung Merapi pengganti almarhum Mbah Maridjan ini menceritakan kisahnya.

Suhu saat itu sudah sangat panas, beberapa bagian rumah keluarga Ponimin rusak setelah genteng kaca pecah terkena awan panas.
"Dari genteng yang pecah itu, pasir dan abu panas masuk ke dalam plafon. Akibatnya, sebagian plafon ambrol," kata Lilik, anak Ponimin.
Meski pada saat itu suhu diperkirakan sekitar 600 derajat celsius, tiga dus air mineral tidak menguap, begitu pula pakaian, dan tiga sepeda motor yang diparkir dalam rumah.
Keanehan lain yang terjadi saat itu, kata Lilik, anak Ponimin melihat mendadak muncul kitab suci Al Quran di dalam kamar yang mereka pakai.
"Al Quran tersebut biasa tidak ada di kamar itu. Tiba-tiba saat itu ada di dekat kami. Kalau tak salah jumlahnya lima," katanya meyakinkan.
Tak ingin terus-menerus berada dalam rumah, keluarga Ponimin mencoba meninggalkan tempat itu dengan menggunakan mobil Toyota Avanza silver yang terparkir di garasi.
Namun, baru berjalan beberapa meter dari halaman rumah, mobil tersebut tidak mampu bergerak lagi.
"Ban depan meleleh kena jalanan dipenuhi abu dan pasir panas. Tak lama kemudian, giliran ban belakang ikut meleleh dan meledak," kenang Lilik.
Baru beberapa menit berada dalam mobil, keluarga Poniman tak tahan hawa panas yang menyergap. Tak ada jalan lain, mereka harus meninggalkan mobil dan kembali ke rumah.
Bagaimana caranya? Rupanya, ada saat ada akal. Bantal yang ada dalam mobil dipakai sebagai alas tumpuan kaki agar tidak kepanasan.
Kembali ke kamar semula, keluarga abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu lagi-lagi disergap ketidakpastian. Mereka kemudian memutuskan untuk meninggalkan rumah dengan berjalan kaki.
Sebelumnya, ada seorang relawan, Pandu Nugraha, yang mencoba membantu keluarga Ponimin.
"Relawan itu datang ke rumah kami mengendarai sepeda motor trail. Ia membawa oksigen sesuai permintaan kami. Sepatu boot yang dikenakannya meleleh," ujar Lilik.
Sepada motor ditinggalkan begitu saja di luar rumah sehingga dalam waktu singkat hancur terkena awan panas.
"Relawan tersebut dan seorang tetangga bernama Pak Tris bersama keluarga kami kemudian memutuskan keluar dari rumah dengan berjalan kaki, sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa. Ibu terpaksa digendong relawan karena kakinya berdarah," kata Lilik.
Untuk melawan abu dan pasir panas yang menutup jalan, Lilik mengambil sejumlah batalan kursi sofa sebagai alas.
Keluarga Ponimin, Pak Tris, dan relawan berjalan dengan menginjak bantalan sofa secara estafet sejauh sekitar 500 meter.
Selanjutnya mereka berjalan kaki tanpa alas bantal sekitar 1 km menuju kaki Gunung Merapi.
"Bapak hanya mampu jalan kaki sekitar 500 meter karena kakinya terbakar ketika berjalan di atas pasir panas. Beliau berhenti di sebuah tempat parkir," kata Lilik.
Keluarga itu kemudian dapat dievakuasi menggunakan mobil jemputan dan dilarikan ke RS Panti Nugroho di Kecamatan Pakem, Sleman.
Selanjutnya Ponimin yang mengalami luka bakar di kaki dan pantat dirawat di klinik dr Ana Ratih Wardhani, di Kecamatan Ngemplak, Sleman. (Febby Mahendra/Krisna)

Sumber : http://tribunnews.com

Demikian mudah-mudahan bermanfaat, Amiin.
Subhaana-Ka Allaahumma wabihamdi-Ka asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta astaghfiru-Ka waatuubu ilai-Ka.

Keajaiban Puasa

Matematika Al-Qur’an
Syahru dalam bahasa Indonesia berarti bulan. Kata syahru disebut 12 kali dalam Al-Qur’an. Ternyata ini adalah rahasia Tuhan, bahwa dalam satu tahun terdapat 12 bulan. Kata ayyam berarti hari-hari. Disebutkan 365 kali di dalam Al-Qur’an. Lagi-lagi ini jumlah hari dalam satu tahun lebih kurang 365. Sedangkan dalam bentuk kata tunggal kata yaum yang berarti hari, disebutkan sebanyak 30 kali di dalam Al-Qur’an. Jumlah kata itu menunjukkan banyaknya hari dalam satu bulan. Subhaanallah...Inilah matematika yang tersingkap dari Al-Qur’an. Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad pada malam 17 Ramadhan di Gua Hira, di bukit Jabal Nur dengan perantaraan Malaikat Jibril. Al-Qur’an adalah pedoman hidup untuk keselamatan umat manusia di dunia dan di akhirat.

Ramadhan berasal dari sejumlah gugus kata aksara Arab. Secara harfiah berarti pembakaran. “Ramadha” berarti membakar. Secara maknawiah Ramadhan berarti masa pembakaran dosa-dosa dengan menahan lapar dan dahaga serta hal-hal yang membatalkan puasa agar terwujud sifat taqwa. Taqwa berarti kemampuan mengerjakan hal-hal yang diperintahkan Allah serta menjauhi semua larangan-Nya.
Ramadhan berasal dari akar kata Ra, Ma, Dha dan Nun. Ra maksudnya berpuasa karena “Ridhallah”, artinya puasa untuk mencari ridha Allah. Bukan karena manusia. Puasa adalah rahasia antara mukmin dengan Allah. Sebab betapa bisa seorang berbohong dia berpuasa atau tidak dan hanya dirinya serta Allah saja yang tahu. “Puasa itu untuk-Ku,” kata Allah.
Ma maksudnya “Maghfiratullah”, artinya ampunan dari Allah.
Ramadhan adalah bulan perlombaan untuk mencapai derajat taqwa. Karena sebuah perlombaan, maka ada hadiahnya. Hadiahnya adalah taqwa. Sebaik-baik pakaian atau perhiasan adalah taqwa.
Karena Ramadhan bersifat lomba tentu ada yang kalah dan ada yang menang. Yang menang biasanya berjumlah amat sedikit.
Kita tentu tidak mau kalah dalam ibadah puasa. Karena kalau kalah, sama saja dengan lapar dan dahaga yang sia-sia. Kalau hal itu yang terjadi maka kita rugi besar.
Akar kata terakhir dari Ramadhan adalah nun. Nun menyiratkan “Nikmatullah, artinya nikmat dari Allah. Bagi orang yang berpuasa, tegukan pertama ketika berbuka puasa betapa nikmatnya. Terlebih nikmat kegembiraan mendapat ridha dan surga-Nya kelak. Sesedikit apapun harta benda akan besar artinya. Bahkan secara psikologis puasa mendekatkan hubungan antara si kaya dan si miskin.
Di dalam Ramadhan juga ada malam lailatul qadar. Malam ini adalah malam kenikmatan bagi umat Muhammad SAW. Karena malam kemuliaan lebih baik nilainya dari ibadah 1000 bulan atau 84 tahun.

Hikmah puasa secara medis
Dalam keadaan normal, tubuh kita mendapatkan energi dan nutrisi yang berasal dari luar tubuh, melalui makanan, minuman dan radiasi. Bagaimana ketika kita sedang puasa di siang hari?
Ketika kita puasa di siang hari, dimana tidak ada asupan makanan, aktifitas akan membakar energi hingga habis. Pertama-tama energi diperoleh dari glukosa hasil makan (sahur). Setelah habis, energi diperoleh dari glikogen dalam darah. Bila kandungan glikogen berkurang, baru otak menyatakan lapar dan otak menyuruh kita makan. Bila kita sedang berpuasa otak akan menghidupkan program autolisis.

Apakah Autolisis itu?
Semua makhluk bumi (ular, sapi, ulat, jerapah, gajah, lebah dan semua makhluk hidup lainnya) dibekali dengan sistem (fithrah) autolisis yang khas. Secara sederhana autolisis adalah sistem automatisasi dalam tubuh yang memformat ulang kondisi tubuh ke kondisi ideal. Apa yang terjadi dengan Autolisis pada manusia?
Ketika autolisis diaktifkan, maka ia segera beraksi :
1. Autolisis akan mencari database rancangan dasar (fithrah) manusia. Secara keseluruhan ada sekitar 50 trilliun sel penyusun tubuh yang terdiri dari sekitar 200 jenis sel. Autolisi berbekal data detail setiap sel tubuh.
2. Autolisis mengerti bagaimana seharusnya kondisi sehat dari setiap jenis sel, di bagian tubuh mana seharusnya sel itu berada, berapa banyak jumlah tiap jenis sel yang ideal bagi tubuh. Selanjutnya ia akan menghampiri sel-sel liar yang tidak terdapat dalam daftar fithrah, mengubah asam amino dan asam laktat menjadi gula.
Bila sel-sel liar habis, ia akan mendatangi timbunan lemak dalam tubuh dan membakar (oksidasi lemak) menjadi keton.
Dengan demikian Autolisis akan menghilangkan sel-sel rusak, mati dan benjolan tumor serta timbunan lemak yang sering menjadi sarang zat beracun.

Sistem Pencernaan istirahat
Sel-sel liar dan lemak yang telah dihancurkan akan dibawa ke hati. Saat kita puasa, hati tidak disibukkan oleh makanan hasil serapan dari usus. Oleh karena itu hati akan bekerja penuh menyaring racun-racun hasil autolisis. Yang selanjutnya racun akan dibuang keluar tubuh, disinilah proses detoksifikasi (penghilangan racun) terjadi.
Lalu darah akan dipenuhi energi dan nutrisi yang sehat dan berkualitas tinggi. Sehingga penggantian sel mati, perbaikan sel rusak, dan pembentukan sel baru, terjadi dengan kualitas prima. Tubuh kita segera memiliki sel-sel baru dengan kualitas fithrah, sehat dan berfungsi baik kembali.
Ketika kita berpuasa, energi yang dihemat dari sistem pencernaan, akan digunakan untuk aktifitas sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir oleh otak.
Dengan puasa, penyakit lebih mudah disembuhkan, dengan puasa kita lebih mudah menerima pelajaran maupun saat berpikir.

Autolisis hanya terjadi dengan Niat
Autolisis hanya akan aktif bila kadar glikogen darah berkurang dan otak menyimpulkan bahwa kita lapar dan harus makan, dan kita berniat tidak makan alias berpuasa.
Autolisis tidak akan terjadi ketika tidak ada niat berpuasa, saat kita lapar otak memerintahkan organ-organ pencernaan bersiap-siap maka, liur, lambung, hati, dan usus ramai-ramai mengeluarkan enzim dan beraktifitas. Bila tidak ada makanan masuk, maka lambung dan usus akan sakit, kita akan kena maag atau radang usus.

Saat puasa, kendalikan emosi
Emosi berlebihan akan menguras energi, otak akan menyerap energi cukup besar. Otak juga akan memerintahkan jantung untuk berdetak lebih cepat sehingga semakin banyak energi terkuras.
Emosi negatif akan membawa kita pada kondisi stress, yaitu kondisi emosi yang biasanya terjadi karena stimulus dari luar diri kita yang kemudian disambut dengan respons yang tidak menyeimbangi stimulus tersebut, sehingga kondisi otak akan terganggu. Stress menyebabkan otak mengkonsumsi energi dalam jumlah banyak.
Oleh karena itu sudah selayaknya saat puasa kita tidak mengumbar emosi negatif seperti marah, iri, dengki, sombong, takut dll. Hadapi hal kurang menyenangkan dengan sabar.
Tumbuhkan dan tebarkan emosi positif, seperti tersenyum, optimis, membantu orang lain, melakukan amal kebaikan, bersedekah, dll.
Euphoria sebagai ekspresi kegembiraan yang diungkapkan berlebihan, juga menyedot banyak energi. Sebaiknya hadapi semua hal yang menyenangkan hati dengan bersyukur.
Semoga puasa kita diterima olehNya.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Hilangkan Nyeri dengan Dzikir


“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra’du : 13)

Berdzikir sejak dulu dikenal sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kini seorang dokter spesialis saraf dari Rumah Sakit Satyanegara Sunter, Arman Yurisaldi Saleh, mengungkapkan bahwa dzikir mampu menyehatkan saraf. Hal itu terbukti setelah ia melakukan penelitian terhadap pasien-pasien yang ia tangani. Ternyata pasien yang sering berdzikir mengalami perbaikan lebih cepat dibandingkan dengan pasien yang tidak suka berzikir.
Misalnya, beberapa pasien yang mengalami gangguan saraf seperti penderita alzheimer dan stroke, akan membaik kondisinya setelah membiasakan berdzikir dengan mengucapkan kalimat tauhid “laa ilaaha illallah” dan kalimat istigfar “astaghfirullaahal ‘adhiim”.
Menurutnya, setelah ditinjau dari sudut ilmu kedokteran kontemporer, pengucapan “laa ilaaha illallaah” dan “astaghfirullaahal ‘adhiim” dapat menghilangkan nyeri dan bisa menumbuhkan ketenangan serta kestabilan saraf bagi penderita. Sebab, dalam kedua bacaan dzikir tersebut terdapat huruf jahr yang dapat mengeluarkan CO2 dari dalam otak.
Arman menemukan dalam kalimat “laa ilaaha illallaah” terdapat huruf jahr yang diulang tujuh kali yaitu huruf lam, dan “astaghfirullaahal ‘adhiim” terdapat huruf ghayn, ra, dan dua buah lam sehingga ada empat huruf jahr yang harus dilafalkan keras sehingga kalimat dzikir tersebut akan mengeluarkan karbondioksida lebih banyak saat udara dihembuskan keluar mulut.
Dan CO2 yang dikeluarkan oleh tubuh tidak mempengaruhi perubahan diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila proses pengeluaran CO2 kacau, maka CO2 yang ke luar juga kacau sehingga menyebabkan pembuluh darah di otak akan melebar berlebihan ketika kadar CO2 di dalam otak menurun.
Sehingga, ungkap Arman, dilihat dari tinjauan ilmu saraf terdapat hubungan yang erat antara pelafalan huruf (makharij al-huruf) pada bacaan dzikir dengan aliran darah pernapasan ke luar yang mengandung zat CO2 (karbondiokida) dan proses yang rumit di dalam otak pada kondisi fisik atau psikis seseorang.
Efeknya, ketika seseorang melakukan dzikir secara intens dan khusyuk seraya memahami artinya, pembuluh darah di otak akan membuat aliran karbondioksida yang ke luar dari pernapasan menjadi lebih banyak. Kadar karbondioksida dalam otak pun akan turun secara teratur. Dengan begitu tubuh akan segera menunjukkan kemampuan refleks kompensasi.
‘‘Saya sering menyaksikan terjadinya perubahan yang cukup besar ke arah penyembuhan pada pasien-pasien yang terbiasa berdzikir dengan khusuk dibanding pasien yang tidak pernah berdzikir meskipun keduanya memiliki gejala penyakit yang sama,” ungkap Arman.
''Sebagai seorang dokter spesialis saraf, hampir setiap hari saya bertemu dengan pasien mengeluhkan rasa nyeri atau sakit di kepalanya, atau keluhan-keluhan lain yang berhubungan dengan gangguan jaringan saraf,'' lanjutnya.
''Alhamdulillah, lewat buku Berdzikir untuk Kesehatan Saraf (Zaman: 2010), saya berhasil mengungkap keajaiban dzikir tersebut terhadap kesehatan serta penyembuhan penyakit saraf yang sering diderita pasien seperti nyeri (nyeri kepala tipe tegang, migrain, fibromialgia, nyeri sendi, nyeri neuropati akibat kencing manis kronis, nyeri pinggang akibat iritasi akar saraf atau saraf terjepit), lumpuh karena stroke, depresi pasca stroke, gangguan pikiran dan emosi, serta gangguan tidur (insomnia),” tuturnya sambil menunjukkan buku yang akan diseminarkan di Makassar akhir Juli tahun ini.


Sumber : http://republika.co.id
Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Bayi Al-Qur'an



Allah Maha Besar…Ini adalah sebagian dari tanda Kekuasaan-Nya.
Seorang bayi di Dagestan, Rusia, membuat tim dokter yang menanganinya kebingungan. Ali Yakubov, bayi berusia sembilan bulan itu memiliki keanehan pada sekujur kulitnya. Di kulitnya muncul tulisan Arab seperti ayat suci Al-Quran berwarna merah.
Seperti dilansir The Sun, Selasa (20/10), keanehan itu terlihat pada bagian permukaan kulit anak dari seorang ibu bernama Madina. Saat baru dilahirkan, orang tua bayi melihat tulisan dengan lafal Allah di dagu sang bayi. Orang tua si jabang bayi pun bingung bukan kepalang. Tetapi tiba-tiba, beberapa lama kemudian tulisan itu muncul di bagian lain. Orang tua bayi melihat tulisan itu muncul di punggung, lengan, dan perut si bayi. Yang mengejutkan, keluarga mengaku bahwa sebelum muncul tulisan baru, tulisan yang lama akan menghilang lebih dulu. Kejadian ini berlangsung sekitar setiap dua kali dalam satu minggu.
Tim dokter tidak dapat menjelaskan tentang kondisi misterius ini. Tetapi, dokter menolak mengeluarkan pernyataan bahwa tulisan-tulisan itu dibuat secara sengaja oleh seseorang. Ibu kandung si bayi, Madina mengatakan bahwa dia dan suaminya juga mengalami perubahan saat terjadi kondisi misterius ini. Dia dan sang suami juga langsung berubah menjadi religius setelah ada 'mukjizat' ini. Madina menegaskan, setiap akan muncul tulisan baru, anak kesayangannya itu mendadak berubah fisik. Dia tiba-tiba sakit, panas badan yang tinggi, dan terus menangis.
Kini, Ali Yakubov menjadi pusat perhatian warga di Dagestan, daerah selatan Rusia. Seorang anggota dewan setempat, Akhmedpasha Amiralaev, mengatakan bocah ini adalah pertanda khusus dari Tuhan.
"Allah mengirim dia ke Dagestan untuk memberikan perintah agar pemberontakan di republik ini harus segera dihentikan," kata Akhmedpasha.(*)

MOSKOW (SuaraMedia News). Seorang bayi menimbulkan gelombang spekulasi di Rusia setelah tulisan ayat Al Qur’an mulai muncul di kulitnya. Beberapa ayat dari Al Qur’an mulai muncul di punggung, tangan, kaki, dan perut Ali Yakubov yang berusia sembilan bulan sebelum kemudian memudar dan berganti dengan ayat-ayat baru.
Ayat Al Qur’an terlihat jelas di bagian paha hingga kaki bayi Ali Yakubov, yang menggambarkan keagungan Allah.
Tim medis Rusia mengklaim bahwa mereka bingung mengenai apa yang menyebabkan tanda-tanda di kulit bayi itu muncul, yang dimulai ketika tulisan “Allah” muncul di dagunya beberapa minggu setelah ia lahir.
Ibu bayi tersebut Madina, mengatakan bahwa ia dan suaminya juga tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Awalnya mereka tidak menunjukkan tulisan itu kepada siapa pun hingga mereka melihat salah satu dari tulisan itu berbunyi, “Jangan sembunyikan tanda-tanda ini dari semua orang.” Madina kemudian mengungkapkannya pada dokter dan imam di desa mereka (Red October) yang merupakan kawasan dominan Muslim. Ali Yakubov adalah anak kedua Madina, dan hal semacam itu tidak terjadi pada anak perempuannya yang pertama.
Kini bayi laki-laki itu menjadi fokus perhatian kaum Muslim di wilayah tempat tinggalnya, desa Krasno-Oktyabrskoye propinsi Dagestan. Anggota parlemen setempat, Akhmedpasha Amiralaev, mengatakan, “Ini murni tanda dari Allah. Allah mengirimnya ke Dagestan untuk menghentikan pemberontakan dan ketegangan di republik kita.”
Madina mengungkapkan, “Biasanya tanda-tanda itu muncul dua kali seminggu, yaitu pada hari Senin dan malam antara Kamis dan Jumat. Setelah tiga hari tulisan itu akan hilang dan berganti dengan ayat yang baru.”
“Ali selalu merasa tak enak badan saat itu terjadi. Ia menangis dan suhu tubuhnya naik. Mustahil untuk menyentuhnya saat tulisan itu muncul, tubuhnya terus bergerak-gerak dengan aktif, jadi kami meletakkannya di boks bayi.” Ayat-ayat Al Qur’an muncul silih berganti di kulit Ali, jelas Madina. Imam setempat, Abdulla, telah mengatakan bahwa Al-Qur’an memprediksikan sebelum dunia berakhir, akan ada orang-orang yang memiliki tulisan ayat-ayat Al Qur’an di tubuhnya.
Tim medis tidak percaya begitu saja tentang kisah tersebut. Ludmilla Luss, seorang dokter setempat, meyakini bahwa cerita tentang tulisan ayat Al-Qur’an itu hanya karangan orangtua bayi tersebut. “Mereka mungkin telah mengolesi kulitnya dengan obat-obatan tertentu, jika anak itu menderita urticarial dermographism, atau yang biasa dikenal dengan ‘tulisan di kulit’ – suatu penyakit kelainan kulit yang muncul 5% dari sebuah populasi. Ini adalah jenis yang paling populer dari urticaria, di mana kulit menjadi memerah ketika digosok dengan benda tumpul. Karena itu, jika anak tersebut menderita kelainan semacam itu, akan mudah untuk menulis apa pun di kulitnya.”
“Orang-orang yang menderita penyakit lambung memiliki kulit yang sangat sensitif. Jika kau menggambar sesuatu di kulit mereka dengan lidi, misalnya, gambar itu akan muncul,” ujar Ludmilla.
Bagaimanapun, kisah tersebut telah berhasil menarik perhatian dari media Rusia.

Sumber : http://www.suaramedia.com

Bayi Misterius dengan Tulisan Al-Quran Menjadi Sasaran Klenik
Seorang bayi laki-laki menjadi fenomena dan mengejutkan kaum Muslim Dagestan. Peristiwa ini terjadi di Dagestan, yang berdekatan dengan Chechnya, selatan Rusia.
Orangtua dari bayi bernama Ali Yakubov, terkejut dengan tanda-tanda yang ada pada tubuh anaknya, yang lahir di desa Krasno-Oktyabrsk ini. Ketika itu muncul tulisan “Allah” di dagunya. Ali lahir prematur dengan penyakit jantung koroner dan kulit. Dokter memperingatkan, ia hanya mungkin hidup 2 atau 3 hari. Kadang-kadang tulisan muncul di perutnya dan kepala, sebelum akhirnya memudar beberapa hari. Ibunya tak pernah memberitahu pada siapa pun tentang hal ini, sampai kemudian tanda-tanda itu bisa dilihat banyak orang. Madina Yakubova, sang ibu mengatakan, bahwa anak laki-lakinya dilahirkan dengan hematoma di dagunya, dan ketika memar pulih, kata 'Allah' tulisan Arab muncul. Dalam dunia medis, Hematoma adalah penampakan biru (keunguan) pada kulit, yang dapat terjadi karena benturan atau sebab lain.
Di balik kulit yang membiru itu, terdapat pembuluh darah yang pecah dan darahnya keluar, serta kemudian membeku (menjendal) di luar pembuluh darah itu. Jika letaknya cukup dekat dengan permukaan kulit, maka akan terlihat seperti warna biru/ ungu. Umumnya terasa nyeri, terutama jika ditekan, dan kadang juga disertai pembengkakan. Masalahnya, semenjak muncul tulisan yang dipercaya “ayat-ayat Allah” pertama kali, sejak itu pula, munculnya tulisan-tulisan bernuansa Arab lain bertebaran di punggung, lengan, kaki, dan perutnya. Menariknya, keluarganya mengklaim, selalu ada tanda-tanda sebelum ayat-ayat baru muncul, dua kali dalam sepekan. Seperti dilansir dari The Sun, tim medis mengatakan, pihaknya tidak bisa menjelaskan kondisi misterius Ali Yakubov, tapi mereka membantah, kalau tanda ini ditulis oleh seseorang pada kulit bayi ini.
Madina mengatakan, dia dan suaminya bukanlah pemeluk Islam yang taat, hingga ayat-ayat Al-Quran itu muncul di kulit bayinya. Wanita itu menambahkan bahwa Ali adalah anak keduanya, dan ini tidak pernah terjadi pada putrinya yang pertama. Sebelumnya, mereka menyembunyikan kondisi bayi mereka, tapi akhirnya mengungkapkan hal ini pada dokter mereka. Sekarang Ali Yakubov menjadi perhatian komunitas Muslim di provinsi Dagestan.
Madina menambahkan, “Biasanya tanda-tanda ini muncul dua kali dalam sepekan, hari Senin dan malam antara Kamis dan Jumat. Ali selalu merasa sakit ketika itu muncul. Dia menangis dan temperaturnya naik.”
Petugas medis dan pihak keluarga Ali mengaku bingung dengan kondisi ini. Mereka menepis spekulasi banyak pihak bahwa “tanda-tanda” yang dipercaya sebagai “Ayat” itu berasal dari seseorang yang menulis di kulitnya.
“Tidak mungkin memeluknya ketika hal itu terjadi. Tubuhnya bergerak aktif, jadi kami menempatkan dia di peraduannya. Sangat sulit menyaksikan dia menderita,” ujar Madina dikutip the Sun. Menurut Madina, tulisan itu muncul secara misterius.
Madina, sebagaimana dikutip situs Zaman, mengaku, nama “Allah” tertulis pertama pasca kelahiran. Namun dengan dimulainya bulan Ramadan, tulisan “ayat-ayat” itu mulai menghilang. Ketika muncul, anak itu merasakan sakit dan menangis. Suhu badan anaknya mencapi 40 derajat. Paramedis tentu saja tidak percaya bahwa itu adalah mukjizat agama. Ludmila Luss, seorang dokter setempat, percaya bahwa cerita dengan tanda-tanda seperti itu, hanya didalangi oleh orangtua sang anak.
Menurut Ludmila Luss, kemungkinan besar tulisan itu adalah akibat efek iritasi, seperti lada dan garam, atau obat-obatan, yang memicu peradangan kulit dan meninggalkan jejak merah berbentuk huruf Arab," katanya.
"Beberapa orang yang menderita patologi lambung memiliki kulit yang sangat sensitif. Jika Anda menggambar sesuatu pada kulit mereka dengan tongkat kecil, misalnya, gambar akan kemudian muncul," kata Ludmila Luss. Sementara itu, pemimpin agama di Kaukasus Utara tidak meragukan bahwa masalah ini adalah fenomena ilahi.
Yang menjadi masalah, setelah kasus ini, soal Ali merembet ke mana-mana, bahkan menjadi masalah klenik dan politik. Desa sang bayi, akhirnya menjadi tujuan ziarah warga dari di seluruh Dagestan. Para pengunjung membawa video dan mengambil potret Ali. Tak sekedar itu, mereka juga mengambil semua pakaiannya, ujar Madina Yakubova.
Salah satu pemimpin Muslim di Dagestan, Ahmedpasha Amiralaev mengatakan, “Anak ini pertanda asli dari Tuhan. Allah mengirim dia ke Dagestan untuk menghentikan perang dan ketegangan di republik kami.”
Ali telah menjadi sensasi tak hanya di desanya, bahkan sampai ke seluruh Rusia.

Sumber : http://www.hidayatullah.com

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Sungai di Dasar Laut


Di dasar laut Cenote Angelita, Meksiko terdapat sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya terasa segar (tawar), namun jika anda menyelam lagi sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi terasa asin, lalu anda dapat melihat sebuah "sungai" di dasarnya lengkap dengan pohon dan daun-daunan. Namun itu bukanlah sungai biasa, tapi lapisan hidrogen sulfida yang nampak seperti sungai. Subhaanallah...
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al-Furqan : 53)
Jika Anda gemar menonton acara TV “Discovery Chanel” pasti Anda kenal Mr. Jacques Yves Costeau, seorang ahli Oceanografi dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh pemirsa seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/ tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat Mr. Costeau bingung berdecak kagum dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam saja. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai akhirnya pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al-Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi : “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan…” Artinya : “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi : “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” Artinya : “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad saw yang hidup di abad ke-7, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam baru terkuak (terbukti) pada abad ke-20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al-Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk agama Islam.

Subhanallah…Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallaahu al`azhim. Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah saw bersabda : “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
Wallaahu a’lam.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.




Keajaiban Sujud


MASUK ISLAMNYA Dr. FIDELMA (AHLI SYARAF AMERIKA)

Timbulnya suatu penyakit pada umumnya disebabkan oleh peredaran darah yang tidak lancar. Pembuluh darah yang menyempit merupakan salah satu penyebabnya. Sementara olah raga diantaranya berfungsi sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan kinerja jantung agar bekerja secara optimal. Jantung akan memompa darah dengan kuat sehingga distribusi pasokan oksigen bisa merata ke seluruh bagian tubuh. Aliran darah diibaratkan seperti halnya aliran sungai. Jika sungai tersebut mengalir dengan lancar, maka air itu pun akan bersih dan bening, tidak kotor dan bau. Air yang kotor dan bau merupakan tanda-tanda rendahnya kandungan oksigen di dalamnya. Ikan pun akan sulit untuk dapat hidup dengan normal, bahkan lebih banyak menimbulkan kematian. Sebaliknya, apabila air mengalir dengan lancar, maka banyak kehidupan di dalamnya dan berjalan dengan normal. Berbagai macam ikan dan binatang air lainnya akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Termasuk juga tumbuh-tumbuhan dapat hidup dengan hijau dan subur.
Begitulah dengan darah yang mengalir dengan lancar, akan memberikan kehidupan yang baik bagi tubuh manusia. Sel-sel tubuh akan tumbuh dengan baik, sementara sel-sel yang mati akan segera dibuang bersamaan dengan mengalirnya darah. Itulah salah satu manfaat dari peredaran darah yang normal. Tetapi, tahukah Anda bahwa ada bagian syaraf yang berada di atas (dalam otak) ternyata tidak bisa teraliri oleh darah, kecuali orang tersebut dalam keadaan sujud (shalat)?. Posisi jantung yang letaknya berada lebih rendah (di dada) tidak cukup kuat untuk memompa darah agar sampai ke seluruh bagian otak. Otak berada di atas, sedangkan jantung berada di bawah. Posisi sujud yang menempatkan kepala berada di bawah dan jantung berada di atas, membuat darah mengalir dengan deras ke seluruh bagian otak layaknya mobil yang bergerak pada jalanan yang menurun akan melaju dengan cepat walaupun tidak digas. Begitu pula dengan darah. Ia dapat mengalir dengan cepat mengangkut oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh bagian tubuh manusia. Inilah salah satu manfaat dari sujud.
Subhaanallah....Ternyata Allah memerintahkan shalat kepada hamba-Nya itu bukan hanya sekedar beribadah semata, melainkan untuk kemaslahatan hidup manusia itu sendiri. Menurut Prof. Hembing, jantung hanya mampu memompa darah ke bagian otak sebanyak 20% dari total kebutuhan, sedangkan 80% lainnya hanya dapat dilakukan dalam keadaan sujud (shalat).
Demikianlah sunnatullah dan kuasa-Nya dalam memelihara kehidupan kita sebagai manusia. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah memerintahkan (mewajibkan) shalat kepada kita. Bukan malah sebaliknya, bermalas-malasan untuk shalat, bahkan sebagian kaum muslimin ada yang berani meninggalkannya. Na’uudzu billaah....
Cobalah kita renungkan, seandainya otak tersebut tidak mendapat pasokan oksigen, tentu kemampuan otak itu akan menurun, daya pikir menjadi lemah dan akibatnya akan fatal. Begitu juga memori daya ingat akan berkurang kemampuannya, menurun drastis dan cepat lupa. Pada akhirnya urat syaraf menjadi rusak dan mati.
Bahwa ada bagian syaraf di dalam otak yang tidak dapat teraliri oleh darah kecuali saat orang tersebut dalam posisi sujud, ini sejalan dengan hasil penelitian Dr. Fidelma, seorang ahli syaraf dari Amerika yang beragama Kristen. Dokter tersebut sangat terkagum-kagum terhadap hasil penelitiannya sendiri. Aliran darah hanya dapat menyebar ke seluruh bagian otak hanya dalam keadaan sujud. Penelitian tersebut akhirnya membuka hatinya untuk mendapat hidayah-Nya, yaitu mengakui ketinggian dan kebenaran ajaran Islam. Penelitian tersebut akhirnya menuntunnya masuk Islam.

Dr. Muhammad Dhiyaa’uddin Hamid, dosen Jurusan Biologi dan Ketua Departemen Radiasi Makanan di Lembaga Penelitian Teknologi Radiasi menyimpulkan bahwa radiasi yang ditimbulkan oleh teknologi listrik dapat memberikan efek samping yang membahayakan organ-organ tubuh terutama otak. Khususnya bagi mereka yang tinggal di sekitar lingkungan yang memiliki tegangan listrik dan medan magnet yang tinggi, seperti di dekat gardu listik berkekuatan tinggi (SUTET).
Pasalnya, dosis radiasi listrik yang berlebihan itu dapat mengganggu fungsi organ-organ tubuh, karena dapat meningkatkan kandungan elektrik di dalam tubuh. Tapi bukan berarti bagi kita yang jauh dari gardu listrik merasa aman dari itu semua. Sebab, hampir semua peralatan rumah tangga yang kita gunakan itu menggunakan listrik, maka dalam waktu yang lama lambat laun akan sama membahayakannya. Kecuali kita hidup di daerah yang memang belum ada listrik sama sekali.
Kalau radiasi itu terus menerus dibiarkan menumpuk dalam tubuh kita, maka dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan akhirnya akan menimbulkan penyakit modern yang disebut “perasaan sumpeg”, kejang-kejang otot, radang tenggorokan, mudah capek/ lelah, stress, migrain, sampai demensia (pikun) di usia muda. Nah, kalo dari diri kita tidak ada usaha untuk membuang tumpukan radiasi tersebut, masalahnya akan semakin besar yang berakibat pada timbulnya tumor di otak kita.
Oleh karena itu, Dr. Muhammad Dhiyaa’uddin Hamid berusaha mencari solusi untuk permasalahan tersebut yang akhirnya ditemukan satu-satunya cara adalah menghindarkan diri dari daerah dan peralatan-peralatan yang dapat menimbulkan radiasi tersebut. Tapi apakah kita mau kembali lagi ke jaman batu? Tanpa listrik?
Jangan khawatir, ada satu lagi rahasia Ilahi telah terkuak. Ternyata Allah telah memberikan solusi preventif sejak dahulu kala jauh sebelum listrik ditemukan, yakni dengan cara kita melakukan sujud. Karena pada waktu kita melakukan sujud (shalat) tentu kita akan menempelkan dahi kita ke lantai (bumi) kan?
Nah, ketika sujud kelebihan ion-ion positif yang ada di dalam tubuh kita akan mengalir ke bumi, karena tentu kita tahu bahwa bumi adalah tempat ion-ion negatif. Masih ingat pelajaran SMP tentang ion positif dan negatif? Maka terjadilah proses penetralisiran radiasi listrik dan magnet tersebut. Lebih sempurna lagi kalau kita sujud dengan menggunakan 7 anggota badan (dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua kaki) karena akan mempercepat proses tersebut.
Dan ada lagi syaratnya bahwa ketika sujud kita harus menghadap qiblat yaitu ke arah Ka’bah. Sebab Ka’bah di Mekkah itu adalah pusat bumi di alam semesta ini! Jelas ketika kita langsung menetralisir radiasi itu langsung ke pusat dimana ion negatifnya berada akan lebih mudah proses penyembuhannya. Subhaanallah...
Inilah salah satu bukti kebesaran dan keagungan Allah melalui ajaran Islam yang mulia. Seluruh ajaran (syariat) Islam selain dikerjakan sebagai bentuk ibadah, namun hikmahnya juga merupakan rahmat kasih sayang-Nya dan untuk kemaslahatan hidup manusia itu sendiri. Shalat yang diperintahkan oleh Allah merupakan anugerah yang sangat besar yang harus disyukuri, bukan malah ditolak atau ditentang dengan cara meninggalkannya. Shalat menjadikan seseorang menjadi sehat dan segar. Shalat menjadikan otak manusia menjadi luar biasa, fresh, cerdas dan kuat. Orang yang meninggalkan shalat berarti secara sengaja telah merusak kesehatan fisiknya sendiri. Orang yang meninggalkan shalat berarti telah mendzalimi diri sendiri, kerena akan menyebabkan timbulnya kerusakan yang ditandai dengan munculnya gejala-gejala seperti cepat pusing, sakit kepala, cepat marah dan timbulnya stress. Terlebih kebinasaan dan kehinaan di akhirat kelak. Semoga kita dijadikan oleh Allah sebagai hamba yang istiqomah mendirikan shalat, utamanya dengan berjamaah sebagai perwujudan rasa syukur kepada-Nya.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Hikmah dalam Ibadah

Dengan didasari keimanan kita harus percaya dan mengakui bahwa di balik taklif kewajiban syari’at yang Allah bebankan kepada kita tersimpan rahasia dan hikmah yang luas sekali. Allah dan Rasul-Nya tidak semata-mata memerintahkan sesuatu kecuali ada hikmah dan tujuannya yang kadang karena keterbatasan ilmu kita tidak mengetahuinya. Ibadah seperti berwudhu, shalat, dan puasa ternyata dapat berfungsi sebagai perawatan dan pengobatan lahiriyah dan bathiniyah. Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah menyebutnya dengan istilah pengobatan ilahiyyah. Berikut ini sekelumit dari sekian banyak hikmah kesehatan yang terkandung dalam rahasia ibadah yang kita lakukan :
1. Berwudhu, menurut Dr. Izzenberg itu sudah cukup untuk melancarkan sirkulasi darah dan memijit otot-otot dalam tubuh kita. Secara alamiah, begitu air wudhu pertama kali menyentuh anggota tubuh yang dibasuh, disitulah aktifitas pergerakan sirkulasi darah berjalan mengikuti hukum Allah (sunnatullah). Selanjutnya bersamaan dengan itu tubuh secara otomatis mengeluarkan racun-racun (toksin) dari dalam tubuh melalui kelenjar keringat dan pori-pori kulit. Itulah sebabnya dalam berwudhu disunnahkan untuk membasuh anggota wudhu sebanyak tiga kali agar basuhan kedua dan ketiga dapat berfungsi membersihkan toksin itu dari permukaan kulit kita. Disamping itu, berwudhu juga dapat menghilangkan rasa marah, tersinggung dan gelisah karena stress atau depresi.
2. Shalat juga dianggap sebagai amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan gestur (gerakan khas tubuh) ketika shalat secara ilmiah menjadikannya sebagai gudang obat bagi berbagai jenis penyakit. Terutama sekali adalah shalat lail dan shalat shubuh yang dapat mencegah gangguan penyakit jantung (kardiovaskuler) dan kanker. Waktu sepertiga malam terakhir sampai waktu fajar adalah saat tubuh harus memproduksi zat Nitrik Oksida untuk melawan efek hormon Nor Adrenalin yang memicu naiknya tekanan darah dan pembekuan trombosit sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah. Aktifitas yang dimulai dengan wudhu, shalat sunnah fajar, berjalan menuju ke masjid, kemudian shalat shubuh berjamaah merupakan proteksi terhadap gangguan penyakit jantung (kardiovaskuler) dan kanker.
3. Sebagai ibadah pembersih jiwa dari segala dosa, puasa juga merupakan metode perawatan rutin, reparasi, dan rekonstruksi sel-sel dalam tubuh agar kita selalu sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Menurut Dr. Jawwad Ash-Shawi bahwa pada saat berpuasa tubuh kita melakukan 2 hal : a). Pembentukan gugus-gugus sel baru dalam tubuh, merenovasi strukturnya, dan meningkatkan kualitas fungsionalnya. 2). Lemak-lemak diangkut ke hati, dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati kemudian dikeluarkanlah racun-racun (toksin) dari dalam tubuh. Bahkan menurut Dr. Mack Fadon, seorang pakar pengobatan dunia yang melakukan penelitian tentang puasa dan pengaruhnya mengatakan bahwa semua orang itu perlu puasa (tidak terkecuali non muslim) karena racun-racun makanan dan obat-obatan terakumulasi dalam tubuh sehingga memberatkannya dan menjadikannya seperti orang sakit. Dengan puasa tubuh menjadi fit, terasa ringan dan lebih kuat.

Subhaanallaah…ternyata dengan cara demikianlah Allah sebagai Rabbul ‘Aalamiin merawat hidup kita. Allah telah mewajibkan syariat, menurunkan perintah dan larangan pada hakekatnya mengandung unsur perawatan, pemeliharaan dan perlindungan terhadap keberlangsungan hidup jasmani dan rohani kita.

Oleh : Zaenal Muttaqin Noor

Demikian sekelumit hikmah mudah-mudahan bermanfaat, Amiin...
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.
Powered by Blogger