Tampilkan postingan dengan label Do'a dan dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'a dan dzikir. Tampilkan semua postingan

Ayat Kursi dan Setan

Abu Hurairah ra pernah ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, sehingga pencuri itu berhasil ditangkapnya.
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah SAW," gertak Abu Hurairah. Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin? Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah SAW, maka bertanyalah beliau : "Apa yang kamu lakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?". Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahwa ia kasihan kepada pencuri itu, maka ia dilepaskannya.

"Bohong dia," kata Nabi : "Nanti malam ia akan datang lagi."
Karena Rasulullah SAW berkata begitu, maka penjagaan diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan. Dan benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kemarin. Dan kali ini ia tertangkap. "Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah SAW," ancam Abu Hurairah, sama seperti kemarin. Dan pencuri itu sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji besok tidak akan kembali lagi."

Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan akhirnya ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah SAW, dan beliau pun bertanya seperti kemarin. Dan setelah mendapat jawaban yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi."
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-gerik di sekelilingnya, karena sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti dikatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Kenapa pencuri kemarin itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah SAW ? Kenapa mau saja ia ditipu olehnya ? "Awas !" katanya dalam hati. "Kali ini tidak akan saya ampuni."

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri onggokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-geriknya.
"Kali ini kau pasti kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi kemari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahwa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, dan akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."

"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."
Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya daripada sebagai penjaga gudang.
Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah SAW untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.

"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasulullah sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.
"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah.
"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi SAW.
Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu…..dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari."

Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi SAW berkata, "Pencuri itu telah berkata benar, meskipun sebenarnya ia tetap pendusta." Kemudian Nabi SAW bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?"
"Entahlah." Jawab Abu Hurairah.
"Itulah syaitan", Nabi SAW menjelaskannya.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat, Amiin.
Subhaana-Ka Allaahumma wabihamdi-Ka asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta astaghfiru-Ka waatuubu ilai-Ka.

Do'a-do'a Pilihan

÷ مختارالأدعيّة ÷
للفقير الى رحمة الله الغفورزين المتقين ابن نور يدي

اللهمّ انت ربّي لااله ا لاّ انت خلقتني وانا عبدك وانا على عهدك ووعدك مااستطعت أعوذ بك من شرّ ماصنعت ابوء لك بنعمتك عليّ وابوء لك بذنبي فاغفر لي فانّه لايغفر الذّنوب الاّ انت ÷
حسبي الله لااله ا لاّ هو عليه توكّلت وهو ربّ العرش العظيم ÷
يا حيّ ياقيّوم برحمتك استغيث اصلح لي شأني كلّه ولاتكلني الى نفسي طرفة عين ÷
اصبحنا (امسينا) على فطرة الإسلام وعلى كلمة الإخلاص وعلى د ين نبيّنا محمّدص م وعلى ملّة ابينا ابراهيم حنيفا مسلما وما انا من المشركين ÷
اللهمّ اني اسأ لك باني اشهد انك انت الله لااله ا لاّ انت الاحد الّصمدالّذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوااحد ÷
اللهمّ اني اسأ لك من الخير كلّه عاجله وآجله ما علمت منه وما لم اعلم واعوذ بك من الشرّكله عاجله وآجله ما
علمت منه وما لم اعلم ÷
اللهمّ اني اسأ لك من خير ماسألك منه نبيّك محمّد واعوذ بك من شرّ ما استعاذك منه نبيّك محمّدوانت المستعان وعليك البلاغ ولا حول ولاقوّة اّلا بالله ÷
اللهمّ اني اسأ لك ايمانا دائماو اسأ لك قلبا خاشعا و اسأ لك علما نافعا و اسأ لك يقينا صادقا و اسأ لك عملا صالحا و اسأ لك دينا قيّما و اسأ لك خيرا كثيرا و اسأ لك العفووالعا فية و اسأ لك تمام العافية و اسأ لك الشّكر على العافية و اسأ لك الغناء عن النّاس اللهمّ ا كفني بحلالك عن حرامك واغنني بفضلك عمّن سواك ÷
اللهمّ اني اسأ لك رضاك و الجنّة و أعوذ بك من سختك والنّار ÷
اللهمّ اني اسأ لك ان ترزقني علما وعملا ينفعني ومالا يكفيني وبيتا يأويني ÷
اللهمّ اني اسأ لك السّلامة والصّحة والعافية في الّدنيا والأخرة ÷
اللهمّ اني اسأ لك طول العمر بالطّاعة واختم لي بالعمل الصّالحة ÷
ربّ اسألك خير ما في هذااليوم وخير مابعده و أعوذ بك من شرّ ما في هذااليوم وشرّ مابعده ربّ اعوذ بك من الكسل وسوءالكبر ربّ اعوذ بك من عذاب في النّار وعذاب في القبر ÷
ربّ اغفر لي ولوالديّ وارحمهما كما ربّياني صغيرا ÷
اللهمّ آت نفسي تقوها وزكّها انت خيرمن زكّها انت وليهّا ومولاها ÷
اللهمّ اجعلني و اولادي من اهل العلم والخير ولاتجعلني وايّاهم من اهل الشرّ والضّير ÷
اللهمّ اجعل اوّل يومي هذا صلاحا واوسطه فلاحا وآخره نجاحا ÷
اللهمّ اصلح لي ديني الّذي هو عصمة امري و اصلح لي دنياي الّتي فيها معاشي و اصلح لي أخرتي الّتي اليها معادي واجعل الحياة زيادة لي في كل خير واجعل الموت راحة لي من كلّ شرّ ÷
اللهمّ يافارج الهمّ كاشف الغمّ مجيب دعوة المضطرّين رحمن الّدنيا والأخرة ورحيمهما انت ترحمني فارحمني برحمة تغنيني عن رحمة من سواك ÷
اللهمّ قنّعني بما رزقتني وبارك لي فيه واخلف على غائبة لي بخير ÷
اللهمّ طهّر قلبي بنور هدايتك كما نوّرت انبيآءك ورسلك ابدا ÷
اللهمّ طهّر قلبي من النّفاق وحصّن فرجي من الفواحش ÷
اللهمّ يامقلّب القلوب ثبّت قلبي على دينك ويا مصرّف القلوب صرّف قلبي على طاعتك ÷
أعوذ بكلمات الله التآمّة من شرّ ما خلق ، ربّ اعوذ بك من همزات الشّياطين واعوذبك ربّ ان يحضرون ÷
اللهمّ إني أعوذ بك من جهد البلاء ودرك الشقاء وسوء القضاء وشماتة الاعدآء ÷
اللهمّ إني أعوذ بك أن أضلّ او أضلّ او أزلّ او أزلّ او أظلم او أظلم او اجهل او يجهل عليّ ÷
اللهمّ إني أعوذ بك من العجز والكسل وأعوذ بك من الجبن والبخل وأعوذ بك من غلبت الّدين وقهر الّرجال ÷
اللهمّ إني أعوذ بك من علم لاينفع ومن قلب لايخشع ومن نفس لاتشبع ومن دعوة لايستجاب لها ÷
اللهمّ إني أعوذ بك من النّفاق و سوء الأخلاق وضيق الارزاق ÷
ربّنا .....

Orang Yang Dido'akan Oleh Malaikat

Allah SWT berfirman : "Sebenarnya (Malaikat-Malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya" (QS Al Anbiyaa' 26-28).
Inilah orang-orang yang dido’akan oleh para Malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka Malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdo’a, 'Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si Fulan karena tidur dalam keadaan suci'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib I/37).

2. Orang yang duduk menunggu shalat
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para Malaikat akan mendo’akannya, 'Ya Allah, ampunilah ia, Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no. 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat
Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang-orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf)
Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib I/272)

5. Para Malaikat mengucapkan 'Amiin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalliin', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan Malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang telah lalu" (Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para Malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para Malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang-orang yang melakukan shalat Shubuh dan 'Ashar secara berjama'ah
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para Malaikat berkumpul pada saat shalat Shubuh lalu para Malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Shubuh) naik (ke langit), dan Malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'Ashar dan Malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'Ashar) naik (ke langit) sedangkan Malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendo’akan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang dido’akan Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah do’a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang Malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang-orang yang berinfak
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada satu hari pun di pagi hari seorang hamba berada padanya kecuali (ada) 2 Malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang makan sahur
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath-Thabrani, meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhiib wat-Tarhiib I/519)

11. Orang yang menjenguk orang sakit
Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya, kecuali Allah akan mengutus 70.000 Malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Kitab Shahih At-Tirmidzi II/343).

Demikian mudah-mudahan bermanfaat, Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka wa-atuubu ilaika.

Waktu-waktu yang mustajabah untuk berdo'a

Allah menjadikan setiap waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdo’a. Akan tetapi banyak orang yang menyia-nyiakan kesempatan yang baik tersebut. Mereka menyangka bahwa seluruh waktu itu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia tersebut untuk berdo’a agar mendapatkan kejayaan, keuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain :

(1). Sepertiga malam terakhir
Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga sepertiga akhir malam, lalu berfirman : Barangsiapa yang berdo’a, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya". (Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Do’a Nisfullail 7/149-150).

(2). Tatkala berbuka puasa
Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash Radhiyallahu 'anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika saat berbuka ada do’a yang tidak ditolak". (Sunan Ibnu Majah, bab Fis Shiyam La Turaddu Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17).

(3). Setiap selepas Shalat Fardhu
Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang do’a yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, baginda Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : “Di pertengahan malam yang terakhir dan setiap selesai shalat fardhu".
(Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782).

(4). Ketika saat perang berkecamuk
Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Ada dua do’a yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; yaitu do’a ketika saat adzan dan do’a ketika perang berkecamuk". (Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672).

(5). Sesaat ketika hari Jum'at
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu saat yang tidaklah bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah, melainkan akan diberikan padanya. Beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut". (Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuah 3/5-6)
Waktu yang sesaat itu tidak diketahui secara tepat dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari 11/203. Dan kemungkinan besar waktu tersebut adalah saat ketika imam atau khatib naik ke mimbar sampai selesai shalat Jum'at atau sampai selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

(6). Ketika waktu bangun tidur pada malam hari (bagi orang yang sebelum tidur dalam keadaan suci dan berdzikir kepada Allah)
Dari 'Amr bin 'Anbasah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat, melainkan Allah akan mengabulkannya". (Sunan Ibnu Majah, bab Do’a 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595).
Terbangun tanpa sengaja pada malam hari. (An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190). Yang dimaksudkan dengan "ta'ara minal lail" adalah terbangun dari tidur pada malam hari.

(7). Diantara Adzan dan Iqamah
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Do’a tidak akan ditolak diantara adzan dan iqamah". (Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139).

(8). Ketika sujud di dalam Shalat
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdo’a karena saat itu sangat tepat untuk dikabulkan". (Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48).
Yang dimaksudkan adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan do’a kamu.

(9). Ketika sedang turun hujan
Dari Sahl bin A'ad Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Dua do’a yang tidak pernah ditolak ; do’a ketika waktu adzan dan do’a ketika waktu hujan". (Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078).
Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab do’a pada waktu hujan tidak ditolak atau jarang ditolak ialah karena pada saat itu sedang turun rahmat, khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Fathul Qadir 3/340).

(10). Ketika saat ajal tiba
Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah 'alaihi wasallam mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapati kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau 'alaihi wasallam memejamkannya kemudian bersabda : “Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya”. Semua keluarga histeria. Baginda 'alaihi wasallam bersabda : “Janganlah kalian berdo’a untuk diri kalian kecuali kebaikan, karena para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan". (Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38).

(11). Ketika Lailatul Qadar
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sehingga terbit fajar". (Al-Qadr : 3-5).
Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan do’a setiap orang pasti dikabulkan. (Tuhfatud Dzakirin hal. 56).

(12). Ketika hari Arafah
Dari 'Amr bin Syu'aib Radhiyallahu 'anhu dari bapaknya dari datuknya bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah". (Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta'liq alal Misykat 2/797 No. 2598).

Mudah-mudahan bermanfaat, Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Dzikir Setelah Shalat

Telah menjadi kebiasaan Rasulullah saw setelah mengucapkan salam pada setiap shalat fardhu beliau beristighfar tiga kali, kemudian mengucapkan:
(( اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الجَلاَلِ وَالإِكْرَام لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللهمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الجدُّ مِنْكَ الجَدِّ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الحَسَنُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ ))
“Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Pemberi Sejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Engkau Pemberi barakah, wahai pemilik Keagungan dan Kemuliaan. Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, yang Esa tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kekuasaan dan segala pujian, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Ya Allah tiada seorangpun yang mampu menghalangi terhadap pemberian-Mu dan tidak ada pula yang dapat memberi sesuatu yang Engkau halangi, dan tidak ada manfaat kekayaan seseorang dari siksa-Mu, tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dari Allah, tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah, dan tidaklah kami beribadah kecuali kepada-Nya, hanya milik-Nya kenikmatan, keutamaan dan sanjungan yang baik. Tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah dengan rasa ikhlas kami beribadah kepada-Nya walaupun orang-orang kafir benci”.
Kemudian membaca tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali:
Maha suci Allah : سُبْحَانَ اللهِ
Segala puji bagi Allah : الْحَمْدُ ِللهِ
Allah Maha Besar : اللهُ أَكْبَرُ

Kemudian digenapkan yang keseratusnya dengan ucapan:
(( لا إِلَهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ))
“Tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa”

Dilanjutkan dengan membaca ayat kursi:
“Allah tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya) tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa idzin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang di kehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung”. (QS. Al Baqarah: 255).

Kemudian membaca surat Al-ikhlas:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang".
“Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah adalah Ilah Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dan tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".

Kemudian membaca surat Al Falaq:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang".
“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya dan dari kejahatan malam apabila telah datang gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus buhul-buhul. Dan hari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki".

Lalu membaca surat An-Nas:
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang".
"Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Rajanya manusia, Sesembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia dari jin dan manusia”.

Dan disunnahkan mengulang sampai tiga kali untuk tiga surat yang terakhir, khusus setelah shalat subuh dan shalat maghrib. Hal ini berdasarkan hadits shahih dari Nabi saw.
Di samping itu, sesuai dengan sunnah Nabi saw pada setiap selesai shalat maghrib dan subuh, juga disunnahkan membaca dzikir di bawah ini 10 kali:
(( لا إِلَهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ))
“Tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya kekuasaan dan segala pujian. Ia yang menghidupkan dan yang mematikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu”. (HR. Muslim).

Apabila ia seorang imam, sesudah mengucapkan istighfar tiga kali, dan mengucapkan: “Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta ya dzal jalali wal ikram” disunnahkan mengubah posisi duduk menghadap kepada jama'ah. Setelah itu barulah ia melanjutkan dzikir sesuai dengan yang dijelaskan di atas. Ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits-hadits yang cukup banyak dari Aisyah radhiallahu 'anha dalam riwayat Muslim. Semua do’a dan dzikir tersebut hukumnya sunnah bukan wajib.
Powered by Blogger