Tips Menghadapi Amarah

Apabila kita marah, maka kita harus menenangkannya dan meredamnya agar tidak meluap hingga menimbulkan bahaya dan kerugian yang besar. Berikut beberapa tips untuk mengatasinya :

1. Berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Dari Sulaiman bin Shurad ra., ia mengatakan bahwa ; ”Dua orang saling mencaci maki di depan Nabi SAW, lalu salah satu dari keduanya marah, wajahnya memerah dan tegang urat-urat lehernya, maka Nabi SAW memandanginya seraya bersabda, ’Aku mengetahui suatu kalimat yang seandainya ia mengucapkannya niscaya hilang darinya apa yang didapatinya (kemarahan), yaitu aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
2. Mengingat besarnya pahala menahan amarah.
Dari Ibnu Umar ra. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, ”Tidak ada perbuatan menahan yang lebih besar pahalanya di sisi Allah, daripada menahan amarah yang dilakukan hamba karena mengharapkan wajah (ridha) Allah.” Juga sabdanya, ”Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal ia mampu meluapkannya, maka Allah akan menyerunya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat kelak, dan memberi pilihan kepadanya berupa bidadari yang disukainya.” (HR. Ahmad).
3. Diam, karena orang yang sedang marah lebih dekat kepada kesalahan. Ada ungkapan peribahasa, ”Man shomata najaa” (Barangsiapa yang diam, maka ia selamat....) Nabi SAW bersabda, ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaknya berkatalah yang baik atau diamlah.”
4. Duduk atau berbaring, lebih baik lagi tidur.
Dari Abu Dzar Al-Ghifari berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah, jika kemarahan hilang darinya (maka itu baik), jika tidak maka tidurlah.”
5. Merenung sambil membayangkan tampang dirinya yang buruk ketika sedang marah.
6. Mengingat besarnya pahala mema’afkan, daripada meluapkan marah yang berakibat kerugian. Menahan amarah dan memiliki sifat mema’afkan (jiwa pema’af) merupakan diantara ciri-ciri orang yang bertaqwa yang dijanjikan oleh Allah berupa ampunan dan nikmat surga yang luasnya seluas langit dan bumi (lihat QS. Ali Imran : 133-134).
7. Menjauhkan diri dari mencaci (dengan kata-kata kotor) , menuduh, atau mengutuk, karena hal itu termasuk sifat-sifat orang yang dungu. Diriwayatkan dari Salman bahwa ia mengatakan, ketika seseorang mencacinya, ”Jika timbangan (kebaikanku) ringan, maka aku lebih buruk daripada apa yang kamu katakan, Sebaliknya, jika timbangan (kebaikanku) berat, maka tidak merugikanku sama sekali apa yang kamu katakan.”

Oleh : Zaenal Muttaqin Noor

Demikian mudah-mudahan bermanfaat, Amiin.
Subhaana-Ka Allaahumma wabihamdi-Ka asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta astaghfiru-Ka waatuubu ilai-Ka.

0 Response to "Tips Menghadapi Amarah"

Posting Komentar

Powered by Blogger