Siksaan bagi orang yang meninggalkan shalat fardhu

Hukum meninggalkan satu kali shalat :
1. Shalat Shubuh : satu kali meninggalkan shalat Shubuh akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.
2. Shalat Dzuhur : satu kali meninggalkan shalat Dzuhur dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat Islam.
3. Shalat Ashar : satu kali meninggalkan shalat Ashar dosanya sama dengan menutup/ meruntuhkan Ka’bah.
4. Shalat Maghrib : satu kali meninggalkan shalat Maghrib dosanya sama dengan berzina dengan orang tuanya sendiri.
5. Shalat Isya : satu kali meninggalkan shalat Isya tidak akan diridhoi oleh Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit ini, serta makan dan minum dari nikmat-Nya.

Siksaan di dunia bagi orang yang meninggalkan Shalat Fardhu :
1. Allah SWT mengurangi keberkahan umurnya.
2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/ cahaya shaleh dari raut wajahnya.
4. Orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai tempat di dalam Islam.
5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
6. Allah tidak akan mengabulkan do’anya.

Siksaan bagi orang yang meninggalkan Shalat Fardhu ketika sakratul maut :
1. Orang yang meninggalkan shalat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.
2. Meninggal dunia dalam keadaan yang sangat lapar.
3. Meninggal dunia dalam keadaan yang sangat haus.

Siksaan bagi orang yang meninggalkan Shalat Fardhu di dalam kubur :
1. Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit-sempitnya.
2. Orang yang meninggalkan shalat kuburannya akan sangat gelap.
3. Akan disiksa sampai hari kiamat tiba.

Siksaan bagi orang yang meninggalkan Shalat Fardhu ketika bertemu Allah :
1. Orang yang meninggalkan shalat di hari kiamat akan dibelenggu oleh Malaikat.
2. Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.
3. Allah SWT tidak akan mengampuni dosa-dosanya dan akan diazab sangat pedih di neraka.

Mengenai balasan bagi orang yang meninggalkan Shalat Fardu : "Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, setiap kali benturan itu menyebabkan kepalanya pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak berhenti terus melakukannya. Lalu Rasulullah SAW bertanya : "Siapakah orang ini wahai Jibril"? Jibril menjawab : "Mereka ini adalah orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Shalat Fardhu". (Hadits Riwayat Thabrani, dengan sanad shahih)

Sumber : Dari Buku Himpunan Fadhilah Amal - Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandhalawi hal 107.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Kamus Besar Bahasa Indonesia


Alhamdulillah sekarang Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi offline sudah ada dan siap dirilis. KBBI versi 1.1 ini merupakan versi offline dari KBBI Daring (edisi III) yang ada di Pusat Bahasa (http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/). Dibanding versi online, kamus ini mempunyai beberapa keunggulan, tentunya kamus ini juga gratis (freeware) dan bebas disebarluaskan dengan syarat tidak mengubah software.
Ide untuk membuat kamus versi offline ini muncul ketika melihat situs KBBI tersebut, dan sekalian me-review ulang delphi programming yang sudah agak lama tidak terpakai lagi. Database diambil dari website dengan otomatisasi program yang juga dibuat dengan Delphi 7 personal. KBBI v1.1 ini bersifat portable sehingga tinggal download kemudian langsung jalankan, tanpa perlu diinstall.

Penggunaan dan Fitur
Sengaja, tidak ada petunjuk penggunaan atau file bantuan, karena penggunaannya sangat mudah, tinggal memasukkan kata yang akan dicari dan tekan enter atau klik tombol cari, maka akan ditampilkan arti kata yang dimaksud jika ada.
Arti yang ditampilkan sudah diformat sedemikian rupa agar memudahkan pengguna membaca dan mencari definisi kata yang dimaksud. Dua kolom sebelah kiri merupakan hasil kata pencarian, dengan penjelasan :
• Kolom atas merupakan daftar kata yang merupakan kata dasar
• Kolom kedua merupakan hasil pencarian, hanya saja tidak didapatkan pada kata dasar tetapi pada kata turunan atau majemuk ( diistilahkan dengan sub lema)

Bagian Kanan merupakan definisi kata yang ditampilkan dengan warna yang memberikan arti sebagai berikut :
• Warna merah dengan latar kuning adalah lema (kata dasar)
• Warna merah dengan nomor adalah banyaknya arti atau definisi kata
• Warna merah saja tanpa latar merupakan sub lema atau kata turunan
• Warna biru adalah jenis kata atau termasuk dalam istilah apa
• Warna hitam adalah arti atau definisi dari kata
• Warna hijau adalah contoh penggunaan kata dalam kalimat
• Warna ungu adalah contoh dalam peribahasa
• Warna hitam dengan latar hijau merupakan hasil pencarian yang terdapat pada sub-lema atau kata turunan

Jika ada masukan, saran, kesalahan tampilan atau program, silahkan disampaikan. Bagi yang ingin mengupload di (blog/website) tempat lain, diharap untuk tetap mencantumkan link ke ebsoft.web.id atau ke tulisan ini. Semoga KBBI offline ini bisa bermanfaat. Download KBBI v1.1 ( box.net) atau dari link ini KBBI v1.1 (4shared) ukuran sekitar 3.2 MB

Update
Versi 1.1 : Perbaikan file yang dideteksi sebagai virus oleh beberapa Antivirus (Kaspersky, AVira )

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

5 Tempat Download Software Gratis Terlengkap

Bagi yang sering download software dari internet, tentu punya alamat web khusus yang sering dikunjungi. Website tempat download software gratis di internet sangatlah banyak, tetapi dari sekian banyaknya alamat website yang ada tidak semua memberikan koleksi lengkap, kemudahan, review atau fitur menarik lainnya. Berikut 5 website terbesar tempat download berbagai software gratis di internet. Software gratis yang sering di istilahkan dengan Freeware bisa kita dapatkan di situs-situs besar berikut. Freeware merupakan alternatif murah dari software berbayar. Satu hal ketika akan download software, dan ingin mendapatkan software yang gratis dan dapat digunakan sepenuhnya, maka jangan lupa cari label Freeware.

Download.com ( CNET)



Situs download.com mungkin merupakan situs download terbesar, mempunyai berbagai koleksi software untuk Windows, Mac, Mobile dan Webware. Selain koleksi yang sangat banyak, pemberian kategori yang jelas, kelebihan lainnya CNET adalah adanya review atau ulasan dari Editor serta pemberian rating baik dari Editor maupun penggunanya.
Jika ingin mendapatkan software Freeware, pastikan memilih Free dari pilihan harga. Salah satu hal yang kurang menyenangkan dari website ini adalah banyaknya iklan (banner, flash) dan konten website yang padat, sehingga kadang agak lambat untuk menuju ke halaman download software.

Softpedia



Website download ini mungkin termasuk peringkat kedua terbesar setelah CNET, dengan koleksi software untuk Windows, Mac, Linux, Mobile, Gadget dan lainnya. Juga tersedia download script, yang sangat membantu bagi para programmer seperti pengembang website . Seperti halnya CNET, softpedia juga memberikan rating dari para pengguna untuk software yang ada.
Struktur dan tampilan Softpedia lebih memudahkan daripada CNET, selain itu juga ada koleksi software untuk linux. Terkadang softpedia memberikan lisensi gratis untuk software berbayar, yang jarang dilakukan website download lainnya.

FileHippo



Situs ini mempunyai tampilan yang sederhana, tidak banyak iklan dan khusus memberikan software-software populer saja baik freeware maupun shareware/commercial (berbayar). Filehippo memang berfokus pada kualitas, bukan kuantitas (jumlah). Semua software di FileHippo ditempatkan di server mereka sendiri, sehingga proses download relatif lebih cepat.
Karena tampilan yang sederhana, maka proses mencari software sangat mudah, dan kita bisa mendapatkan software-software populer di tiap kategori. Sehingga bagi yang ingin mendapatkan software populer tanpa harus banyak browsing, FileHippo merupakan pilihan yang tepat. Kelebihan lainnya adalah kita masih bisa download software versi-versi sebelumnya.

Brothersoft



Merupakan situs download Software, baik untuk Windows, Mobile, Mac dan Web. Mempunyai koleksi lebih dari 200.000 download. Satu hal yang kurang menyenangkan adalah banyaknya banner atau iklan yang ada di setiap halaman.
Brothersoft juga tidak banyak memberikan review terhadap koleksi software-softwarenya sehingga terasa kurang bagi yang ingin mengetahui lebih dahulu ulasannya.

MajorGeeks



Merupakan alternatif download dari Softpedia atau CNET. Tampilan lebih sederhana dan relatif cukup cepat loadingnya. Software sepertinya berfokus khusus untuk windows.
Salah satu kelebihan Majorgeeks adalah adanya alternatif lokasi download. Sehingga jika download gagal atau lambat, bisa berganti dengan lokasi download lainnya.
Dari kelima situs download diatas, biasanya yang pertama saya pilih adalah FileHippo, karena tampilannya yang sederhana, tidak banyak iklan dan bisa langsung menuju ke software populer yang sering kita pakai. Alternatif berikutnya adalah Softpedia.

Situs Download Lainnya
Sourceforge.net, website download terbesar software open source
Tucows.com, alternatif software download (windows, Mac, Linux, Web dan Mobile)
Snapfiles.com, situs download software untuk windows freeware dan shareware
Freewaregenius.com, dengan tampilan blog dan memfokuskan pada freeware saja

Jika Anda mempunyai alamat website download software lainnya yang lengkap, bisa menambahkan dan berbagi melalui komentar dibawah.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Adab dan Hukum Seputar Iedul Fitri

Islam adalah agama yang sempurna dalam hal aspek manapun dan dari kacamata siapapun yang melihatnya, apapun profesi mereka maka aturan dalam Islam pasti dan pasti akan cocok dengan cara hidup mereka karena Islam tidak hanya meliputi wilayah hukum, ekonomi, pola hidup tapi juga meliputi bagaimana kita harus bersikap yang sopan, santun yang disenangi oleh Allah dan telah dicontohkan oleh Rasullah saw.
Diantara adab-adab yang perlu diperhatikan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri antara lain :

1.Mandi dan Mengenakan Pakaian Yang Paling Bagus.
Dari Fakih bin Sa’ad bahwasanya Rasulullah SAW senantiasa mandi pada hari Jum’at, hari Arafah, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dan Fakih (Perawi hadits ini) senantiasa memerintahkan keluarganya untuk mandi pada hari-hari tersebut. (HR. Ahmad).
Berkata Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad (1/441) : "Nabi memakai pakaiannya yang paling bagus untuk keluar (melaksanakan shalat) pada hari Idul Fithri dan Idul Adha".
Beliau memiliki perhiasan yang biasa dipakai pada dua hari raya itu dan pada hari Jum'at. Sekali waktu beliau memakai dua burdah (kain bergaris yang diselimutkan pada badan) yang berwarna hijau, dan terkadang mengenakan burdah berwarna merah (Lihat Silsilah As-Shahihah 1279), namun bukan merah murni sebagaimana yang disangkakan sebagian manusia, karena jika demikian bukan lagi namanya burdah. Tapi yang beliau kenakan adalah kain yang ada garis-garis merah seperti kain bergaris dari Yaman."

2.Hari Raya Idul Fitri Adalah Syiar Islam.
Idul Fitri adalah da'wah ummat Islam seluruhnya, maka Rasulullah saw memerintahkan semua ummat muslim termasuk wanita walaupun mereka berhalangan.
Diriwayatkan dari Ummu 'Athiyah ra. ia berkata : Rasulullah saw memerintahkan kami keluar pada 'Idul Fitri dan 'Idul Adha semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita yang tinggal dalam kamarnya.
Adapun wanita yang sedang haid mengasingkan diri dari tempat salat 'ied, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan da'wah kaum muslimin (mendengarkan khutbah). Saya berkata : Ya Rasulullah, bagaimana dengan kami yang tidak mempunyai jilbab? Beliau bersabda : Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya dari jilbabnya. (HR : Jama'ah).

3.Makan Sebelum ke Tempat Shalat.
Dari Anas ra, ia berkata (yang artinya) : “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pergi (ke tanah lapang) pada hari Iedul Fitri hingga beliau makan beberapa butir kurma". [Hadits Riwayat Bukhari 953, Tirmidzi 543, Ibnu Majah 1754 dan Ahmad 3/125, 164, 232].
Berkata Imam Al Muhallab : "Hikmah makan sebelum shalat (Idul Fithri) adalah agar orang tidak menyangka masih diharuskan puasa hingga dilaksankan shalat ‘Ied, seolah-olah beliau ingin menutup jalan menuju ke sana" [Fathul Bari 2/447, lihat di dalam kitab tersebut ucapan penulis tentang hikmah disunahkannya makan kurma].

4.Berjalan Kaki ke Tempat Shalat.
Dari Ali bin Abi Thalib ra berkata, termasuk sunnah jika kamu keluar mendatangi tempat shalat Ied dengan berjalan kaki dan memakan sesuatu sebelum pergi ke tempat shalat Ied.” (HR. Turmudzi).
"Ibnu Umar r.a dan Abu Hurairah ra keluar ke pasar pada hari sepuluh pertama dari Dzulhijjah. Mereka berdua mengucapkan takbir, kemudian orang-orang yang ada di pasar mengikuti takbiran mereka berdua.” (HR Bukhari mu'allaqan).
" Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab mengucapkan takbir secara keras dari kemahnya ketika di Mina, ketika orang-orang yang sedang di Masjid mendengar takbir Umar, mereka pun mengikuti takbirnya, ketika orang-orang pasar mendengar takbiran orang-orang yang di masjid, mereka ikut bertakbir juga, sehingga Mina dipenuhi dengan suara takbir." (HR Bukhari Mu'allaqan).

5.Shalat Di Lapangan.
“Pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, Rasulullah saw keluar menuju tempat shalat (lapangan). Pertama kali yang dikerjakan adalah melakukan shalat. " (HR Bukhari dan Muslim).
Menjalankan shalat ‘Ied tanpa udzur di masjid hukumnya makruh. Pendapat berlandaskan dalil riwayat Abu Hurairah, "Kami kedatangan hujan sewaktu hari raya, lalu Rasulullah saw memerintahkan agar shalat dilaksanakan di masjid" (H.R. Abu Dawud).
Adapun di Makkah maka disunnahkan di Masjidil Haram karena masjid tersebut lebih utama dari tempat manapun dan melihat Ka'bah merupakan ibadah.

6.Mengambil Jalan Yang Berbeda Ketika Pulang Shalat.
Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw apabila pergi (ke tempat shalat Ied) pada hari Ied melalui satu jalan, maka beliau kembali dari tempat tersebut melalui jalan yang berbeda.”

7.Hukum Masbuq (terlambat) dalam Melaksanakan Shalat Ied
Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa, "Siapa yang tidak mengikuti shalat Ied berjamaah, hendaklah ia shalat empat rakaat (2 salam)".
"Bahwasanya beliau (Anas) jika tidak ikut shalat Ied bersama Imam di Bashrah, beliau mengumpulkan keluarga dan para pembantunya, kemudian Abdullah bin Abu Atabah berdiri memimpin shalat bersama mereka dua rakaat.” (Riwayat Bukhari Mu'allaqan).
Dalam hal ini kita diberikan pilihan, mengerjakan 4 rakaat (2 salam) atau 2 rakaat saja.

8.Shalat Ied adalah Wajib.
Dikatakan oleh Shidiq Hasan Khan rahimahullah, beliau berdalil : “Bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa mengerjakan shalat ‘Ied selama hidupnya dan tidak pernah meninggalkannya walaupun sekali, juga beliau memerintahkan manusia untuk keluar menunaikan ‘Ied, juga memerintahkan wanita-wanita muda dan para gadis pingitan serta wanita-wanita haid untuk keluar dan menyaksikan kebaikan dan do’anya kaum muslimin,” kemudian beliau berkata : “Semua itu menunjukkan akan wajibnya.” [Lihat Raudhatun Nadiyah]
Beliaupun berdalil atas wajibnya shalat ‘Ied dengan perkataan : "Bahwa shalat ‘Ied menggugurkan shalat Juma’at jika bertepatan dengan hari Jum’at".

9.Ucapan Selamat yang Seharusnya.
Dari Khalid bin Ma’dan ra berkata, Aku menemui Watsilah bin Al-Asqo’ pada hari Ied, lalu aku mengatakan, ‘Taqabbalallaah Minna Wa Minka”. Lalu ia menjawab, ‘Iya, Taqabbalallah Minna Wa Minka,’. Kemudian Watsilah berkata, ‘Aku menemui Rasulullah saw pada hari Ied lalu aku mengucapkan ‘Taqabbalallah Minna Wa Minka’, kemudian Rasulullah saw menjawab, ‘Ya, Taqabbalallah Minna Wa Minka’ (HR. Baihaqi Dalam Sunan Kubra).
Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar [Fathul Bari 2/446] : "Dalam Al Mahamiliyat dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata (yang artinya) : Para Sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : "Taqabbalallahu minnaa wa minkum" (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu).
Adapun ucapan selamat : "kullu 'aamin wa antum bikhair" atau yang semisalnya seperti yang banyak dilakukan manusia (di Indonesia "minal 'aidin walfaizin"), maka ini tertolak tidak diterima, bahkan termasuk perkara yang disinggung dalam firman Allah (yang artinya): "Apakah kalian ingin mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?".

10.Tidak Berlebih-lebihan dalam Berpakaian dan Berdandan.
Seringkali pakaian yang bagus dan indah yang memang disunnahkan untuk dikenakan pada hari raya Iedul Fitri, menjadikan kita terjebak pada sifat berlebihan dalam berpakaian ataupun berdandan, sehingga terkadang ‘aurat’ tidak terjaga, atau berpakaian terlalu ketat, atau juga terlalu menyolok (baca; tabarruj).
Sehingga dosa-dosa yang telah terampuni kembali masuk dalam diri kita. Oleh karenanya, sebaiknya dalam berpakaian tidak melanggar batasan-batasan syar’i, baik bagi pria maupun wanita.
“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (Al-Ahzab 33).

11.Tidak Berjabat Tangan antara Pria dan Wanita yang Bukan Mahromnya.
Hal ini juga terkadang sering terlalaikan dalam merayakan Iedul Fitri terhadap sanak saudara, tetangga atau teman dan kerabat. Padahal berjabat tangan bagi yang bukan mahromnya adalah termasuk perbuatan yang dilarang.
“Dari Urwah ra, bahwasanya Aisyah memberitahukannya tentang bai’at wanita. Aisyah berkata, Rasulullah saw tidak pernah menyentuh dengan tangannya seorang wanita sama sekali.” (HR. Muslim).

12.Tidak Berlebih-lebihan dalam Tertawa dan Bercanda.
Tertawa, bercanda, mendengarkan hiburan termasuk perkara yang dimubahkan terutama pada Iedul Fitri. Namun yang tidak diperbolehkan adalah ketika perbuatan tersebut berlebihan, sehingga melupakan kewajiban atau menjerumuskan pada sesuatu yang dilarang.
"Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan". (QS. At-Taubah : 82).

13.Tidak Berlebih-lebihan dalam Mengkonsumsi Makanan (tabdzir).
Dan makan dan minumlah kalian, tapi janganlah kalian berlebih-lebihan. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raf : 31)
Diriwayatkan dari Abi Umair bin Anas, diriwayatkan dari seorang pamannya dari golongan Anshar, ia berkata, mereka berkata : Karena tertutup awan maka tidak terlihat oleh kami hilal Syawwal, maka pada pagi harinya kami masih tetap shaum, kemudian datanglah satu kafilah berkendaraan di akhir siang, mereka bersaksi dihadapan Rasulullah saw. bahwa mereka kemarin melihat hilal. Maka Rasulullah saw. memerintahkan semua manusia (ummat Islam) agar berbuka pada hari itu dan keluar menunaikan salat 'Ied pada hari esoknya. (HR : Lima kecuali At-Tirmidzi)

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Dendam dan Sakit Hati

Dendam nyaris selalu disertai sakit hati. Dan itu sering menjadi dasar untuk melakukan sebuah pembalasan. Saat orang lain melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, tiba-tiba saja kita merasa mendapatkan ijin khusus dari Tuhan untuk melakukan pembalasan. Bahkan, tidak jarang kita memberikan “bonus” nya sekalian. Jika anda menampar saya perlahan, maka sebagai bonusnya, tamparan balasan dari saya bisa sangat keras sekali. Kalau perlu, hingga membuat anda pingsan. Jika hari ini saya belum bisa membalas anda, maka semuanya itu akan berubah menjadi hutang yang wajib untuk dibayarkan kepada anda di masa depan. Jika tangan saya sendiri tidak mampu melakukannya, maka saya akan mengutus orang lain untuk mewakili terlunasinya hutang-hutang itu. Berikut bunganya sekalian. Bukankah begitu kita mendefinisikan sebuah dendam?

Secara garis besar, ada tiga komponen yang menghidupi dendam, yaitu : perbuatan orang lain kepada kita, rasa sakit hati, dan pembalasan. Mari kita bahas, satu demi satu. Pertama, perbuatan orang lain kepada kita. Dalam banyak situasi, kita tidak bisa mengendalikan perbuatan orang lain. Kita sama sekali tidak memiliki hak untuk menyuruh atau melarang orang lain untuk melakukan atau menghindari sebuah perbuatan. Paling banter, anda hanya bisa menghimbau. Misalnya dengan mengatakan, “Maaf Mas, kalau mau merokok jangan diruangan ber-AC seperti ini dong...!” Apakah orang itu akan berhenti, atau pindah ke tempat terbuka, atau memasabodohkan perkataan anda, itu di luar kuasa anda.
Bahkan, sekalipun anda seorang atasan, anda hanya bisa mengatakan, “Optimalkan jam kerjamu.” Atau “Lakukan kegiatan ekstra untuk perusahaan.” Atau “Jangan terlambat masuk kerja.” Anda bisa melakukannya sebatas itu. Sekalipun anda melakukan semuanya itu atas kewenangan anda dan demi kebaikan organisasi dan diri mereka sendiri, tetapi di mata mereka anda tidak lebih dari seorang atasan yang bawel. Anda tak perlu heran. Sebab, anda sama sekali tidak bisa mengontrol tindakan atau perbuatan orang lain. Dengan kata lain, anda sama sekali tidak memiliki kuasa untuk mempengaruhi ‘will’ seseorang. Mengapa? Karena, ‘kehendak’ adalah hak setiap manusia. Dan seperti yang kita tahu, ada orang yang mampu mengarahkan kehendaknya kepada hal-hal postif dan produktif, dan ada pula yang sebaliknya.

Kedua, rasa sakit hati. Mungkin anda bisa mengatakan, “sakit sekali hati ini”. Namun, bisakah anda menemukan di manakah letaknya rasa sakit hati itu? Dibawa ke rumahsakit pun tidak akan membantu anda menemukan letak rasa sakit itu. Mengapa? Karena sakit hati adanya diawang-awang. Yang bisa menjangkaunya hanyalah perasaan. Liver kita sehat walafiat. Tetapi, mengapa kita merasakan sakit begitu rupa? Karena kita membiarkan perasaan merengkuh rasa sakit itu. Dan membawanya masuk ke dalam hati kita. Seandainya kita tidak mengijinkan perasaan menggapainya, maka kita tidak akan merasakannya.
Oleh karena itu, sakit hati sama sekali tidak berhubungan dengan tindakan orang lain, melainkan dengan diri kita sendiri. Jika kita tidak menginginkan rasa sakit hati itu, maka tindakan apapun yang dilakukan oleh orang lain tidak akan berhasil menjadikan kita sakit hati. Ada orang yang menghina anda sebegitu rupa, namun anda tidak mengijinkan perasaan membawa sakit hati. Maka anda akan tenang-tenang saja. Ada orang yang menggosipkan tentang kekurangan-kekurangan anda. Dan tentu saja, gosip baru enak kalau ditambah dengan bumbu-bumbu, bukan? Sehingga, di lingkungan anda terbentuk opini yang sedemikian buruknya tentang anda. Anda sakit hati? Tidak, jika anda tidak mengijinkan sang perasaan melakukannya. Sekalipun tidak semua yang mereka katakan tentang anda itu benar. Artinya, ada bumbu tambahan yang dilebih-lebihkan. Jika anda benar-benar tidak seperti yang mereka katakana, maka itu tidak akan terlalu berpengaruh kepada baik atau buruknya diri anda. So what?

Ketiga, pembalasan. Anda boleh melakukan pembalasan dengan 3 syarat : kalau anda lebih kuat, kalau ingin membuat dendam baru, dan kalau anda kurang kerjaan. Kalau mereka lebih kuat dari anda, dan anda ngotot untuk melakukan pembalasan itu berarti sama saja anda bunuh diri. Jadi, melakukan pembalasan kepada pihak yang lebih kuat itu sama sekali bukanlah tindakan yang cerdas. Jika anda benar-benar cerdas, lebih baik lupakan saja itu yang namanya balas dendam. Buang jauh-jauh sifat dendam, dan anda akan hidup dengan tentram.
Mungkin anda berhasil bisa membalas dendam. Sehingga ketika dendam itu terbalaskan, hati anda sembuh dari sakit. Hey, harap diingat...! Pembalasan anda bisa menumbuhkan dendam lain di hati mereka. Kemudian mereka membalas lagi kepada anda, lalu anda kembali membalasnya. Maka jadilah dendam itu berputar-putar sampai tidak tahu kapan saatnya untuk berhenti. Sehingga, anak keturunan kita harus ikut menanggung dendam yang sama, meskipun mereka tidak tahu menahu apa penyebabnya. Maukah anda mengorbankan anak cucu untuk sebuah dendam yang anda buat dengan orang lain? Tidak. Baguslah itu. Jadi, mari kita lupakan dendam kesumat itu. Cukup sampai disitu saja.
Lagipula, anda bukanlah orang yang kekurangan pekerjaan. Ada seribu satu hal yang lebih penting yang membutuhkan curahan perhatian kita. Dengan melakukan semuanya itu, hidup kita menjadi lebih berarti. Jika kita membuang-buang waktu, tenaga, dan perhatian hanya untuk mengurusi dendam, maka semua hal positif yang menanti kita untuk bertindak akan terbengkalai begitu rupa. Sehingga, hidup kita menjadi kurang bermakna. Jadi, bisakah kita mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa, “kita tidak memiliki waktu untuk membalas dendam”. Oleh karena itu, setiap perbuatan buruk orang lain kepada kita, tidak perlu dibalas dengan perbuatan buruk yang sama. Dengan begitu, selain kita bisa menjadi manusia yang pemaaf, kita akan terbebas dari sesuatu yang kita sebut sebagai ’sakit hati’ itu. Kita juga bisa melakukan banyak hal lain yang lebih berguna dalam hidup ini. Jadi, perlukah membawa-bawa dendam ini disepanjang hidup kita?

Sahabat, “Dalam ajaran Islam membalas itu tidak terlarang, akan tetapi memaafkan itu jauh lebih baik.”
Suatu hari ‘Aisyah yang tengah duduk santai bersama suaminya, Rasulullah saw, dikagetkan oleh kedatangan seorang Yahudi yang minta izin masuk ke rumahnya dengan ucapan “Assaamu’alaikum (kecelakaan bagimu)” sebagai ganti ucapan Assalaamu’alaikum kepada Rasulullah.
Tak lama kemudian datang lagi Yahudi yang lain dengan perbuatan yang sama. Ia masuk dan mengucapkan Assaamu’alaikum (kecelakaan bagimu). Jelas sekali bahwa mereka datang dengan sengaja untuk mengganggu ketenangan Rasulullah. Menyaksikan pola tingkah mereka, Aisyah gemas dan berteriak : Kalianlah yang celaka...!
Rasulullah saw tidak menyukai reaksi keras istrinya. Beliau menegur, Hai ‘Aisyah, jangan kau ucapkan sesuatu yang keji. Seandainya Allah menampakkan gambaran yang keji secara nyata, niscaya dia akan berbentuk sesuatu yang paling buruk dan jahat. Berlemah lembut atas semua yang telah terjadi akan menghias dan memperindah perbuatan itu, dan atas segala sesuatu yang bakal terjadi akan menanamkan keindahannya. Kenapa engkau harus marah dan berang?”
“Ya Rasulullah, apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka ucapkan secara keji sebagai pengganti dari ucapan salam?”
“Ya, aku telah mendengarnya. Aku pun telah menjawabnya wa’alaikum (juga atas kalian), dan itu sudah cukup.”
Manusia agung, Muhammad saw ini lagi-lagi memberikan pelajaran yag sangat berharga kepada istrinya, yang tentu saja berlaku pula bagi segenap kaum muslimin. Betapa beliau telah menunjukkan suatu kepribadian yang amat matang dan sangat dewasa dalam menghadapi berbagai keadaan. Begitu kokoh pemahaman dirinya, sehingga tidak mudah terpancing amarahnya. Suatu pengendalian emosi yang luar biasa.
Sebagai istri, ‘Aisyah tentu tidak rela manakala suami tercintanya menerima ucapan keji dan busuk, sebagaimana yang diucapkan oleh orang Yahudi. Darahnya segera mendidih, dan tanpa kendali keluarlah dari kedua bibirnya kata-kata keji pula sebagai balasan atas mereka.
Apa yang dikatakan oleh ‘Aisyah sebenarnya dalam batas kewajaran. Ia tidak berlebihan dalam mengumpat dan mengata-katai mereka. Ia hanya membalas secara setimpal apa yang mereka ucapkan. Akan tetapi Rasulullah saw belum berkenan terhadap ucapan istrinya. Beliau ingin agar ‘Aisyah mengganti ucapannya dengan satu kata yang lugas tapi tetap sopan. Rasulullah berkata, Wa’alaikum, itu sudah cukup.’
Keperkasaan seseorang tidak bisa diukur dari kekuatan fisiknya. Orang yang jantan, bukan mereka yang ahli bertinju, bukan mereka yang di setiap pertandingan tak terkalahkan. Menurut determinasi Islam, orang yang kuat adalah mereka yang dikala marah bisa menahan dirinya. Rasulullah bersabda, “Bukan dikatakan pemberani karena seseorang cepat meluapkan amarahnya. Seorang pemberani adalah mereka yang dapat menguasai diri (nafsu)-nya sewaktu marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah saw bersabda : “Ada tiga hal yang jika dimiliki seseorang, ia akan mendapatkan pemeliharaan dari Allah, akan dipenuhi dengan rahmat-Nya, dan Allah akan senantiasa memasukkannya dalam lingkungan hamba yang mendapatkan cinta-Nya, yaitu (1) seseorang yang selalu bersyukur manakala mendapat nikmat dari-Nya, (2) seseorang yang mampu meluapkan amarahnya tetapi mampu memberi maaf atas kesalahan orang, (3) seseorang yang apabila sedang marah, dia menghentikan marahnya.” (HR. Hakim).

Sumber : http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

Demikian mudah-mudahan bermanfaat.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Takut Miskin

Alkisah, ada seorang pemuda kaya raya yang sangat kikir karena takut miskin. Saking pelitnya bahkan untuk makan sehari-hari pun dia rela hanya makan dengan sepotong ikan asin atau cukup dengan sambal terasi ssaja atau cukup dengan sebungkus mie instan, walaupun hartanya sangat melimpah.
Selain pelit, dia terkenal juga dengan akhlaqnya yang jelek dan kesombongannya yang melampaui batas. Hartanya dia taruh di dalam kamar dengan pintu dari besi dan dengan kunci yang berlapis-lapis. Disitu ada emas batangan berkilo-kilo, perhiasan emas, intan permata dan bergepok-gepok uang seratus ribuan. Karena kerjaan dia sehari-hari cuman melihat dan menghitung harta ssaja maka kalau ada yang berubah tempat sedikitpun akan ketahuan olehnya apalagi kalau sampai ada yang hilang. Dia tidak rela hartanya berkurang sedikitpun karena takut miskin dan tidak dihargai lagi oleh orang lain kalau sampai kalah kaya.

Pada suatu hari dia mau makan dan kebetulan sudah tidak ada persediaan makanan sedikitpun, akhirnya dia memutuskan untuk membeli sebungkus mie instan di warung depan rumah. Keluarlah dia dari rumahnya untuk membeli mie instan di seberang jalan. Karena sudah lapar dia langsung nyelonong saja menyeberang jalan tanpa tengak-tengok kiri kanan, tak tahunya dari arah kiri jalan sebuah sepeda motor melaju dengan kencangnya dan…..”DARRR”, tertabraklah ia dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Dirumah sakit dia mengalami koma dan setelah diperiksa ternyata dia mengalami luka dan pendarahan di kepala yang tidak ringan dan divonis dokter bahwa kemungkinan dia hidup hanya 25 %.
Dalam keadaan koma tersebut, dia merasa seolah-olah berjalan dalam suatu lorong sempit yang sangat panjang dan gelap gulita. Setelah berjalan cukup lama sampailah dia di suatu ruangan yang sempit, kotor, gelap dan di situ ada seorang lelaki tua renta, kurus kering, kudisan lagi dan baunya sangat menyengat hidung. Dengan tangan sambil menutup hidung bertanyalah dia : “Kek, saya ini lagi dimana ? kok jelek amat sih tempatnya, dan kakek ini siapa?” Jawab si Kakek : “Oh nak... ini adalah tempat peristirahatanmu untuk sementara… sebelum engkau melanjutkan perjalanan... dan aku adalah kawanmu yang akan menemanimu selama engkau disini...”. Si pemuda bertanya lagi : “Kek..., Apa tidak ada tempat yang lebih baik dari ini? dan apa tidak ada orang lain yang bisa menemani aku selain engkau?” dengan nada sinis. Si Kakek : “Tempat lain sih banyak…” sambil buka jendela ” tuh lihatlah disebelahmu..., tapi tempatmu ya sini ini... tidak boleh tuker-tuker... karena inilah tempat yang telah engkau pilih sendiri...” Dengan hati berdebar-debar dia lihatlah tempat-tempat di sekelilingnya , ada tempat yang mirip dengan tempatnya, ada tempat yang mirip hotel berbintang lima dengan pelayan yang cakep-cakep, bahkan ada tempat yang lebih jelek darinya dan dengan pelayan yang lebih menjijikkan dari si kakek tadi, akhirnya dia bertanya lagi : “Kek... sebenarnya ini tempat apa dan kapan aku memilih tempat tempat ini?”. Kata si Kakek : “Ini adalah alam kubur dan aku adalah amalmu waktu di dunia dulu... Karena didunia kamu pelit, sombong, mementingkan diri sendiri, tidak pernah beribadah, tidak pernah baca kitab suci dan tak pernah zakat dan bersodaqoh maka aku jelek begini dan tempat ini seram begini. Dan lihat tuh hartamu yang engkau timbun dulu sekarang tidak ada manfaatnya dan siap dijadikan setrikaan untuk menyetrika punggungmu itu...” si Kakek berkata sambil memegangi punggung si pemuda. Dengan wajah penuh ketakutan si pemuda meronta-ronta dan akhirnya dengan ijin Allah dia terbangun dari komanya… Dan sejak saat itu insyaflah dia dan tidak pelit lagi membelanjakan hartanya dan mengeluarkan hak-hak fakir miskin. Akhirnya dia berubah menjadi orang yang sholeh dan rajin beribadah.

Sahabat......, SEKECIL APAPUN BAGI ORANG YANG BERSYUKUR SELALU LEBIH DARI CUKUP, NAMUN SEBANYAK APAPUN BAGI ORANG YANG TAMAK TETAP SAJA MERASA KURANG.
KEMULIAAN KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH.


Demikian mudah-mudahan bermanfaat.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Pesan Untuk Anakku

Anakku..., jauh sebelum kau hadir dalam kehidupan ayah dan ibu, kami senantiasa bermohon kepada Allah Swt agar dikaruniai keturunan yang sholeh dan sholihah, yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, rajin beribadah dan belajar, serta dapat menjadi penerus dakwah Ilallaah.

Banyak rencana yang kami rancang, agar kelak bila kau hadir, kami sudah siap menjadi orang tua yang baik dan mampu mendidikmu dengan didikan yang sesuai dengan Diinul Islam, tuntunan kita seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada kita. Ayah dan Ibu ingin, kelak bila Allah mengamanahkan kepada kami seorang putri, maka dia akan berakhlaq seperti akhlaqnya Fatimah Az-Zahraa putri Rasulullah, dan bila Allah mengamanahkan seorang putra, maka dia akan seperti Ali bin Abi Thalib.

Setelah tanda kehadiranmu mulai tampak, Ibu sering mual, muntah-muntah, sakit kepala dan sering mau pingsan, Ibu dan Ayah bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya, kami menjagamu sepenuh hati, serta senantiasa berharap, kelak kau lahir sebagai anak yang sehat, sempurna dan menyenangkan. Sejak dalam rahim, kami mencoba menanamkan kalimat-kalimat tauhid kepadamu dan berupaya mengenalkanmu kepada Rabb Sang Pencipta, dengan bacaan ayat-ayat suci-Nya, dengan senandung-senandung shalawat Nabi, dengan nasyid-nasyid yang membangkitkan semangat da’wah dan rasa keimanan kepada Allah yang Esa.

Saat kau akan lahir, Ibu merasakan sakit yang amat sangat, seolah berada antara hidup dan mati, namun Ibu tidak mengeluh dan putus asa, karena bayangan kehadiranmu lebih Ibu rindukan dibanding dengan rasa sakit yang Ibu rasakan. Ibu tak henti-hentinya berdo’a, memohon ampunan dan kekuatan kepada Allah. Ayahpun tidak tidur beberapa malam untuk memastikan kehadiranmu, menemani dan menguatkan Ibu, agar sanggup melahirkanmu dengan sempurna. Bacaan dzikir dan istighfar, mengiringi kelahiranmu.

Begitu kau lahir, sungguh rasa sakit yang amat sangat sudah terlupakan begitu saja. Setelah tangismu terdengar, seolah kebahagiaan hari itu hanya milik Ibu dan Ayah. Air mata yang tadinya hampir tak henti mengalir karena menahan sakit, berganti menjadi senyum bahagia menyambut kelahiranmu. Ibu dan Ayah bersyukur kepada Allah Swt, kemudian Ayah melantunkan adzan dan iqomat di telingamu, agar kalimat yang pertama kali kau dengar adalah kalimat tauhid yang harus kau yakini dan kau taati selama hidupmu.

Saat pertama kali kau isap air susu Ibu, Ibu merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada tara. Ibu ingin memberikan semuanya kepadamu, agar kau segera tumbuh besar dan sehat. Ibu berupaya supaya ASI ini dapat mencukupi kebutuhanmu. Ibu berupaya untuk selalu dekat denganmu, dan selalu mengajakmu kemanapun Ibu pergi, supaya kapanpun kau lapar, Ibu selalu siaga memberikan air surgawi karunia Ilahi itu kepadamu. Ibu berusaha untuk selalu siap siaga menjagamu, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun. Saat malam sedang tidur lelap, Ibu akan terjaga bila kau tiba-tiba menangis karena popokmu basah atau karena kau lapar.

Saat sedang makan dan kau buang air besar, Ibu dengan rela menghentikan makan dan mengganti popokmu dulu. Dan semuanya, Ibu lakukan dengan senang hati, tanpa rasa risih dan jijik. Sejak kau masih dalam ayunan, Ibu senantiasa membacakan do’a dalam setiap kegiatan yang akan kau lakukan. Ibu bacakan do’a mau makan ketika kau hendak makan, do’a mau tidur ketika kau mau tidur, dan do’a apa saja yang harus kau tahu dan kau amalkan dalam kehidupan keseharianmu. Ibu bacakan selalu Ayat Kursi dan surat-surat pendek satu persatu setiap malam, dikala mengantarmu tidur, ayat per ayat dan Ibu ulang berkali-kali hingga kau sanggup mengingatnya dengan baik, dengan harapan kau besar nanti menjadi penghafal Al Qu’ran.

Ketika kau sudah mampu berbicara, subhanallah, tanpa kami duga, kau telah hafal berbagai macam do’a dan beberapa surat pendek. Ibu bersyukur dan bangga kepadamu. Muncul harapan dalam hati ini, kelak kau tumbuh menjadi anak yang pintar dan rajin belajar. Tatkala kau mulai belajar sholat, dan usai sholat kau lantunkan do’a untuk orang tua, walau dengan bacaan yang masih belum sempurna, bercucur air mata ibu karena kau telah mampu melafalkan do’a itu. Timbul harapan dihati yang paling dalam, kelak hingga ketika Ibu dan Ayah tiada, kau tetap melantunkan do’a itu, karena do’amu akan memberikan kepada Ibu dan Ayah pahala yang tak henti-hentinya di Yaumil Akhir. Kaulah asset masa depan bagi Umi dan Abi. Kau akan mampu menolong Umi dan Abi di Yaumil Akhir nanti, bila kau menjadi anak yang sholehah. Nak, kehadiranmu pun memberikan kepada Ibu dan Ayah pelajaran yang sangat berharga, kau mengingatkan kami tatkala masih sepertimu. Mengingatkan dengan lebih kuat lagi, betapa besar pengorbanan yang dilakukan oleh Kakek dan Nenekmu kepada kami, hingga Ibu dan Ayah tumbuh dewasa dan bahkan sampai menjadi orang tua seperti mereka.
Ibu dan Ayah sangat menyayangimu, karena kami ingin kaupun menjadi anak yang penyayang terhadap sesama. Kami hampir selalu menyertakan kata sayang dibelakang namamu saat memanggilmu, supaya hatimu senang dan gembira bersama Ibu dan Ayah. Saat kau memasuki usia sekolah, Kami carikan sekolah yang baik untukmu. Sekolah yang memiliki visi pendidikan seperti yang Ibu dan Ayah inginkan.

Alhamdulillaah, saat kau mulai sekolah, telah banyak berdiri sekolah-sekolah Islam Terpadu, sehingga kami tidak kesulitan mencarikan sekolah untukmu. Ayah mengantarmu ke sekolah setiap pagi dan Ibu mendampingimu selalu hingga kau berani ditinggal di sekolah sendiri. Keperluan sekolahmu selalu kami upayakan, walau kadang harus dengan susah payah, agar kau bisa memperoleh pendidikan yang baik dan layak untuk kehidupanmu dimasa yang akan datang. Kami senantiasa berupaya membimbingmu untuk dapat melakukan segala sesuatu, agar saat besar nanti kau mampu melayani dirimu sendiri. Bila Ibu dan Ayah tidak mau melayanimu untuk hal-hal yang sudah dapat kau lakukan sendiri, itu bukan berarti kami tidak menyayangimu, tapi justru sebaliknya. Karena Ibu dan Ayah sayang sekali padamu, kau tidak boleh terlalu dimanjakan, hingga saat kau besar nanti, kau jadi anak yang mandiri dan serba bisa.

Maafkan Ibu dan Ayah bila sekali waktu (atau bahkan sering) memarahimu ketika kau membuat kesalahan yang berulang-ulang. Sungguh, sebenarnya Ibu dan Ayah tak ingin memarahimu, namun kamipun sadar bahwa kau harus tahu dan harus dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, agar saat kau dewasa dan telah bergaul dengan masyarakat umum nanti, kau bisa memilih untuk selalu melakukan yang haq dan meninggalkan yang bathil. Semoga kau tidak salah sangka. Maafkan pula bila Ibu dan Ayah selalu membatasi tontonan dan bacaanmu, karena dewasa ini sangat banyak media yang dapat merusak pendidikan yang sudah kami terapkan kepadamu. Itu semua kami lakukan, agar kau terpelihara dari hal-hal negatif yang akan mendangkalkan akhlaq dan perilakumu. Ibu dan Ayah ingin, kau menjadi anak yang faqih dalam hal agama, menjadi generasi Qur’ani, dan menjadi penerus dakwah Ilallaah. Inilah harapan Ibu dan Ayah kepadamu, sangat banyak dan sangat ideal. Oleh karenanya, kami senantiasa memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah Yang Esa, yang Berkuasa dan Maha Agung, agar tidak salah langkah dalam mendidikmu.

Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lilmuttaqiina imaaman, Amiin...

Demikian mudah-mudahan bermanfaat.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Jangan Merasa Paling Suci

Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah perusahaan dan sama-sama tekun belajar Ilmu Agama Islam. Keduanya juga sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan mereka sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru ngajinya tempat mereka menimba ilmu agama. Jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orang tua mereka. Suatu ketika sang Kakak berdo’a memohon rejeki kepada Allah swt agar dapat membeli sebuah mobil, supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah swt mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki karena mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja. Lalu sang Kakak berdo’a memohon agar diberi seorang istri yang sempurna, Allah pun mengabulkannya, tak lama kemudian sang Kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik jelita serta baik akhlaknya.
Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah swt agar memiliki sebuah rumah tempat tinggal yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan i’tikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. Dan Allah swt selalu mengabulkan semua permintaannya itu.

Sementara itu sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang Adik sering kali harus berjalan kaki untuk pergi mengaji menuju rumah guru mereka. Suatu hari sang Kakak merenung dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia teringat kalau adiknya selalu membaca tulisan pada selembar kertas saat dia berdo’a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasehati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah swt dan berupaya untuk membersihkan hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tidak dikabulkan oleh Allah azza wajalla.
Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu perhatian dan sangat menyayanginya, diapun mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.

Hingga suatu saat sang Adik meninggal dunia, sang Kakak pun merasa sedih karena sampai meninggalnya sang Adik itu belum ada perubahan sama sekali pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tidak pernah terkabul. Sang Kakak kemudian membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Ketika sedang membereskan segala sesuatu, tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a, diantaranya surah Al-Fatihah, Shalawat, do’a untuk kedua orang tua, untuk guru mereka, do’a keselamatan dan ada kalimat di akhir do’anya : “Ya Allah, tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan-Mu, ampunilah aku dan kakakku, kabulkanlah segala do’a kakakku, bersihkanlah hatiku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat,”

Sang Kakak tertegun sambil berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak terduga olehnya ternyata adiknya selama ini tidak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya. Justru adiknya selalu berdo’a agar semua do’a kakaknya dikabulkan oleh Allah swt, dan agar kakaknya diberi kemuliaan dunia akhirat. Subhaanallaahil ‘adhiim...

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Kita Bertanya, Al-Qur'an Menjawab

Kita selalu bertanya dan Al-Qur'an sudah menjawabnya.

1. KITA BERTANYA : MENGAPA AKU DIUJI?
AL-QUR’AN MENJAWAB :
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,"Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
[Surah Al-Ankabut ayat 2-3]

2. KITA BERTANYA : MENGAPA UJIAN SEBERAT INI?
AL-QUR’AN MENJAWAB :
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,"
[Surah Al-Baqarah ayat 286]

3. KITA BERTANYA : MENGAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?
AL-QUR’AN MENJAWAB :
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
[Surah Al-Baqarah ayat 216]

4. KITA BERTANYA : MENGAPA AKU MERASA FRUSTRASI?
AL-QUR’AN MENJAWAB :
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman."
[Surah Al-Imran ayat 139]

5. KITA BERTANYA : BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?
AL-QUR’AN MENJAWAB :
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyu"
[Surah Al-Baqarah ayat 45]

6. KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?
AL-QUR’AN MENJAWAB :
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.
[Surah At-Taubat ayat 111]

7. KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
AL-QUR’AN MENJAWAB :
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal."
[Surah At-Taubat ayat 129]

8. KITA BERKATA : AKU TAK TAHAN...
AL-QUR’AN MENJAWAB :
"......dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir."
[Surah Yusuf ayat 12]

9. KITA BERTANYA : MENGAPA HATI INI TIDAK TENANG?
AL-QUR’AN MENJAWAB :
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”
[Ar-Ra'd ayat 28]

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Amalan Selama Bulan Ramadhan

Ramadhan punya makna tersendiri di hati umat Islam. Bulan ini adalah bulan rihlah ruhaniyah (wisata rohani). Umat Islam melepas belenggu materialisme dunia dengan menghidupkan dunia ruhiyah. Sebulan penuh umat Islam menjalani proses tazkiyyatun nafs (pembersihan jiwa). Sebulan penuh umat Islam melakukan riyadhatur ruhiyah (olah rohani).
Sebulan penuh umat Islam bagai ulat dalam kepompong Ramadhan. Diharapkan di akhir Ramadhan kondisi rohani mereka secantik kupu-kupu. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]
Amal-amal apa saja yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan agar kita bisa memperoleh derajat takwa?

1. Berpuasa (Shiyam)
Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan oleh Allah swt. dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab, puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Tapi, ada rambu-rambu yang harus ditaati. Kata Rasulullah saw., “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yagn semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)
Jangan pernah tidak berpuasa sehari pun tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Meninggalkan puasa tanpa udzur adalah dosa besar dan tidak bisa ditebus meskipun orang itu berpuasa sepanjang masa. “Barangsiapa tidak puasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshah atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bisa ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup,” begitu kata Rasulullah saw. (HR. At-Turmudzi)
Jauhi hal-hal yang dapat mengurangi dan menggugurkan nilai dan pahala puasa Anda. Inti puasa adalah melatih kita menahan diri dari hal-hal yang tidak benar. Bila hal-hal itu tidak bisa ditinggalkan, maka nilai puasa kita akan berkurang nilainya. Rasulullah saw. bersabda, “Bukanlah (hakikat) puasa itu sekadar meninggalkan makan dan minum, melainkan meninggalkan perbuatan sia-sia dan kata-kata bohong.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah). Rasulullah saw. juga berkata, “Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktikkannya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekadar meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Semua itu tidak akan bisa kita lakukan kecuali dengan bersungguh-sungguh dalam melaksankannya. Dengan begitu, puasa yang kita lakukan menghasilkan ganjaran dari Allah berupa ampun-Nya. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)
Salah satu bentuk kesungguhan dalam berpuasa adalah, melakukan makan sahur sebelum tiba waktu subuh. Rasulullah saw. menerangkan, “Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan Anda tinggalkan, meskipun hanya dengan seteguk air. Allah dan para Malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.”
Selain sahur, menyegerakan berbuka ketika magrib tiba, juga bentuk kesungguhan kita dalam berpuasa. “Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai oleh-Nya ialah mereka yang menyegerakan berbuka puasa,” begitu kata Rasulullah saw. Rasulullah saw. memberi contoh bersegera berbuka puasa walaupun hanya dengan ruthab (kurma mengkal), tamar (kurma), atau seteguk air. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Selama berpuasa, jangan lupa berdo’a. Do’a yang banyak. Sebab, do’a orang yang berpuasa mustajab. Ini kata Rasulullah saw., “Ada tiga kelompok manusia yang do’anya tidak ditolak oleh Allah. Yang pertama ialah do’a orang-orang yang berpuasa sehingga mereka berbuka.” (HR. Ahmad dan Turmudzi)

2. Membaca Al-Qur’an (Tilawah/ tadarus)
Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.
Buatlah target. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Ini bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.

3. Memberikan makanan (Ith’amu ath-tha’am)
Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah saw. adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)
Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.

4. Perhatikan kesehatan
Berpuasa adalah ibadah mahdhah. Tapi orang yang berpuasa juga sebenarnya adalah orang yang peduli dengan kesehatan. Makanya Rasulullah saw. berkata, “Berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.” Tak heran jika selama berpuasa Rasulullah saw. tetap memperhatikan kesehatan giginya dengan bersiwak, berobat dengan berbekam, dan memperhatikan penampilan, termasuk tidak berwajah cemberut.

5. Jaga keharmonisan keluarga
Puasa adalah ibadah yang khusus untuk Allah swt. Tapi, punya efek yang luas. Termasuk dalam mengharmoniskan hubungan keluarga. Jadi, berpuasa bukan berarti menjauh dari istri karena taqarrub kepada Allah sepanjang malam. Bukan juga tiada hari tanpa i’tikaf. Rasulullah saw. berpuasa, tapi juga memenuhi hak-hak keluarganya.
Dalam praktik keseharian, hanya di bulan Ramadhan kita bisa makan bersama secara komplit sekeluarga, baik ketika berbuka atau sahur. Di bulan lain hal ini sulit dilakukan. Keharmonisan keluarga juga bisa kita dapatkan dari shalat berjamaah dan tadarrus bersama.

6. Berdakwah
Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas. Karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw. bersabda, “barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun”.
Jika mampu, jadilah pembicara di kultum ba’da sholat Dhuhur, Ashar, dan Shubuh di musholla atau masjid. Bisa juga menjadi penceramah di waktu Shalat Tarawih. Jika tidak bisa berceramah, buat tulisan. Sebarkan ke orang-orang yang Anda temui. Jika tidak bisa, bisa mengambil artikel-artikel dari majalah, fotocopy, lalu sebarkan. Insya Allah, berkah.
Ini sebenarnya hanyalah langkah awal bagi kerja yang lebih serius lagi. Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti di atas, sesungguhnya Anda sedang melatih diri untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Kata Rasulullah saw., “Mukmin yang baik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”.

7. Shalat Tarawih (Qiyamu Ramadhan)
Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamu Ramadhan). Rasulullah saw., karena khawatir akan dianggap menjadi shalat wajib, melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat tidak sepanjang Ramadhan. Ada yang meriwayatkan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw. melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).
Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i berkata, “Beberapa riwayat yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat shalat tarawih menyiratkan ragam shalat sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu melaksanakan shalat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang 23 rakaat, tergantung semangat dan antusiasnya masing-masing. Dahulu mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat penyangga, sedangkan mereka shalat 21 atau 23 rakaat, mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan tetap memperhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak membuat mereka sulit.”
Jadi, silakan Anda qiyamu Ramadhan sesuai dengan kadar kemampuan dan antusiasme Anda.

8. I’tikaf
Inilah amaliyah Ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudriy meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”
Mudah-mudahan kita bukan dari golongan yang kebanyakan itu.

9. Lailatul Qadar
Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bisa meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtisab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah do’a, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.

10. Umrah
Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Rasulullah saw. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara denagn haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

12. Perbanyaklah Taubat
Selama bulan Ramadhan Allah swt. membukakan pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.

Sumber : dakwatuna.com

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Strategi Setan Menjerumuskan Manusia

Visi setan adalah memperbudak manusia, sedangkan misi setan adalah mengkondisikan manusia agar lupa kepada Allah SWT. Adapun strategi setan untuk mewujudkan visi dan misinya adalah sebagai berikut :

1. Waswasah
Waswasah artinya membisikkan keraguan (kebimbangan) pada manusia ketika akan melakukan suatu kebaikan atau amal sholeh. Saat terdengar kumandang adzan subuh misalnya, dan tubuh kita masih dililit selimut, terbersit dalam pikiran kita, "nantilah lima menit lagi...". Ini adalah waswasah dari setan. Kenyataannya bukan lima menit tapi satu jam atau lebih, akhirnya sholat Shubuh terlambat bahkan ditinggalkan.

2. Tazyiin
Tazyiin artinya membungkus (menghiasi) kemaksiatan dengan kenikmatan. Segala yang berbau maksiat biasanya terlihat indah, Misalnya, mengapa orang yang berpacaran terlihat lebih mesra daripada suami-istri? Jalan-jalan saat pacaran lebih mengesankan daripada setelah menikah. Ini karena ada unsur tazyiin. Pacaran itu maksiat, sementara nikah itu adalah ibadah. Maksiat disulap oleh setan sehingga terasa lebih indah, nikmat dan mengesankan. Inilah yang disebut strategi tazyiin.

3.Tamanni
Tamanni artinya memperdaya manusia dengan khayalan dan angan-angan. Pernahkan terbersit niat akan menunaikan shalat Tahajud saat merebahkan badan di tempat tidur? Namun pada jam tiga saat weker berbunyi, kita cepat-cepat mematikannya lalu meneruskan tidur lagi. Pernahkan muncul niat dalam hati kita ingin bertobat? Namun pada saat maksiat ada di depan mata, kita tetap saja melakukannya. Ironisnya ini terjadi dan berlangsung berkali-kali. Inilah yang disebut strategi tamanni. Atau terkadang timbul dalam diri kita angan-angan ingin menjadi lebih kaya, lebih terhormat, dan lebih dalam segalanya dari orang lain. Maka dalam kesempatan lain setan akan menunjukkan bagaimana cara-cara untuk mewujudkan angan-angan tersebut yang tentunya dengan hal-hal yang melanggar syariat Allah SWT.

4. ‘Adawah
‘Adawah artinya berusaha menanamkan benih permusuhan. Setan berupaya dengan gigih menumbuhkan permusuhan diantara sesama manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk. Supaya manusia bermusuhan, setan biasanya menumbuhkan prasangka buruk. Karena itu waspadalah kalau kita berprasangka buruk pada orang lain, sesungguhnya kita telah terperangkap strategi ‘adawah setan.

5. Takhwiif
Takhwiif artinya menakut-nakuti. Pernahkah kita merasa takut miskin karena menginfakkan sebagian harta yang kita miliki, atau takut disebut sok alim karena datang ke majelis taklim? Kalau kita pernah merasakannya, inilah strategi takhwiif yang berhasil dibisikkan oleh setan.

6. Shaddun
Shaddun artinya berusaha menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai rintangan dan hambatan. Pernahkah kita merasa malas saat hendak melakukan sholat, atau timbul rasa mengantuk saat sedang membaca Al-Qur'an meskipun sudah cukup tidur? Ini adalah gejala adanya pengaruh shaddun dari setan.

7. Wa'dun
Wa'dun artinya janji (palsu). Setan berusaha membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan. Akhirnya manusiapun mempercayainya. Misalnya, banyak kasus seorang wanita menyerahkan dirinya pada sang pacar karena dijanjikan akan dinikahi, namun setelah hamil sang pacar meninggalkannya begitu saja. Dia tidak mau bertanggungjawab. Inilah contoh wa'dun atau janji palsu dari setan. Atau misalnya orang yang menginginkan sesuatu kepentingan, kemudian mengumbar banyak janji. Tetapi setelah kepentingan itu tercapai, ia lupa bahkan secara sengaja melanggar janji-janjinya sendiri.

8. Kaydun
Kaydun artinya tipu daya. Setan berusaha sekuat tenaga memasang sejumlah perangkap agar manusia terjebak. Misalnya ketika kita diberi tugas tertentu, kita berpikir nanti saja mengerjakannya karena waktunya masih lama. Ternyata setelah dekat waktunya kita mengerjakan tugas tersebut dengan tergesa-gesa dan asal-asalan sehingga hasilnya tidak optimal. Atau ada kemungkinan pada waktu yang ditentukan pekerjaan tidak dapat diselesaikan dengan baik. Strategi setan inilah yang disebut kaydun.

9. Nisyan
Nisyan artinya lupa. Sesungguhnya lupa itu adalah hal yang manusiawi. Tetapi setan berusaha agar manusia menjadikan sifat lupa ini sebagai dalih atau alasan untuk menutupi atau melepas tanggung jawab. Pernahkan kita lupa menunaikan janji? lupa sholat? Kalau lupa sesekali itu mungkin bisa disebut manusiawi, tetapi kalau sering dilakukan berarti kita secara tidak sadar terjebak strategi nisyan.

Demikian ringkasan tentang strategi setan dalam menggoda manusia. Semoga kita dapat mencermati dan berusaha agar tidak terjebak strategi setan tersebut. Mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.
Powered by Blogger