Maktabah Syamilah (Perpustakaan Digital)


Maktabah Syamilah atau Maktabah Shamela adalah program (software) komputer yang memuat ribuan kitab-kitab induk berbahasa Arab dalam berbagai cabang disiplin ilmu agama.
Bidang ilmu dan jumlah kitab dalam software ini memuat macam-macam kitab dalam berbagai bidang diantaranya :

1. Di bidang tafsir (52 kitab) meliputi Tafsir Thabari, Ibnu Katsir, Al-Baghawi, Al-Alusi, Al-Bahr, Fathul Qadir, Ad-Durrul Mantsur, Jalalain, Al-Khazin, Az-Zamakhsyari, Ibnu Abdis Salam, Sayyid Thanthawi, Adh-Dhilal, Al-Qusyairi, dll.

2. Dalam bidang ‘Ulumul Qur'an (43 kitab), meliputi I'rabul Qur'an, Asbabu Nuzulil Qur'an, Al-Itqan, Misykatul Anwar, Fadlailul Qur'an, Majazul Qur'an, Lubabun Nuzul, At-Tibyan, Asbabun Nuzul, Ahkamul Qur'an lisy Sayfi'iy, Ahkamul Qur'an li Ibni Arabiy, dll.

3. Dalam bidang Fiqih, kitab di lingkungan 4 madzhab diletakkan terpisah. Untuk Madzhab Imam Syafi'y (19 kitab) yang tersedia adalah Al-Umm, I'anatuh Thalibin, Fathul Wahhab, Fathul Mu'in, Asnal Mathalib, Al-Majmu', Raudlatuth Thalibin, Hasyiah Qalyubi wa Umairah, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Hasyiah Bujairimi alal Khatib, Hasyiah Bujairimi alal Minhaj, dll.

4. Dalam madzhab Imam Maliki (14 kitab), yaitu Asy-Syarhul Kabir, Bidayatul Mujtahid, Mukhtashar Khalil, At-Taju wal Iklil, Mawahibul Jalil, Hasyiyah Ad-Dasuqi alasy Syarhil Kabir, dll. Dalam Madzhab Imam Hanafi terdapat 17 kitab, dan Madzhab Imam Maliki terdapat 14 kitab.

5. Dalam bidang Tasawuf/ Akhlak terdapat Ihya ‘Ulumiddin, Riyadlush Shalihin, Al-Kabair, Al-Futuhatul Makiyyah, Qutul Qulub, Al-Risalatul Qusyairiyyah, Al-Adzkar, dll.

6. Klasifikasi umum memuat kitab Tafsirul Ahlam, Ta'tirul Anam fi Tafsiril Ahlam, Mausu'ah Tafsiril Ahlam, Mafahimul Islamiyyah, Al-Jam'iyyatul Khairiyyah li Tahfidhil Qur'anil Karim, Jam'ul Qur'anil Karim fi 'Ahdi Khulafair Rasyidin, dll.

7. Ushul Fiqh, Mushtalah Hadits, dan berbagai bidang lainnya hingga 29 kelompok dengan total 1.800 kitab.

Semua kitab tersebut di atas sudah lengkap dimuat dalam software ini, oleh karena itu hard disk yang dibutuhkan minimal 4 Giga Byte.
Perpustakaan gratis “Maktabah Syamilah” ini bisa didownload (atau up-date kitab-kitab tambahan) langsung di situs resminya di :
http://www.shamela.ws atau
http://www.almeshkat.com/ atau
http://www.islamway.com/ atau klik di sini ............ (banyak alternatif)

Ini untuk versi yang 2.06 dengan 1.800 kitab lebih. Kapasitasnya 789 MB sekitar satu keping VCD lebih sedikit, file ini dalam format zip dan setelah di-extract akan menjadi 3,2 GB dan memerlukan ruang hard disk kosong minimal 4 GB.
Tujuan dari perpustakaan lengkap ini bukan hanya mengumpulkan kitab-kitab gratis dari situs-situs internet dalam sebuah perpustakaan digital, namun yang lebih penting adalah dimungkinkannya pengaturan dan penambahan agar menjadi perpustakaan pribadi bagi para penuntut ilmu.
Untuk menambah koleksi kitab/ buku bisa didownload dari berbagai situs misalnya :

http://www.almeshkat.com/books/
http://www.saaid.net/book/indek.php
http://www.islamway.com/
http://www.ahlalhdeeth.com/

Konfigurasi minimal

1. Komputer Pentium III
2. Memory 128
3. CD-ROM/ DVD-ROM
4. Hard disk kosong minimal 4 GB untuk versi sederhana (1.000 buku) dan 16 GB untuk versi 10.000 buku
5. Windows 98 Arabic, Windows ME Arabic, Windows XP, Vista atau Windows 7 (dengan penambahan setting Arabic Language)

Petunjuk Instalasi

UNTUK WINDOWS XP
1. Buka Start – Setting – Control Panel
2. Pilih Regional and Language Options
3. Pilih opsi Languages
4. Pada pilihan supplemental Languages support pilih Select Install files for complex script and right-to-left languages (including Thai ) klik Apply
5. Bila computer meminta cd windows xp, masukkan cd windows xp, tunggu sampai selesai
6. Pilih Advanced pilih Languages for non-unicode programs, pada pilihan select languages pilih Arabic (Saudi Arabia) klik OK, bila ada pertanyaan lagi, klik OK
7. Restart windows. Dibawah desktop terlihat pilihan AR ( untuk pilihan huruf Arab ) dan EN ( untuk pilihan huruf English / Latin )

UNTUK WINDOWS VISTA atau 7
1. Buka Start – Control Panel
2. Pilih Clock, Language and Region
3. Pilih Regional and Language Options
4. Pada pilihan Keyboards and Languages klik change keyboards
5. Kemudian disitu ada 3 pilihan (di bar atas, pilih General ) Kemudian pilih add, kemudian pilih Arabic ( Saudi Arabia) kemudian pilih Arabic (102) klik OK
6. Kemudian pada jendela yang sama pilih Language Bar klik pada pilihan Show the language bar as transparent when inactive dan bawahnya juga aktifkan
7. Kembali ke jendela no. 4 di situ ada pilihan Administrative
8. Kemudian di jendela administrative ada opsi Language for non-unicode programs
9. Pilih change system locale, kemudian pilih Arabic (saudi arabia) klik OK
10. Kemudian komputer meminta restart, setelah restart komputer siap digunakan untuk instalasi al maktabah al syamilah

Untuk membantu agar lebih mudah menjalankan aplikasi ini disediakan tutorial atau panduan Maktabah Syamilah (formaf PDF) bisa diklik di sini, atau di sini. Selamat belajar...

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Hilangkan Nyeri dengan Dzikir


“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra’du : 13)

Berdzikir sejak dulu dikenal sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kini seorang dokter spesialis saraf dari Rumah Sakit Satyanegara Sunter, Arman Yurisaldi Saleh, mengungkapkan bahwa dzikir mampu menyehatkan saraf. Hal itu terbukti setelah ia melakukan penelitian terhadap pasien-pasien yang ia tangani. Ternyata pasien yang sering berdzikir mengalami perbaikan lebih cepat dibandingkan dengan pasien yang tidak suka berzikir.
Misalnya, beberapa pasien yang mengalami gangguan saraf seperti penderita alzheimer dan stroke, akan membaik kondisinya setelah membiasakan berdzikir dengan mengucapkan kalimat tauhid “laa ilaaha illallah” dan kalimat istigfar “astaghfirullaahal ‘adhiim”.
Menurutnya, setelah ditinjau dari sudut ilmu kedokteran kontemporer, pengucapan “laa ilaaha illallaah” dan “astaghfirullaahal ‘adhiim” dapat menghilangkan nyeri dan bisa menumbuhkan ketenangan serta kestabilan saraf bagi penderita. Sebab, dalam kedua bacaan dzikir tersebut terdapat huruf jahr yang dapat mengeluarkan CO2 dari dalam otak.
Arman menemukan dalam kalimat “laa ilaaha illallaah” terdapat huruf jahr yang diulang tujuh kali yaitu huruf lam, dan “astaghfirullaahal ‘adhiim” terdapat huruf ghayn, ra, dan dua buah lam sehingga ada empat huruf jahr yang harus dilafalkan keras sehingga kalimat dzikir tersebut akan mengeluarkan karbondioksida lebih banyak saat udara dihembuskan keluar mulut.
Dan CO2 yang dikeluarkan oleh tubuh tidak mempengaruhi perubahan diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila proses pengeluaran CO2 kacau, maka CO2 yang ke luar juga kacau sehingga menyebabkan pembuluh darah di otak akan melebar berlebihan ketika kadar CO2 di dalam otak menurun.
Sehingga, ungkap Arman, dilihat dari tinjauan ilmu saraf terdapat hubungan yang erat antara pelafalan huruf (makharij al-huruf) pada bacaan dzikir dengan aliran darah pernapasan ke luar yang mengandung zat CO2 (karbondiokida) dan proses yang rumit di dalam otak pada kondisi fisik atau psikis seseorang.
Efeknya, ketika seseorang melakukan dzikir secara intens dan khusyuk seraya memahami artinya, pembuluh darah di otak akan membuat aliran karbondioksida yang ke luar dari pernapasan menjadi lebih banyak. Kadar karbondioksida dalam otak pun akan turun secara teratur. Dengan begitu tubuh akan segera menunjukkan kemampuan refleks kompensasi.
‘‘Saya sering menyaksikan terjadinya perubahan yang cukup besar ke arah penyembuhan pada pasien-pasien yang terbiasa berdzikir dengan khusuk dibanding pasien yang tidak pernah berdzikir meskipun keduanya memiliki gejala penyakit yang sama,” ungkap Arman.
''Sebagai seorang dokter spesialis saraf, hampir setiap hari saya bertemu dengan pasien mengeluhkan rasa nyeri atau sakit di kepalanya, atau keluhan-keluhan lain yang berhubungan dengan gangguan jaringan saraf,'' lanjutnya.
''Alhamdulillah, lewat buku Berdzikir untuk Kesehatan Saraf (Zaman: 2010), saya berhasil mengungkap keajaiban dzikir tersebut terhadap kesehatan serta penyembuhan penyakit saraf yang sering diderita pasien seperti nyeri (nyeri kepala tipe tegang, migrain, fibromialgia, nyeri sendi, nyeri neuropati akibat kencing manis kronis, nyeri pinggang akibat iritasi akar saraf atau saraf terjepit), lumpuh karena stroke, depresi pasca stroke, gangguan pikiran dan emosi, serta gangguan tidur (insomnia),” tuturnya sambil menunjukkan buku yang akan diseminarkan di Makassar akhir Juli tahun ini.


Sumber : http://republika.co.id
Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Tutorial Microsoft Office 2010


Untuk lebih mengenalkan software Office terbarunya, Microsoft Office 2010, Microsoft menerbitkan ebook gratis yang langsung bisa kita download. Ebook yang terdiri dari 258 halaman ini menjelaskan bagaimana memulai dengan Office 2010, antarmuka, fitur-fitur baru di office 2010, sistem yang diperlukan dan perbagai perubahan di banding dengan office versi sebelumnya.
Ebook ini ditujukan terutama untuk IT generalists, IT operations, help desk and deployment staff, IT messaging administrators, and consultants. Meskipun begitu, pengguna umum juga tetap dapat memanfaatkan sebagian isi dari ebook ini, sehingga tidak ada salahnya untuk mengunduhnya. Ringkasan isi selengkapnya sebagai berikut :
* What’s new for IT professionals in Office 2010
* Overview of the Office user interface in Office 2010 including User interface differences in Office 2010 from earlier versions of Microsoft Office
* Changes in Office 2010 including what’s changed and what’s removed sections
* Migration considerations
* Changes in Access 2010
* Changes in Excel 2010
* Changes in InfoPath 2010
* Changes in OneNote 2010
* Changes in Outlook 2010
* Changes in PowerPoint 2010
* Changes in Project 2010
* Changes in SharePoint Designer 2010
* Changes in SharePoint Workspace 2010
* Changes in Visio 2010
* Changes in Word 2010
* Technical diagrams for Office 2010
* System requirements for Office 2010
* Assessment tools for Office 2010
* Office Environment Assessment Tool (OEAT) user’s guide for Office 2010
* Microsoft Office Code Compatibility Inspector user’s guide
* Office Migration Planning Manager (OMPM) for Office 2010
* 64-bit editions of Office 2010
Ebook ini membahas semua paket office 2010, sehingga beberapa bab atau bagian di ebook ini mungkin tidak ada di semua paket office 2010. Seperti ketika menggunakan Office Home and Business 2010, yang tidak menyertakan Office Publisher dan Access.

Sebagian bab berisi tentang apa saja yang baru, perubahan-perubahan yang ada, apa yang dihilangkan serta perbandingan dengan office sebelumnya, baik office 2007 atau 2003. Ebook ini dapat diperoleh secara gratis melalui Microsoft Download Center, yang disediakan dalam format DOC.

Download Tutorial Microsoft Office 2010 ( doc, 2.25 MB)

Membuat Dokumen PDF


Untuk membuat sebuah dokumen menjadi format PDF (Portable Documents Format), saat ini sudah begitu banyak software atau tools yang bisa kita gunakan. Salah satu yang tergolong baru adalah FreePDF Creator. Dengan teknik seperti install driver printer, kita bisa membuat format PDF dari 300 lebih jenis dokumen/data.
Bagaimana kemampuan software gratis ini? Apakah mampu bersaing dengan pembuat pdf gratis lainnya ?
Apa itu PDF ?
PDF (Portable Document Format), merupakan format file ( seperti doc, xls dll) yang dibuat oleh Adobe System untuk mempermudah pertukaran dokumen. Awalnya PDF hanya bisa menyimpan data yang terbatas seperti text, font, gambar PDF serta vektor 2 dimensi. Tetapi saat ini sudah berkembang dan bisa menyimpan berbagai data multimedia, seperti audio, video, flash, 3D dan lainnya.
Saat ini PDF sudah menjadi standard web dokumen, baik untuk dibaca maupun dicetak. Untuk membuka file PDF ini diperlukan program/software pembaca PDF (PDF Reader), seperi Adobe Reader, Nitro PDF Reader dan lainnya. Selengkapnya tentang PDF
FreePDF Creator
FreePDF Creator merupakan software gratis untuk konversi dokumen menjadi PDF dan bisa kita gunakan selamanya. Software ini mempunyai beberapa fitur seperti :
• Membuat PDF dari dokumen apa saja, asalkan ada menu untuk mencetak/print (lebih dari 300 format dokumen)
• Gratis, penggunaan tidak dibatasi
• Membuat PDF dari file Microsoft Office ( Word, Excel dan PowerPoint) dengan mudah
• Mendukung Font Asian Language
• Berbagai opsi hasil keluaran
• Fitur untuk mengubah/mengisi dokumen properties
• Memberi password dan mengatur opsi keamanan dokumen
Penggunaan Program ini sangat mudah. Setelah di download, install di komputer. Ketika install akan muncul menu Trial Registration, untuk mengisikan Nama, email dan perusahaan. Abaikan saja permintaan ini dengan memilih tombol Skip Registration.


Setelah proses installasi selesai, kita bisa langsung menggukanannya. Caranya, buka dokumen kita yang akan dijadikan pdf dengan program apa saja. Kemudian pilih menu File > Print, dari daftar printer yang ada, pilih FreePDF Creator.
Selanjutnya akan muncul menu FreePDF Creator untuk mengatur hasil keluaran PDF. Penjelasannya sebagai berikut :
• Output Quality, untuk mengatur kualitas PDF. Tersedia 4 pilihan: Web quality, print quality, Prepress quality dan Custom. Mungkin kita perlu coba-coba agar mendapat hasil yang maksimal antara ukuran dan kualitas
• Document Properties, kita bisa mengisikan properti dokumen PDF, seperti title (judul), author (pembuat), subject (tema) dan kata kunci (keyword)
• Security, kita bisa mengatur keamanan file PDF, misalnya memberi password, ijin copy paste file, print dan lainnya
• PDF Editing Options. Untuk menu ini hanya tersedia di software berbayar PDFConverter
Setelah di test, untuk konversi dari Word ke PDF memang cukup bagus, termasuk ketika konversi dokumen yang menganding huruf Arab. Termasuk jika ada link, juga bisa di klik. Tetapi ketika saya coba dokumen mempunyai daftar isi yang mempunyai link-link aktif (table of content), hasil pdf masih belum maksimal, karena link-nya tidak jalan. Sehingga jika kita akan membuat pdf dari Microsoft Office 2007 sebaiknya menggunakan add-on dari Microsoft Save as PDF. Untuk Office 2010, sudah menyertakan konversi ke PDF dengan memilih menu Share.
Jika kita memerlukan software untuk konversi PDF dari program lain (selain Microsoft office), maka freePDF Creator bisa dijadikan alternatif. Kemudian jika kita memerlukan fitur keempat atau terakhir, kita bisa menggunakan tambahan program gratis seperti PDF Tools. Kita juga bisa menggunakan program pembuat pdf gratis lainnya
Sistem yang diperlukan
• Sistem Operasi: Windows® 98, ME®, Windows NT®, 4.0, 2000, XP®, Windows Vista®, Windows 7®
• Software tambahan: Microsoft Office® 2000, 2002/XP, 2003 or 2007
• Processor: Pentium® processor atau yg setara
• Hard Drive Space: 10MB
• Memory: 64MB RAM
• Monitor: VGA 16 color 640×480 screen resolution
Download FreePDF Creator (10.2 MB)

Indahnya Berbagi

Ra'fat berobat untuk mencari kesembuhan. Banyak dokter dan rumah sakit yang sudah ia kunjungi di Saudi Arabia sebagai ikhtiar. Namun meski sudah menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan biaya, sayangnya penyakit itu tidak kunjung sembuh juga. Ra'fat mulai mengeluh, dan badannya bertambah kurus. Tak ubahnya seperti seorang pesakitan. Demi mencari upaya kesembuhan, maka Ra'fat mengikuti saran dokter untuk berobat ke sebuah rumah sakit terkenal spesialis liver di Guangzhou, China. Ia berangkat ke sana ditemani oleh keluarga. Penyakit liver semakin bertambah parah. Maka saat Ra'fat diperiksa, dokter mengatakan bahwa harus diambil tindakan operasi segera. Ketika Ra'fat menanyakan berapa besar kemungkinan berhasilnya. Dokter menyatakan kemungkinannya adalah fifty-fifty. 50% kalau operasi berhasil maka Anda akan sembuh, 50% bila tidak berhasil mungkin nyawa Anda adalah taruhannya", jelas sang dokter.

Mendapati bahwa boleh jadi ia bakal mati, maka Ra'fat berkata, "Dokter, kalau operasi ini gagal dan saya bisa mati, maka izinkan saya untuk kembali ke negara saya untuk berpamitan dengan keluarga, sahabat, kerabat dan orang yang saya kenal. Saya khawatir bila mati menghadap Allah Swt namun saya masih punya banyak kesalahan terhadap orang-orang yang saya kenal." Ra'fat berkata demikian sebab ia takut sekali atas dosa dan kesalahan yang ia perbuat. Dengan enteng dokter membalas, "Terlalu riskan bagi saya untuk membiarkan Anda tidak segera mendapatkan penanganan. Penyakit liver ini sudah begitu akut. Saya tidak berani menjamin keselamatan diri Anda untuk kembali ke tanah air kecuali dalam 2 hari. Bila Anda lebih dari itu datang kembali ke sini, mungkin Anda akan mendapati dokter lain yang akan menangani operasi liver Anda."
Bagi Ra'fat 2 hari itu cukup berarti. Ia pun berjanji akan kembali dalam tempo itu. Serta-merta ia mencari pesawat jet yang bisa disewa dan ia pun pergi berangkat menuju tanah airnya. Kesempatan itu betul-betul digunakan oleh Ra'fat untuk mendatangi semua orang yang pernah ia kenal. Satu per satu dari keluarga dan kerabat ia sambangi untuk meminta maaf dan berpamitan. Kepada mereka Ra'fat berkata, "Maafkan aku, Ra'fat yang kalian kenal ini sungguh banyak kesalahan dan dosa. Boleh jadi setelah dua hari dari sekarang saya sudah tidak lagi panjang umur..." Itulah yang disampaikan Ra'fat kepada orang-orang. Dan setiap dari mereka menangis sedih atas kabar berita yang mereka dengar dari orang yang mereka cintai dan kagumi ini. Ra'fat menyambangi satu per satu dari mereka. Meski dengan tubuh yang kurus tak berdaya, ia berniat mendatangi mereka untuk meminta do’a dan berpamitan. Dan kondisi itu membuat Ra'fat menjadi sedih. Ia merasa menjadi manusia yang paling merana. Ia merasa tak berdaya dan tak berguna. Sering dalam kesedihannya ia membatin, "Ya Allah.... rupanya keluarga yang mencintai aku, harta banyak yang aku miliki, perusahaan besar yang aku punya, semuanya itu tidak ada yang mampu membantuku untuk kembali sembuh dari penyakit ini! Semuanya tak ada gunanya, semuanya sia-sia….!" Rasa emosi batin itu membuat tubuh Ra'fat bertambah lemah. Ia hanya mampu perbanyak istighfar memohon ampunan Tuhannya. Memutar tasbih sambil berdzikir kini menjadi kegiatan utamanya. Ia masih merasa bahwa dirinya adalah manusia yang paling merana di dunia.

Hingga saat ia sedang berada di mobilnya. duduk di kursi belakang dengan tangan memutar tasbih seraya berdzikir. Hanya Ra'fat dan sopirnya yang berada di mobil itu. Mereka melaju berkendara menuju sebuah rumah kerabat dengan tujuan berpamitan dan minta restu. Saat itulah menjadi moment spesial yang tak akan terlupakan untuk Ra'fat. Beberapa ratus meter di depan, mata Ra'fat melihat ada seorang wanita berpakaian abaya (pakaian panjang wanita Arab yang serba berwarna hitam) tengah berdiri di depan sebuah toko daging. Di sisi wanita tadi ada sebuah karung plastik putih yang biasa menjadi tempat limbah toko tersebut. Wanita tadi mengangkat dengan tangan kirinya sebilah tulang sapi dari karung. Sementara tangan kanannya mengumpil dan mencuil daging-daging sapi yang masih tersisa di pinggiran tulang. Ra'fat memandang tajam ke arah wanita tersebut dengan pandangan seksama. Rasa ingin tahu membuncah di hati Ra'fat tentang apa yang sedang dilakukan wanita itu. Begitu mobilnya melintasi sang wanita, sekilas Ra'fat memperhatikan. Maka ia pun menepuk pundak sang sopir dan memintanya untuk menepi. Saat mobil sudah berhenti, Ra'fat mengamati apa yang dilakukan oleh sang wanita. Entah apa yang membuat Ra'fat menjadi penasaran. Keingintahuannya membuncah. Ia turun dari mobil. Lemah ia membuka pintu, dan ia berjalan tertatih-tatih menuju tempat wanita itu berada.
Dalam jarak beberapa hasta Ra'fat mengucapkan salam kepada wanita tersebut namun salamnya tiada terjawab. Ra'fat pun bertanya kepada wanita tersebut dengan suara lemah, "Ibu..., apa yang sedang kau lakukan?"
Rupanya wanita ini sudah terlalu sering diacuhkan orang, hingga ia pun tidak peduli lagi dengan manusia. Meski ada yang bertanya kepadanya, wanita tadi hanya menjawab tanpa menoleh sedikitpun ke arah si penanya. Sambil mengumpil daging wanita itu berkata, "Aku memuji Allah Swt yang telah menuntun langkahku ke tempat ini. Sudah berhari-hari aku dan 3 orang putriku tidak makan. Namun hari ini, Allah Swt membawaku ke tempat ini sehingga aku dapati daging limbah yang masih bertengger di sisi tulang sisa. Aku berencana akan membuat kejutan untuk ketiga putriku malam ini. Insya Allah, aku akan memasakkan sup daging yang lezat buat mereka.
Subhanallah...! bergetar hebat relung batin Ra'fat saat mendengar penuturan kisah kemiskinan yang ada di hadapannya. Tidak pernah ia menyangka ada manusia yang melarat seperti ini. Maka serta-merta Ra'fat melangkah ke arah toko daging. Ia panggil salah seorang petugasnya. Lalu ia berkata kepada petugas toko, "Pak..., tolong siapkan untuk ibu itu dan keluarganya 1 kg daging dalam seminggu dan aku akan membayarnya selama setahun!" Kalimat yang meluncur dari mulut Ra'fat membuat wanita tadi menghentikan kegiatannya. Seolah tak percaya, ia angkat wajah dan menoleh ke arah Ra'fat. Kini mata wanita itu menatap dalam mata Ra'fat seolah ia berterima kasih lewat sorot pandang.
Merasa malu ditatap seperti itu, Ra'fat menoleh ke arah petugas toko. Ia pun berkata, "Pak..., tolong jangan buat 1 kg dalam seminggu, aku rasa itu tidak cukup. Siapkan 2 kg dalam seminggu dan aku akan membayarnya untuk setahun penuh!" Serta-merta Ra'fat mengeluarkan beberapa lembar uang 500-an riyal Saudi lalu ia serahkan kepada petugas tadi.
Usai Ra'fat membayar dan hendak meninggalkan toko daging, maka terhentilah langkahnya saat ia menatap wanita tadi tengah menengadah ke langit sambil mengangkat kedua belah tangannya seraya berdo’a dengan penuh kesungguhan:
"Allahumma ya Allah... berikanlah kepada tuan ini keberkahan rezeki. Limpahkan karunia-Mu yang banyak kepadanya. Jadikan ia manusia mulia di dunia dan akhirat. Beri ia kenikmatan seperti yang Engkau berikan kepada para hamba-Mu yang shalihin. Kabulkan setiap hajatnya dan berilah ia kesehatan lahir dan batin.....dst"
Panjang sekali do’a yang dibaca oleh wanita tersebut. Kalimat-kalimat do’a itu terjalin indah naik ke langit menuju Allah Swt. Bergetar ‘Arasy Allah Swt atas do’a yang dibacakan sehingga getaran itu terasa di hati Ra'fat. Ia mulai merasakan ketentraman dan kehangatan. Kedamaian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Hampir saja Ra'fat menitikkan air mata saat mendengar jalinan indah kalimat do’a wanita tersebut. Andai saja ia tidak merasa malu, pastilah buliran air mata hangat sudah membasahi pipinya. Namun bagi Ra'fat pantang menangis, apalagi di hadapan seorang wanita yang belum ia kenal. Ra'fat lalu memutuskan untuk meninggalkan wanita tersebut. Ia berjalan tegap dan cepat menuju mobilnya. Dan ia belum juga merasakan keajaiban itu. Ya, keajaiban yang ditambah saat Ra'fat membuka dan menutup pintu mobil dengan gagah seperti manusia sehat sediakala. Sungguh do’a wanita itu memberi kedamaian pada hati Ra'fat. Sepanjang jalan di atas kendaraan Ra'fat terus tersenyum membayangkan do’a yang dibacakan oleh sang wanita tadi. Perjalanan menuju rumah seorang kerabat itu menjadi indah.
Sesampainya di tujuan lalu Ra'fat mengutarakan maksudnya. Ia berpamitan dan meminta restu. Ia katakan boleh jadi ia tidak lagi berumur panjang sebab sakit liver akut yang diderita. Anehnya saat mendengar berita itu dari Ra'fat, sang kerabat berkata, "Ra'fat..., janganlah engkau bergurau. Kamu terlihat begitu sehat. Wajahmu ceria. Sedikit pun tidak ada tanda-tanda bahwa engkau sedang sakit." Awalnya Ra'fat menganggap bahwa kalimat yang diucapkan kerabat tadi hanya untuk menghibur dirinya yang sedang sedih. Namun setelah ia mendatangi saudara dan kerabat yang lain, anehnya semuanya berpendapat serupa.

Dua hari yang dimaksud pun tiba. Ia didampingi oleh istri dan beberapa anaknya kembali datang ke China. Hari yang dimaksud untuk menjalani operasi sudah disiapkan. Sebelum masuk ruang tindakan, beberapa pemeriksaan pun dilakukan. Setelah hasil pemeriksaan itu dipelajari maka ketua tim dokter pun bertanya keheranan kepada Ra'fat dan keluarga : "Aneh....! dua hari yang lalu kami dapati liver tuan Ra'fat rusak parah dan harus dilakukan tindakan operasi. Tapi setelah kami teliti, mengapa liver ini menjadi sempurna lagi?!"
Kalimat dokter itu membuat Ra'fat dan keluarga menjadi bahagia. Berulangkali terdengar kalimat takbir dan tahmid di ruangan meluncur dari mulut mereka. Mereka memuji Allah Swt yang telah menyembuhkan Ra'fat dari penyakit dengan begitu cepat. Siapa yang percaya bahwa Allah yang memberi penyakit, maka ia pun akan yakin bahwa hanya Dia Swt yang mampu menyembuhkan. Jangan bersedih dan merasa hidup merana. Sadari bahwa dalam kegetiran ada hikmah bak mutiara !
Sahabat.........., kalau kita belum mampu memberikan yang terbaik, maka seharusnya kita membiasakan diri mengabadikan yang tersisa ? kapan lagi kalau bukan saat ini !

“ Dan ber-infaqlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (Q.S.Al-Munafiqun :10 )

Sumber : http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Indahnya Husnul Khotimah

Sahabat, setiap diri kita pasti ingin mencapai kesuksesan dalam bidang atau pekerjaan apapun dengan berbagai program, konsep dan ide yang cemerlang. Namun sudahkah kita membuat program agar detik-detik akhir hayat kita begitu indah mempesona dan mengagumkan setiap mata yang memandang, serta membuat tersenyum gembira semua yang ada di Langit ? Mari kita coba cermati kisah berikut ini :

Di sebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri-sendiri yang mapan. Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga. Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka dan menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka. Jadilah mereka sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa di rumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu.
Suatu malam selepas ’Isya, di sebuah masjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya ketika berangkat. Saat sibuk mencari sandal, suaminya datang menghampirinya, “Kenapa Bu?” Istrinya menoleh sambil menjawab, “Sandal Ibu tidak ketemu Pak”. “Ya sudah...pakai ini saja”, kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. Walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dengan berat hati. Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya. Jarang sekali ia membantah apa yang dikatakan oleh sang suami. Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya. “Bagaimanapun usahaku untuk berterimakasih pada kaki istriku yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya. Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku saat aku pulang, kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”. Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah tempat bahagia bersama.
Karena usianya yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan. Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut mengambil gunting kuku dari tangan istrinya. Jari-jari yang mulai keriput itu dalam genggamannya mulai dirapikan dan setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut dan bergumam, “Terima kasih ya Bu.... ”. “Tidak, Ibu yang terima kasih sama Bapak, telah membantu memotong kuku Ibu”, tukas sang istri tersipu malu. “Terima kasih untuk semua pekerjaan luar biasa yang belum tentu sanggup aku lakukan. Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tahu semua takkan terbalas sampai kapanpun”, kata suaminya tulus. Dua titik bening menggantung disudut mata sang istri. “Bapak kok bicara begitu? Ibu senang atas semuanya Pak, apa yang telah kita lalui bersama adalah luar biasa. Ibu selalu bersyukur atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk. Semuanya dapat kita hadapi bersama.”

Hari Jum’at yang cerah setelah beberapa hari hujan, siang itu sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at. Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri menatap tepat pada matanya sebelum akhirnya melangkah pergi. Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri hingga saat beberapa orang mengetuk pintu membawa kabar yang tak pernah diduganya. Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia. Ia telah pulang menghadap sang Penciptanya ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tahiyat terakhir. Masih dalam posisi duduk sempurna dengan telunjuk ke arah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa. “Subhaanallah.... sungguh akhir perjalanan yang indah”, gumam para jama’ah setelah menyadari kalau dia telah tiada. Sang istri terbayang tatapan terakhir suaminya saat mau berangkat ke masjid. Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan pengganti ucapan selamat tinggal. Ataukah suaminya khawatir meninggalkannya sendiri di dunia ini. Ada gundah menggelayut di hati sang istri. Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya, tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun keikhlasan di hatinya yang bisa menghambat perjalanan sang suami menghadap Sang Khalik. Dalam do’anya, dia selalu memohon kekuatan kepada Allah agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan pada tempat yang layak.
Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya. Dengan wajah yang cerah sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri
dengan lembut. “Apa yang Bapak lakukan?”, tanya istrinya senang bercampur bingung.
“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang. Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan di dunia berakhir, Bapak selalu butuh Ibu. Saat disuruh memilih pendamping Bapak bingung, kemudian bilang pendampingnya tertinggal,
Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu.”Istrinya menangis sebelum akhirnya berkata “Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu takut sekali tinggal sendiri. Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi dan untuk selamanya tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan."Sang istri mengakhiri tangisannya dan menggantinya dengan senyuman. Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya.

Sahabat, kesetiaan kita dalam berkeluarga akan terpupuk seumur hidup ketika dalam keluarga kita terjadi keseimbangan, dan keseimbangan akan terwujud ketika kita saling berbagi, saling memberikan cinta, saling memberikan kasih sayang, saling memberikan kebahagiaan, saling memberikan nasehat untuk tetap berdiri kokoh pada sunnatullah dan fitrahnya masing-masing. Bukan saling menuntut cinta, saling menuntut kasih sayang, saling menuntut kebahagiaan sehingga yang terjadi adalah ketidakpuasan ketika tuntutan itu dibalas tidak sesuai dengan selera yang kemudian berakibat akan melangkahi sunnatullah dan fitrah kita masing-masing. Ketika kita telah memberikan cinta, kasih sayang dan kebahagiaan tetapi pasangan kita tidak membalasnya, maka jangan pernah berputus asa untuk memberikan semuanya itu karena Allahlah yang akan membalas segala pemberian kita dan menyeimbangkan kita dengan pasangan kita, maka kebahagiaan dan keharmonisan terwujud sepanjang umur kita. “Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalehah, jika engkau memandangnya maka engkau kagum kepadanya, dan jika engkau pergi darinya (tidak berada di sisinya) engkau akan merasa aman atas dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia melontarkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi darinya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu.” (HR. Ibnu Hibban dan lainnya dalam As-Silsilah ash-Shahihah hadits 282).
“Dan isteri shalehah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu, adalah sebaik-sebaik (harta) yang disimpan manusia.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, Shahihul jami’ 4285).

Sumber : http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Arabic Pad

Writing Arabic with non Arabic windows or keyboard can be a frustrating jobs. But with Arabic Pad, this can be done easily. Arabic Pad is a simple editor like notepad, but designed to write Arabic [Unicode] text , especially for Non Windows Arabic. I hope that with this program write Arabic is more easily, by customizing the keyboard key so it’s close to the Arabic letter sound.



Setting Computer for Arabic Support

Before you can using this program you must set your regional setting by add Supplemental language Support (right-to-left languages). If after run this program and the text doesn’t work correctly, the text were left aligned or the text were broken, then you must do the following step:
1. Open Control Panel
2. Select Regional and Language Options
3. select Languages tab
4. And check the options “Install files for complex script and right-to-left (Including Thai)” and click Apply.
5. Insert the Windows CD Installer and locate the correct path requested.
6. Follow the next step until the computer ask for restart, so restart.

If the above step still doesn’t work, maybe you have to install Universal Font. For Microsoft Office user, you can add Universal Font from the Installation CD. Follow this step :
1. Open Control Panel
2. Select Add or Remove Programs
3. Select Microsoft Office and click Change
4. Select Add of Remove Features click Next
5. In the next step, check the “Choose Advanced Customization of Applications” and click Next
6. From the tree view, Select: Office Shared Features > International Support > Universal Font (click/select and choose Run from my Computer from the drop down menu)
7. Click Update

Character Map



Download Arabic Pad klik di sini. Atau bisa juga di sini. Semoga bermanfaat.

Mencium Bau Surga

Sahabat , indikator kesuksesan kita di Kehidupan Akhirat kelak dapat dilihat ketika dalam detik-detik terakhir hembusan nafas kita sampai keluarnya Ruh dalam diri kita. Akankah kita sukses melaluinya ? Adakah amal andalan yang sudah kita persiapkan untuk melaluinya ? Pernahkah kita terfikir untuk membuat PLANNING SUKSES AKHIR HAYAT ? Ataukah tidak pernah terfikir oleh kita sama sekali ?
Ketika hembusan akhir nafas kita indah, maka akan indahlah kehidupan Akhirat kita kelak. Sebaliknya ketika hembusan akhir nafas kita biasa saja atau bahkan tidak enak dipandang mata, maka sukses hidup kita di Akhirat akan masih mungkin terselamatkan dengan 3 hal : Anak yang sholeh yang senantiasa mendo’akan kita, sedekah yang tersistem yang mampu menyelamatkan banyak orang dan ilmu yang membekas dan bermanfaat untuk kebaikan dan kesejahteraan orang banyak.
Kadang amalan-amalan kecil tapi dilakukan dengan berkesinambungan dan penuh ketulusan mampu mengantar kita menuju SUKSES AKHIR HAYAT , namun jika kita mampu membuat karya prestatif yang besar untuk suksesnya akhir hayat kita itupun kita harus lakukan. Kisah berikut ini semoga dapat memotivasi kita untuk serius membuat PLANNING SUKSES AKHIR HAYAT.

Seorang Dokter bercerita kepadaku, " Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal - semoga Allah merahmatinya -. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?
Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas segala kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel ? Atau apa?
Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal ... tenanglah ... sesungguhnya aku mencium wangi surga.!' Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan para dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, maka janganlah kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang aku mencium wangi surga.'
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu an-llaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullaah', Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta subhanahu wa ta'ala.
Allahu Akbar ... apa yang harus aku katakan dan apa yang harus aku komentari...Semua kalimat tidak mampu terucap ... dan pena telah kering di tangan... Aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah subhanahu wa ta'ala, " Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat." (Ibrahim : 27)
Ia melanjutkan kisahnya :
"Mereka membawa jenazah pemuda tersebut untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya' di tempat pemandian mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Magrib pada hari yang sama.
1. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullaah Shallallaahu ‘alahi wasallam bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat". Ini merupakan tanda-tanda husnul khatimah.
2. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Pada tubuh orang yang sudah meninggal itu (biasanya-red) dingin, kering dan kaku.
3. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.
Subhanalllah ... Sungguh indah kematian seperti itu. Kita memohon semoga Allah subhanahu wa ta'ala menganugrahkan kita husnul khatimah.
Sahabat-Sahabat tercinta ... kisah belum selesai...
Saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah kita apa jawabnya?
Apakah kita mengira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya atau diskotik? Atau duduk di depan layar televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan merokok? Menurut kita kira-kira apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan husnul khatimah (insya Allah ) yang saya yakin bahwa kita semuapun mengidam-ngidamkannya; meninggal dengan mencium wangi surga.
Ayahnya berkata, "Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjama'ah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU."
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.' Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Fhushilat:30- 32)

Sumber : http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Tafakur

‘Tafakkur (merenung) satu jam, itu lebih baik dari ibadah satu tahun”. Sepintas, ungkapan Imam Syafi’i itu berlebihan. Bagaimana mungkin sebuah amal yang dilakukan hanya dalam rentang satu jam, bisa lebih baik daripada ibadah selama satu tahun ?
Ungkapan Imam Syafi’i tersebut tentu tidak disampaikan dalam konteks perbandingan yang saling menafikan antara satu dengan yang lainnya. Imam Syafi’i tidak mengajak agar orang melaksanakan tafakkur satu jam, kemudian tidak perlu beribadah selama satu tahun. Beliau hanya ingin menekankan pentingnya merenung, menghisab diri, introspeksi, mengevaluasi amal yang telah lalu, menekuri hidup dan seterusnya. Sikap ini sangatlah penting dan bahkan menjadi syarat seseorang agar mampu memiliki kualitas ibadah yang lebih baik.
Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan agar kita terbiasa mengambil pelajaran dari masa lalu, baik dari apa yang telah dilakukan diri sendiri, maupun oleh orang lain.

Pertama; Merenung, bermuhasabah atau mengevaluasi amal dalam satu hari.
Kebiasaan seperti inilah yang dilakukan oleh para Sahabat yang menurut Rasulullah mereka sebagai ahli surga. Dalam hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah menyinggung kedatangan sahabat calon penghuni surga itu di dalam majelis para sahabat. Ahli surga itu ternyata bukan ahli ibadah yang kuantitas ibadahnya melebihi para sahabat lain. Ia hanya kerap melakukan evaluasi diri menjelang tidurnya setiap malam lalu ia hapus semua rasa gundahnya pada sesama muslim.
Dalam kitab ‘Bukaaul Mabrur’ yang mengulas tentang tangisan orang-orang sholih disebutkan perkataan salafussholih : “Para orang tua kami selalu menghitung diri dari apa yang mereka perbuat dan apa yang mereka ucapkan, kemudian mereka menulisnya dalam sebuah daftar. Setelah sholat ‘Isya, mereka mengeluarkan daftar amal dan ucapannya tersebut kemudian menimbangnya. Jika amalan yang diperbuat itu buruk, maka mereka segera bertaubat dan beristighfar memohon ampun kepada Allah. Namun jika amalan itu baik dan perlu disyukuri, merekapun bersyukur kepada Allah hingga mereka tidur. Kami pun mengikuti jejak mereka. Kami mencatat apa yang kami perbuat dan menimbangnya”.

Kedua; Memiliki agenda harian untuk mengevaluasi amal-amal yang telah dilakukan.
Agenda harian ini berisi daftar amal harian yang dianggap wajib untuk dilakukan. Misalnya; memulai suatu pekerjaan dengan Bismillah, membaca Istighfar minimal 100 kali, membaca Al-Qur’an sekian halaman, dsb. Sebaliknya catat pula alasan, masalah dan hambatan yang menjadikan kita tidak mampu menunaikan amal-amal harian tersebut. Mencatat hambatan amal-amal baik akan menjadi bahan pengalaman agar bisa diantisipasi pada waktu selanjutnya.
Sebagaimana setiap orang akan menerima lembaran-lembaran amalnya selama di dunia pada pengadilan akhirat nanti, setiap muslim sangat dianjurkan untuk menghitung-hitung sendiri amal-amalnya sejak di dunia. Tujuannya jelas, agar segala keburukan tidak terulang lagi, dan segala kebaikan terpelihara bahkan lebih baik lagi. Sahabat Umar r.a memberi nasehat, “Haasibuu anfusakum qobla an tuhaasabuu”. Hisablah amal-amal kalian sendiri, sebelum amal-amal kalian di hisab (oleh Allah di hari kiamat).”
Imam Hasan Al Bashri mengatakan, “Sesungguhnya penghisaban di hari kiamat akan ringan bagi kaum yang telah menghisab amalannya di dunia, begitu pula sebaliknya penghisaban di hari kiamat akan berat bagi orang yang tidak menghisab amalannya di dunia”.

Ketiga; Biasakan menilai dan mempertajam pengendalian diri sendiri.
Seseorang yang takjub dengan pribadi Hasan Al-Bashri pernah bertanya, “Siapa yang mendidikmu memiliki pribadi seperti ini ?”. Hasan Al-Bashri menjawab pendek. “Diriku sendiri”. “Bagaimana bisa seperti itu?”, tanya orang itu lagi. Hasan menguraikan, “Jika aku melihat keburukan pada orang lain, aku berusaha menghindarinya. Jika aku melihat kebaikan pada orang lain, aku berusaha mengikutinya. Dengan begitulah aku mendidik diriku sendiri…”
Sikap Ulama sholih generasi tabi’in itu jelas menekankan pentingnya seseorang mengambil pelajaran dari sebuah peristiwa. Teorinya sederhana, yaitu meniru yang baik dan menghindari yang tidak baik. Tapi hasilnya, prinsip itulah yang menghadirkan pribadi yang menakjubkan. Apa yang melatarbelakangi Hasan Al-Bashri berprinsip seperti itu ? Tidak lain untuk menghindari kekeliruan masa lalu, baik yang dilakukan diri sendiri maupun orang lain. Itu kuncinya, sehingga dari hari ke hari ia selalu berupaya memperbaiki kepribadiannya..

Keempat; Sadarilah bahwa belajar dari pengalaman akan menambah kedewasaan dan kebijakan dalam menyikapi hidup.
Semakin banyak orang bercermin terhadap masa lalu, maka ia akan semakin bijaksana dalam menentukan langkah. Saat mendapat kelapangan, seseorang tidak mudah larut oleh kesenangan. Ia berfikir bahwa rizki manusia ada kalanya lapang dan ada kalanya sempit. Saat medapat kesulitan, ia juga tidak mudah hanyut. Karena ia berfikir bahwa kesulitan akan silih berganti dengan kemudahan. Perbandingan seperti ini membuat seorang mukmin tetap bersyukur apapun kondisi yang ia alami. Itulah variasi dan itulah wujud kesempurnaan hidup sehingga saling melengkapi. Tanpa sikap seperti ini orang akan mudah terkena penyakit jiwa. Mudah gelisah dan selalu merasa tidak puas. Ia bahkan sulit merasa bahagia karena selalu terombang-ambing oleh dinamika hidup itu sendiri.

Kelima; Ketahuilah bahwa dalam batas tertentu kesalahan dan kekeliruan adalah lumrah.
Allah SWT tidaklah menciptakan manusia sempurna. Selalu saja ada manusia yang lebih disini dan kurang disana. Atau sebaliknya, lebih disana dan kurang disini. Sehingga prinsipnya jangan takut gagal dalam beramal. Tidak jarang, kegagalan dan kesalahan merupakan batu loncatan ke arah kebaikan. Setidaknya ia menjadi semangat dan motifasi untuk melakukan penebusan. Makna ini antara lain yang terkandung dalam pesan Rasulullah agar kita mengiringi segala keburukan yang kita lakukan dengan kebaikan. “Bertakwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada. Dan ikutilah keburukan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapus keburukan”. (HR.Bukhari dan Muslim)

Keenam; Selami (pelajari) sejarah orang-orang yang hidup di masa lalu.
Dengan mengetahui masa lalu, berarti seseorang memiliki modal informasi berharga sebagai bekal perjalanan yang ia lakukan di masa mendatang. Peristiwa apapun, baik dilakukan oleh sebuah generasi maupun orang perorang, harus menjadi cermin perbandingan melangkah ke depan. Kehidupan ini tak ubahnya cermin pengulangan masa lalu. Silih berganti antara keberhasilan dan kegagalan, kemenangan dan kekalahan, kebahagiaan dan kesedihan. Semua berputar dan berganti bagai pergantian siang dan malam. Firman Allah SWT, “Dan hari-hari itu kami pergilirkan di antara manusia…” (QS.Al Imran:140).
Itulah hikmah penjabaran sejarah perjuangan para Rasul dan Nabi yang tertuang dalam Al-Qur’an. Allah SWT membina mental perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya melalui uraian panjang tentang perjuangan para Nabi dan Rasul sebelum mereka. Jejak sejarah perjuangan itulah yang akan menjadi rambu bagi umat manusia sepanjang zaman dalam menegakkan kebenaran.
Fir’aun hanya satu tokoh sejarah yang diungkapkan Al-Qur’an. Ia merupakan simbol penguasa yang melakukan kekejaman dan penindasan terhadap rakyat, sekaligus memusuhi ajaran Allah SWT yang dibawa oleh nabiyullah Musa as. Melihat sejarah sepak terjang Fir’aun, manusia diajak memahami bagaimana bahayanya kejahatan yang datang dari sebuah kekuasaan. Lebih berbahaya dari kejahatan berupa pembunuhan atau perampokan. Kisah Fir’aun juga memberi gambaran kepada para penegak kebenaran bahwa mereka akan selalu menghadapi gembong-gembong kejahatan. Karena setiap zaman memiliki ‘Fir’aun’ nya sendiri.

Ketujuh; Seringlah berdiskusi, bertukar pengalaman, saling menasehati dengan orang-orang sholih tentang berbagai fenomena hidup.
Seorang pemikir menyebutkan, “Manusia itu ibarat burung yang bersayap sebelah”. Tak mungkin bisa terbang, jika ia tak memiliki sayap pasangannya. Maka, ia hanya bisa terbang kalau mau berpelukan erat-erat dan berkerjasama dengan orang lain. Begitulah analoginya, setiap orang memerlukan bantuan orang lain untuk bisa berhasil dalam hidup. Apa artinya?
Setiap orang harus saling memberi dan membantu satu sama lain. Rasulullah mengistilahkan hal ini dengan sabdanya, “Setiap mukmin adalah cermin bagi saudaranya yang lain”. Cermin, sumber informasi paling akurat dan jujur tentang berbagai fenomena. Cermin tempat memperoleh penilaian tentang diri, kapanpun dan dimana pun. Cermin juga pandai menyimpan informasi hanya pada pihak yang langsung terkait dengan informasi itu.
Roda kehidupan takkan pernah berhenti bergulir. Hari demi hari terus berjalan. Tugas kita adalah memanfaatkan kesempatan hari ini untuk menyongsong hari esok. Terlalu banyak pelajaran yang seharusnya membuat kita menjadi lebih baik dari yang telah lalu. Terlalu banyak pelajaran yang seharusnya menjadikan kita berhati-hati dan berhitung matang untuk melangkah. Terlalu banyak peringatan untuk menyadarkan kita agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Rasulullah saw. pernah bersabda, “Tafakkaruu fii khalqillaahi wa-laa tafakkaruu fiilaahi, berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah, dan janganlah kamu berpikir tentang Dzat Allah.” Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas ini menurut Syaikh Nashiruddin Al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’ish Shaghir dan Silsilatu Ahaadits Ash-Shahihah berderajat hasan.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.
Powered by Blogger