Tafsir QS. Al-Baqarah : 119

"Innaa arsalnaaka bil haqqi basyiiran wa nadziiran walaa tus-alu 'an ash-haabil jahiim" (Sesungguhnya Kami telah mengutus engkau (Muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan engkau tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang penghuni-penghuni neraka) (QS. Al Baqarah, 2:119).
Pada awal ayat ini Allah SWT menegaskan dengan menyatakan: (Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran). Pada ayat ini Allah SWT menyebut diri-Nya dengan kata, "Inna" (Kami). Ayat yang senada banyak sekali ketika Allah SWT menyebut diri-Nya dengan kata, "Kami", selain itu pula terkadang Allah menyebut diri-Nya dengan kata, "Inni"(Aku).
Perlu digarisbawahi bahwa ketika Allah menyebutkan Dzat-Nya dengan kata, "Kami", pertama, biasanya menunjukkan pada perbuatan Allah yang terjadi "tidak hanya" mewakili salah satu sifat Allah, tetapi mewakili seluruh sifat-sifat Allah. Kedua, digunakan kata, "Kami" biasanya ketika perbuatan Allah itu melibatkan makhluk-Nya walaupun si makhluk tersebut mampu berbuat karena kemampuan yang diberikan Allah, hal ini merupakan penghargaan Allah terhadap makhluk. Ketika dalam penciptaan langit dan bumi, Allah menyatakan dirinya dengan kata, "Aku", karena makhluk tidak ikut berperan. Tetapi ketika Allah berbicara perihal kesembuhan atau rezeki, maka Allah menyebutkan dirinya dengan kata, "Kami", karena ketika seseorang sembuh dari sakit ada keterlibatan makhluk (Dokter) atau sampainya rezeki di tangan seseorang juga melibatkan makhluk yang hakikatnya baik kesembuhan maupun rezeki semua datang dari Allah.
Dalam QS. Al Hijr ayat 9 dinyatakan: "Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Qur'an dan Sesungguhnya Kami memeliharanya". Turunnya Al Qur'an tentu telah mencakup sifat Allah Yang Maha Sempurna dan juga melibatkan makhluk-Nya yakni Malaikat Jibril hingga Al Qur'an (Wahyu) bisa sampai kepada Rasul Saw. Tetapi jika Allah berbicara tentang Dzat-Nya, perihal bagaimana manusia seharusnya beribadah kepada-Nya, maka Allah selalu menyebutkan diri-Nya dengan kata, "Aku". Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah Aku dan dirikan shalat untuk mengingat-Ku" (QS. Thaahaa, 20:14). Demikian pula, ketika Allah pertama kali menciptakan manusia pertama, Adam, maka Allah menyebutkan diri-Nya dengan kata, "Aku" (QS.Al Baqarah, 2:30) karena belum ada peran makhluk, tetapi ketika Allah menciptakan anak keturunan Adam, maka Allah menyebutkan diri-Nya dengan kata, "Kami" (QS. Al Mu'minuun, 23:12-14) karena telah ada peran makhluk-Nya yakni suami-istri.
Pernyataan ayat 119 QS. Al Baqarah ini merupakan sebuah penegasan dari Allah SWT yang telah menetapkan Muhammad sebagai Rasul pembawa kebenaran yang mutlak yakni turunnya risalah Islam lewat Al Qur'an yang kebenarannya mutlak berlaku hingga akhir zaman. Ketika kita berhadapan dengan kebenaran yang mutlak, maka kita harus yakin. Jika dalam diri seseorang masih saja ada pertanyaan "mengapa", berarti dia masih tidak yakin.
Dalam lanjutan ayat dinyatakan: "Basyiiran wa nadziiran" (Kabar gembira dan peringatan). Rasulullah Saw bertugas membawa kebenaran (Al Qur'an) yang isi dari kebenaran tersebut berupa "berita". Adapun beritanya bisa berupa yang menyenangkan (Basyiira) dan bisa juga berita yang tidak menyenangkan (Nadziira). Bagi orang-orang yang mengimani Allah dan risalah-Nya serta menjalankan risalah-Nya dalam kehidupannya maka dia berhak untuk disenangkan oleh Allah dengan berita-berita yang menyenangkan. Sedangkan bagi orang-orang yang kafir juga mendapatkan berita yakni tentang kehidupan mereka di neraka. Setelah manusia mendapatkan berita tersebut, maka terserah manusia untuk memilihnya. Rasul hanya bertugas menyampaikan berita tersebut.
Maka pada penghujung ayat dinyatakan: "Walaa tus-alu 'an ash-haabil jahiim" (Dan engkau (Muhammad) tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang penghuni-penghuni neraka). Allah SWT pada ayat ini mengingatkan Rasul Saw bahwa setelah menyampaikan kepada manusia tentang berita tersebut, maka selesailah tugas Rasul Saw. Beliau tidak akan dituntut oleh sebab orang-orang yang tidak mau mengikuti ajakannya. Pada ayat lain pun Rasul diingatkan : "Maka boleh jadi engkau (Muhammad) membinasakan dirimu karena dukacita atas kelakuan mereka jika mereka tidak beriman dengan Al Qur'an ini" (QS. Al- Kahfi, 18:6). Juga dalam firman-Nya: "Tidaklah kewajiban atasmu menjadikan mereka mendapat petunjuk akan tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki" (QS. Al Baqarah, 2:272). Dan dalam firman-Nya pula: "Boleh jadi engkau (Muhammad) hendak membinasakan dirimu (karena mereka tidak beriman), jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka suatu ayat dari langit, makajadilah tengkuk-tengkuk mereka tunduk kepadanya" (QS. Asy Syu'araa, 26:3-4). Dimaksudkan jika Allah menghendaki maka dapat saja Allah menjadikan manusia itu semua beriman dengan terpaksa, yang dikehendaki Allah SWT adalah manusia beriman atas kesadarannya sendiri tanpa ada paksaan (QS.Al Baqarah, 2:256).
Pada ayat selanjutnya dinyatakan: "Walan tardhaa 'ankal yahuudu wa-lan nashaaraa hattaa tattabi'a millatahum qul inna hudallaahi huwal hudaa wa la init taba'ta ahwaa-ahum ba'dal ladzii jaa-aka minal 'ilmi maa laka minallaahi miw waliyyiw wa laa nashiir" (Tidak akan pernah ridha terhadapmu (Muhammad) orang-orang Yahudi dan juga "tidak pula" orang-orang Nashara sampai kamu mengikuti keyakinan atau ajaran mereka. Katakanlah, sesungguhnya hidayah atau petunjuk Allah ialah yang sebenar-benarnya petunjuk. Jika kamu mengikuti hawa-hawa nafsu mereka setelah datang ilmu pengetahuan kepadamu, maka tidak ada hak bagimu menjadikan Allah sebagai pelindung dan penolong bagimu" (QS. Al Baqarah, 2:120).
Sebab turunnya ayat ini, diriwayatkan bahwa saat itu orang-orang Yahudi sering mendatangi Rasulullah Saw dengan ungkapan : "Berilah kami petunjuk tentang ajaran yang kamu bawa wahai Muhammad, sehingga dengan petunjuk atau keterangan darimu, kami akan mempertimbangkan apakah kami nanti akan beriman atau tidak". Hanya Allah Yang Maha Mengetahui isi hati mereka, maka turunlah ayat ini untuk mengingatkan Nabi Muhammad Saw bahwa sesungguhnya kedatangan mereka itu tiada lain kecuali berkehendak hanya ingin bersendau-gurau atau mempermainkan saja. Mereka "tidak akan pernah" rela, ikhlas atau ridha kecuali kalau Nabi Muhammad Saw mau meyakini apa yang menjadi keyakinan mereka. Jadi, tidak ada istilah mereka bermaksud untuk mencari kebenaran, maka Allah SWT mengingatkan, "hattaa tattabi'a millatahum" (Sampai kamu sendiri mengikuti aturan atau pedoman hidup mereka).
Jika ayat ini kita cermati, paling tidak, ada "dua" kali pengulangan kata nafi, "la". Penafikan pertama adalah pada kata, "wa lan tardhaa 'ankal yahuudu" (Tidak akan pernah ridha kepadamu (Muhammad) orang-orang Yahudi). Sedangkan penafian kedua adalah pada kata, "wa lan nashaaraa" (Dan "tidak pula" orang-orang Nashara). Menurut kaidah bahasa, sebenarnya cukup saja dikatakan dengan "wau" (dan) tanpa harus ada pengulangan kata nafi, "la". Sehingga ayatnya akan berbunyi, "wa lan tardhaa 'ankal yahuudu wa nashaaraa" (Tidak akan pernah ridha kepadamu orang-orang Yahudi dan orang-orang Nashara). Tapi, dengan pengulangan kata nafi, "la", maka ayatnya berbunyi, "Tidak akan pernah ridha kepadamu orang-orang Yahudi dan "tidak pula" orang-orang Nashara".
Pertanyaannya, kenapa harus ada kata, "tidak pula", apakah tidak cukup dengan kata "wau" (dan) saja ? Sebab, kalau tidak memakai kata, la, lantas cukup dengan kata, wau (dan) maka akan bermakna lain. Sedangkan kata, 'dan', itu biasanya dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kalimat yang berikutnya itu sama dengan atau mengikuti kalimat yang disebut sebelumnya. Padahal tidak ridhanya orang-orang Yahudi belum tentu sama dengan tidak ridhanya orang-orang Nashara. Sangat dimungkinkan pada suatu ketika yang satu ridha dan yang satu lagi tidak ridha dalam satu hal atau kedua-duanya sama-sama tidak ridha atau sama-sama tidak senang. Dalam bentuk ketidakridhaannya pun bisa berbeda-beda, karena itu perlu penegasan dengan 'dua' kali penafian, baik terhadap orang Yahudi yang tidak ridha maupun juga terhadap orang Nashara yang sama-sama tidak akan ridha pula.
Memang, terkadang orang Yahudi dan Nashara bisa saja satu suara dalam menghadapi orang Islam, tapi terkadang pula timbul pertentangan di antara mereka. "Dan orang-orang Yahudi berkata: 'Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan', dan orang Nasrani berkata: 'Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan, padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab" (QS. Al Baqarah, 2 : 113). Di sini akhirnya di antara mereka memang saling tuduh, tapi tatkala mereka menghadapi Islam ternyata mereka bisa satu irama. Karenanya, Allah SWT kemudian mengingatkan dengan menyebut "dua" kali kata nafi, "la". Ini dimaksudkan untuk meyakinkan kepada kita bahwa kedua-duanya akan sama-sama, walaupun bentuknya sangat mungkin berbeda dalam ketidakridhaannya. Demikian pula, Allah SWT mengingatkan kita bahwa ridha atau senangnya mereka hanya satu yaitu ketika kita mengikuti apa yang menjadi millah atau kecenderungan mereka. Inilah watak asli mereka.
Dalam lanjutan ayat, Allah SWT memberikan petunjuk kepada Rasulullah Saw untuk mengatakan kepada mereka, "Qul" (Katakanlah) wahai Muhammad kepada mereka, "Inna hudallaahi huwal hudaa" (Sesungguhnya petunjuk Allah itu adalah petunjuk yang sebenarnya). Arti di balik pernyataan ini adalah bahwa semua selain Islam yang telah disampaikan oleh Rasulullah Saw tersebut bukanlah petunjuk dari Allah. Ini merupakan sebuah jawaban sekaligus penegasan yang menunjukkan bahwa apa yang disampaikan dan diyakini oleh Rasulullah Saw dan diajarkan kepada ummatnya itulah petunjuk dari Allah. Artinya, selain itu bukanlah petunjuk dari Allah.
Pertanyaannya, lantas apa yang disebut dengan hudan atau hidayah itu ? Hidayah adalah sesuatu yang membuat seseorang bisa mencapai tujuan dengan menempuh jalan sesingkat mungkin. Dan, itulah yang dimaksud dengan "shiraathal mustaqiim" (Jalan yang lurus). Yakni jalan yang mengantarkan kita secara cepat untuk bisa mencapai tujuan. Memang, tidak menutup kemungkinan masih banyak jalan-jalan lain yang diyakini oleh manusia, tetapi itu bukanlah "hudallaah". Di sini lebih jelas lagi, kenapa Rasulullah Saw harus mengatakan, "inna hudallaahi wal huda". Apakah yang bukan hudallah itu bukan hudan ? Tetapi yang betul-betul hudan itu adalah hanyalah hudallah, yakni hidayah yang datang dari Allah. Dialah yang akan bisa mengantarkan seseorang untuk mencapai tujuan. Artinya petunjuk-petunjuk yang lain itu tidak akan pernah bisa mengantarkan seseorang untuk bisa mencapai tujuan. Seorang mu'min mesti meyakini bahwa petunjuk yang bisa mengantarkan seseorang kepada tujuannya itu harus petunjuk dari Allah.
Dalam lanjutan ayat, kembali Allah SWT memperingatkan kita dengan menyatakan, "wa la init ta-ba'ta ahwaa-ahum" (Seandainya kamu mengikuti hawa-hawa nafsu mereka). Pernyataan ini bermakna, Allah SWT menunjukkan kepada kita bahwa "millah" atau kecenderungan atau pedoman hidup yang mereka yakini sebagai ajaran atau keyakinan itu sebenarnya berisi hawa-hawa nafsu mereka. Kata, "hawa", dalam Islam yang dalam bahasa Arab didefinisikan sebagai sesuatu yang diinginkan oleh jiwa atau diri seseorang secara bathil, tidak benar atau jauh dari kebenaran. Maka, dalam konteks ayat ini jelaslah bagi kita bahwa batillah semua "millah" atau jalan, baik jalan yang ada di dalam Yahudi maupun Nasrani setelah datang kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah Saw.
Pada penghujung ayat, Allah SWT memberikan peringatan keras kepada kita, bahwa jika kita masih mau mengikuti hawa-hawa nafsu mereka, maka tidak ada hak bagi kita menjadikan Allah sebagai pelindung dan penolong kita. Peringatan keras ini hendaknya menjadikan diri kita senantiasa berhati-hati atau waspada dalam mengarungi kehidupan ini, khususnya dalam menghadapi segala tipu daya Yahudi dan Nashara yang akan mengajak kita ke arah kecenderungan hawa-hawa nafsu mereka sehingga kita menjadi orang yang rugi.
Sebuah hikmah tentunya bisa kita petik, bahwa sebab turunnya ayat ini diawali oleh kehendak atau keinginan orang-orang Yahudi untuk berdialog dengan Nabi. Walaupun dialog tersebut tertuju kepada Nabi Muhammad, tentunya hal ini dimaksudkan sebagai peringatan kepada kita sebagai ummatnya. Bahwa dialog dalam bentuk apa pun yang dikehendaki mereka, pada umumnya akhirnya mereka tidak akan pernah rela atau ridha juga kecuali kita harus mau mengikuti hawa-hawa nafsu mereka.
Sebuah keniscayaan pula tentunya bagi kita, bahwa tidaklah cukup aman atau selamat bagi kehidupan dunia dan akhirat kita manakala kita tidak mau membuka selimut kepedulian kita untuk membela saudara-saudara kita dari ancaman pemurtadan yang dilancarkan oleh Yahudi dan Nashara. Kini, tiba saatnya bagi kita untuk berjuang, berkorban, berjihad di jalan Allah untuk bersama-sama dalam satu barisan yang rapi untuk melawan musuh-musuh Allah. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah dan 'inayah-Nya kepada kita sekalian.

Wallaahu a'lamu bish-shawaab.
Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Tips Sehat ala Rasulullah saw

Dalam setiap aktifitas dan pola hidupnya, Rasulullah saw memang sudah dipersiapkan oleh Allah SWT untuk menjadi contoh dan teladan bagi ummat manusia. Rasulullah saw memiliki tubuh yang sehat, kuat, bahkan sanggup berhadapan dengan para pegulat. Beliau bersabda : "Mu'min yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mu'min yang lemah "(HR Muslim).
Rasulullah saw sendiri seperti yang dikisahkan oleh para Sahabat, jarang sekali sakit. Beliau hanya sakit dua kali dalam seumur hidupnya. Yang pertama karena Beliau diracun oleh seseorang, dan yang kedua ketika Beliau mendekati ajalnya. Mengapa Beliau bisa selalu sehat seperti itu? Berikut rahasianya :

1. Selalu bangun sebelum Fajar
Rasulullah saw selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh, melaksanakan sholat sunnah fajar, kemudian berjalan menuju masjid, dan mengerjakan sholat fardhu shubuh berjamaah.
Hal ini memberi beberapa hikmah yang sangat besar antara lain :
- Akan berlimpah pahala dari Allah SWT
- Kesegaran udara shubuh yang bagus untuk kesehatan/ terapi berbagai macam penyakit
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan (hati)
Mandi pagi sebelum shubuh, sekurang-kurangnya sejam sebelum matahati terbit, kabarnya air sejuk yang meresap ke dalam tubuh dapat mengurangi penimbunan lemak.

2. Aktif menjaga kebersihan
Rasulullah saw senantiasa berpenampilan rapih dan bersih. Setiap hari Kamis atau Jum'at beliau rajin mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan memakai minyak wangi. Beliau bersabda : "Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman" (HR Muslim).

3. Tidak pernah banyak makan
Sabda Beliau : "Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar, dan apabila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan) " (Muttafaq ’Alaih).
Dalam tubuh manusia terdapat 3 (tiga) ruang untuk tiga hal : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan dalam Islam sendiri ada satu konsep tarbiyyah khusus bagi pemeluknya untuk membiasakan pola makan yang baik dan untuk menyeimbangkan kesehatan dengan adanya syariat puasa di bulan Ramadhan dan puasa-puasa sunnah.

4. Minum dari wadah yang tertutup dan tidak sambil bernafas

Nabi Muhammad saw tidak pernah minum sambil bernafas. Air yang beliau minum selalu dari wadah yang tertutup. Menurut beliau saw, air dari wadah yang terbuka mudah terkena debu atau kotoran (yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit)

5. Gemar berjalan kaki
Rasulullah saw selalu berjalan kaki ketika hendak menuju masjid, pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, sillaturrahim dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, pori- pori kulit terbuka, keringat dan racun (toksin) dari dalam tubuh akan keluar, dan peredaran darah akan berjalan dengan lancar. Ini penting sekali untuk memelihara kesehatan jantung.

6. Tidak pemarah
Nabi Muhammad saw apabila marah tanpa disertai dengan emosi. Marah disertai emosi menunjukkan tidak adanya keikhlasan dan kecintaan kepada orang yang dimarahi. Artinya marah Rasulullah saw hanya tampak dari wajah, tetapi nurani Beliau tetap menunjukkan sikap kasih sayang.
Nasihat Beliau saw kepada salah seorang Sahabat : "Janganlah Marah !", diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan muslim bukanlah terletak pada kekuatan jasadnya saja, melainkan lebih dari itu yakni dilandasi dengan kebersihan dan kesehatan jiwa terutama ketika menghadapi amarah.
Beberapa cara/ tips untuk mengatasi amarah :
- Mengubah posisi badan ketika sedang marah, bila berdiri maka duduklah, dan bila sedang duduk maka berbaringlah
- Membaca ta 'awudz, karena marah itu berasal dari setan
- Segeralah berwudhu, kemudian
- Shalat dua rokaat agar mendapat ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati.
- Tips lainnya bisa dilihat di sini ...

7. Optimis dan tidak putus asa
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakkal kepada Allah. Nabi Muhammad SAW tidak menanggapi sesuatu yang menimpa tubuh (misalnya sakit) secara berlebihan. Karena bagi Beliau, gampang mengeluh itu menunjukkan sifat tidak sabar.

8. Tidak pernah iri hati
Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa, maka menjauhi sifat iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat sekali. Dan menjaga kesehatan fisik tidak dapat lepas dari kesehatan psikis. Dengan kata lain, kesehatan jasmani itu tergantung kesehatan rohani. Nabi saw bersabda : “ Ingatlah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Bila segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh itu menjadi baik. Dan apabila segumpal daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu menjadi rusak pula. Ingatlah, segumpal daging itu ialah hati “ (HR. Bukhori Muslim).Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat-sifat madzmumah dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah.

9. Banyak menangis
Menangis karena takut (khauf) maupun kerinduan mengharap (raja’) akan rahmat Allah SWT merupakan kebiasaan kaum shalihin. Rasulullah saw mengajarkan kepada kita agar bangun pada malam hari (sepertiga malam terakhir) dan banyak menangis memohon ampun kepada Allah. Allah SWT sendiri dalam Al-Qur’an menyuruh kita agar sedikit tertawa dan banyak menangis. Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa menangis merupakan salah satu cara untuk melepaskan radikal bebas keluar dari tubuh kita. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pederita rheumatik yang menangis secara rutin akan mengalami perbaikan kesehatan dalam rentang waktu satu tahun. Imunitas (kekebalan) tubuh mereka yang rutin menangis semakin membaik dibandingkan dengan mereka yang tidak membiasakan diri menangis.

10. Memperhatikan pola makan
Salah satu hal yang menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit adalah pola makan yang salah. Itulah sebabnya Rasulullah sangat memperhatikan pola makan yang baik dan gizi yang seimbang. Berikut beberapa saran yang sebagian disarikan dari prinsip-prinsip At-Thiibbun Nabawiy :
• Rasulullah saw menyarankan agar jangan makan buah setelah makan. Tetapi makanlah buah terlebih dahulu, baru kemudian makan.
• Tidur sebentar kira-kira 1 jam di siang hari (qaelulah). Dengan tidur sebentar, otak dan badan beristirahat setelah beraktifitas sejak pagi hari. Tubuh agar bisa menyerap dengan baik nutrisi yang kita asup. Sehingga saat bangun, tubuh sudah kembali segar dan punya semangat untuk melanjutkan aktifitas lagi.
• Jangan pernah meninggalkan makan malam. Karena yang tidak makan malam dia akan dimakan usia dan kolesterol dalam badan akan berganda.
• Tidak makan SUSU bersama dengan DAGING
• Tidak makan DAGING bersama dengan IKAN
• Tidak makan IKAN bersama dengan SUSU
• Tidak makan AYAM bersama dengan SUSU
• Tidak makan IKAN bersama dengan TELUR
• Tidak makan IKAN bersama dengan DAUN SALAD
• Tidak makan SUSU bersama dengan CUKA
• Tidak makan BUAH bersama dengan SUSU
Dalam daging ayam mengandung ion (+), sedangkan dalam ikan mengandung ion (-). Jika keduanya dikonsumsi bersamaan maka akan terjadi reaksi biokimia yang dapat merusak usus kita.
Rupanya apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw, telah juga diterapkan oleh orang-orang Yahudi. Bahkan mereka menaruh perhatian lebih dalam hal memperhatikan pola makan yang baik, terutama untuk kesehatan dan kecerdasan anak-anak meraka. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Dr. Stephen Carr Leon, salah satu faktor pendukung kecerdasan anak-anak Yahudi adalah dari pola makannya. Anak-anak diberi konsumsi pil minyak ikan setiap hari dan mereka senang sekali memakan fillet ikan. Mereka makan buah sebelum makan besar, dan merokok adalah hal yang tabu bagi mereka. Gizi seimbang dan pola hidup yang baik dalam jangka panjang akan membuat tubuh menjadi sehat sehingga mendukung proses belajar mereka.
Bagaimana dengan kita, bukankah kita lebih berhak untuk mengikuti saran dan nasehat kebaikan dari Rasulullah ...?

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Bayi Al-Qur'an



Allah Maha Besar…Ini adalah sebagian dari tanda Kekuasaan-Nya.
Seorang bayi di Dagestan, Rusia, membuat tim dokter yang menanganinya kebingungan. Ali Yakubov, bayi berusia sembilan bulan itu memiliki keanehan pada sekujur kulitnya. Di kulitnya muncul tulisan Arab seperti ayat suci Al-Quran berwarna merah.
Seperti dilansir The Sun, Selasa (20/10), keanehan itu terlihat pada bagian permukaan kulit anak dari seorang ibu bernama Madina. Saat baru dilahirkan, orang tua bayi melihat tulisan dengan lafal Allah di dagu sang bayi. Orang tua si jabang bayi pun bingung bukan kepalang. Tetapi tiba-tiba, beberapa lama kemudian tulisan itu muncul di bagian lain. Orang tua bayi melihat tulisan itu muncul di punggung, lengan, dan perut si bayi. Yang mengejutkan, keluarga mengaku bahwa sebelum muncul tulisan baru, tulisan yang lama akan menghilang lebih dulu. Kejadian ini berlangsung sekitar setiap dua kali dalam satu minggu.
Tim dokter tidak dapat menjelaskan tentang kondisi misterius ini. Tetapi, dokter menolak mengeluarkan pernyataan bahwa tulisan-tulisan itu dibuat secara sengaja oleh seseorang. Ibu kandung si bayi, Madina mengatakan bahwa dia dan suaminya juga mengalami perubahan saat terjadi kondisi misterius ini. Dia dan sang suami juga langsung berubah menjadi religius setelah ada 'mukjizat' ini. Madina menegaskan, setiap akan muncul tulisan baru, anak kesayangannya itu mendadak berubah fisik. Dia tiba-tiba sakit, panas badan yang tinggi, dan terus menangis.
Kini, Ali Yakubov menjadi pusat perhatian warga di Dagestan, daerah selatan Rusia. Seorang anggota dewan setempat, Akhmedpasha Amiralaev, mengatakan bocah ini adalah pertanda khusus dari Tuhan.
"Allah mengirim dia ke Dagestan untuk memberikan perintah agar pemberontakan di republik ini harus segera dihentikan," kata Akhmedpasha.(*)

MOSKOW (SuaraMedia News). Seorang bayi menimbulkan gelombang spekulasi di Rusia setelah tulisan ayat Al Qur’an mulai muncul di kulitnya. Beberapa ayat dari Al Qur’an mulai muncul di punggung, tangan, kaki, dan perut Ali Yakubov yang berusia sembilan bulan sebelum kemudian memudar dan berganti dengan ayat-ayat baru.
Ayat Al Qur’an terlihat jelas di bagian paha hingga kaki bayi Ali Yakubov, yang menggambarkan keagungan Allah.
Tim medis Rusia mengklaim bahwa mereka bingung mengenai apa yang menyebabkan tanda-tanda di kulit bayi itu muncul, yang dimulai ketika tulisan “Allah” muncul di dagunya beberapa minggu setelah ia lahir.
Ibu bayi tersebut Madina, mengatakan bahwa ia dan suaminya juga tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Awalnya mereka tidak menunjukkan tulisan itu kepada siapa pun hingga mereka melihat salah satu dari tulisan itu berbunyi, “Jangan sembunyikan tanda-tanda ini dari semua orang.” Madina kemudian mengungkapkannya pada dokter dan imam di desa mereka (Red October) yang merupakan kawasan dominan Muslim. Ali Yakubov adalah anak kedua Madina, dan hal semacam itu tidak terjadi pada anak perempuannya yang pertama.
Kini bayi laki-laki itu menjadi fokus perhatian kaum Muslim di wilayah tempat tinggalnya, desa Krasno-Oktyabrskoye propinsi Dagestan. Anggota parlemen setempat, Akhmedpasha Amiralaev, mengatakan, “Ini murni tanda dari Allah. Allah mengirimnya ke Dagestan untuk menghentikan pemberontakan dan ketegangan di republik kita.”
Madina mengungkapkan, “Biasanya tanda-tanda itu muncul dua kali seminggu, yaitu pada hari Senin dan malam antara Kamis dan Jumat. Setelah tiga hari tulisan itu akan hilang dan berganti dengan ayat yang baru.”
“Ali selalu merasa tak enak badan saat itu terjadi. Ia menangis dan suhu tubuhnya naik. Mustahil untuk menyentuhnya saat tulisan itu muncul, tubuhnya terus bergerak-gerak dengan aktif, jadi kami meletakkannya di boks bayi.” Ayat-ayat Al Qur’an muncul silih berganti di kulit Ali, jelas Madina. Imam setempat, Abdulla, telah mengatakan bahwa Al-Qur’an memprediksikan sebelum dunia berakhir, akan ada orang-orang yang memiliki tulisan ayat-ayat Al Qur’an di tubuhnya.
Tim medis tidak percaya begitu saja tentang kisah tersebut. Ludmilla Luss, seorang dokter setempat, meyakini bahwa cerita tentang tulisan ayat Al-Qur’an itu hanya karangan orangtua bayi tersebut. “Mereka mungkin telah mengolesi kulitnya dengan obat-obatan tertentu, jika anak itu menderita urticarial dermographism, atau yang biasa dikenal dengan ‘tulisan di kulit’ – suatu penyakit kelainan kulit yang muncul 5% dari sebuah populasi. Ini adalah jenis yang paling populer dari urticaria, di mana kulit menjadi memerah ketika digosok dengan benda tumpul. Karena itu, jika anak tersebut menderita kelainan semacam itu, akan mudah untuk menulis apa pun di kulitnya.”
“Orang-orang yang menderita penyakit lambung memiliki kulit yang sangat sensitif. Jika kau menggambar sesuatu di kulit mereka dengan lidi, misalnya, gambar itu akan muncul,” ujar Ludmilla.
Bagaimanapun, kisah tersebut telah berhasil menarik perhatian dari media Rusia.

Sumber : http://www.suaramedia.com

Bayi Misterius dengan Tulisan Al-Quran Menjadi Sasaran Klenik
Seorang bayi laki-laki menjadi fenomena dan mengejutkan kaum Muslim Dagestan. Peristiwa ini terjadi di Dagestan, yang berdekatan dengan Chechnya, selatan Rusia.
Orangtua dari bayi bernama Ali Yakubov, terkejut dengan tanda-tanda yang ada pada tubuh anaknya, yang lahir di desa Krasno-Oktyabrsk ini. Ketika itu muncul tulisan “Allah” di dagunya. Ali lahir prematur dengan penyakit jantung koroner dan kulit. Dokter memperingatkan, ia hanya mungkin hidup 2 atau 3 hari. Kadang-kadang tulisan muncul di perutnya dan kepala, sebelum akhirnya memudar beberapa hari. Ibunya tak pernah memberitahu pada siapa pun tentang hal ini, sampai kemudian tanda-tanda itu bisa dilihat banyak orang. Madina Yakubova, sang ibu mengatakan, bahwa anak laki-lakinya dilahirkan dengan hematoma di dagunya, dan ketika memar pulih, kata 'Allah' tulisan Arab muncul. Dalam dunia medis, Hematoma adalah penampakan biru (keunguan) pada kulit, yang dapat terjadi karena benturan atau sebab lain.
Di balik kulit yang membiru itu, terdapat pembuluh darah yang pecah dan darahnya keluar, serta kemudian membeku (menjendal) di luar pembuluh darah itu. Jika letaknya cukup dekat dengan permukaan kulit, maka akan terlihat seperti warna biru/ ungu. Umumnya terasa nyeri, terutama jika ditekan, dan kadang juga disertai pembengkakan. Masalahnya, semenjak muncul tulisan yang dipercaya “ayat-ayat Allah” pertama kali, sejak itu pula, munculnya tulisan-tulisan bernuansa Arab lain bertebaran di punggung, lengan, kaki, dan perutnya. Menariknya, keluarganya mengklaim, selalu ada tanda-tanda sebelum ayat-ayat baru muncul, dua kali dalam sepekan. Seperti dilansir dari The Sun, tim medis mengatakan, pihaknya tidak bisa menjelaskan kondisi misterius Ali Yakubov, tapi mereka membantah, kalau tanda ini ditulis oleh seseorang pada kulit bayi ini.
Madina mengatakan, dia dan suaminya bukanlah pemeluk Islam yang taat, hingga ayat-ayat Al-Quran itu muncul di kulit bayinya. Wanita itu menambahkan bahwa Ali adalah anak keduanya, dan ini tidak pernah terjadi pada putrinya yang pertama. Sebelumnya, mereka menyembunyikan kondisi bayi mereka, tapi akhirnya mengungkapkan hal ini pada dokter mereka. Sekarang Ali Yakubov menjadi perhatian komunitas Muslim di provinsi Dagestan.
Madina menambahkan, “Biasanya tanda-tanda ini muncul dua kali dalam sepekan, hari Senin dan malam antara Kamis dan Jumat. Ali selalu merasa sakit ketika itu muncul. Dia menangis dan temperaturnya naik.”
Petugas medis dan pihak keluarga Ali mengaku bingung dengan kondisi ini. Mereka menepis spekulasi banyak pihak bahwa “tanda-tanda” yang dipercaya sebagai “Ayat” itu berasal dari seseorang yang menulis di kulitnya.
“Tidak mungkin memeluknya ketika hal itu terjadi. Tubuhnya bergerak aktif, jadi kami menempatkan dia di peraduannya. Sangat sulit menyaksikan dia menderita,” ujar Madina dikutip the Sun. Menurut Madina, tulisan itu muncul secara misterius.
Madina, sebagaimana dikutip situs Zaman, mengaku, nama “Allah” tertulis pertama pasca kelahiran. Namun dengan dimulainya bulan Ramadan, tulisan “ayat-ayat” itu mulai menghilang. Ketika muncul, anak itu merasakan sakit dan menangis. Suhu badan anaknya mencapi 40 derajat. Paramedis tentu saja tidak percaya bahwa itu adalah mukjizat agama. Ludmila Luss, seorang dokter setempat, percaya bahwa cerita dengan tanda-tanda seperti itu, hanya didalangi oleh orangtua sang anak.
Menurut Ludmila Luss, kemungkinan besar tulisan itu adalah akibat efek iritasi, seperti lada dan garam, atau obat-obatan, yang memicu peradangan kulit dan meninggalkan jejak merah berbentuk huruf Arab," katanya.
"Beberapa orang yang menderita patologi lambung memiliki kulit yang sangat sensitif. Jika Anda menggambar sesuatu pada kulit mereka dengan tongkat kecil, misalnya, gambar akan kemudian muncul," kata Ludmila Luss. Sementara itu, pemimpin agama di Kaukasus Utara tidak meragukan bahwa masalah ini adalah fenomena ilahi.
Yang menjadi masalah, setelah kasus ini, soal Ali merembet ke mana-mana, bahkan menjadi masalah klenik dan politik. Desa sang bayi, akhirnya menjadi tujuan ziarah warga dari di seluruh Dagestan. Para pengunjung membawa video dan mengambil potret Ali. Tak sekedar itu, mereka juga mengambil semua pakaiannya, ujar Madina Yakubova.
Salah satu pemimpin Muslim di Dagestan, Ahmedpasha Amiralaev mengatakan, “Anak ini pertanda asli dari Tuhan. Allah mengirim dia ke Dagestan untuk menghentikan perang dan ketegangan di republik kami.”
Ali telah menjadi sensasi tak hanya di desanya, bahkan sampai ke seluruh Rusia.

Sumber : http://www.hidayatullah.com

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Hidup Sehat Dengan Membaca


Membaca merupakan salah satu kegiatan yang mendatangkan banyak manfaat, karena dengan membaca pengetahuan kita akan semakin bertambah. Dari tidak tahu menjadi tahu. Dari yang sudah tahu menjadi semakin mengerti dan paham. Baik itu pengetahuan yang berhubungan dengan keilmuan maupun hanya sekedar berita atau informasi. Al-Qur’an sendiri pada saat pertama kali turun kepada Nabi Muhammad saw di Gua Hira berisi perintah untuk membaca. Aktifitas membaca sebagai bagian pokok dari belajar, menjadi suatu yang wajib dilakukan jika kita ingin mendapatkan perubahan menjadi lebih baik. Di samping itu menurut para ahli bahwa dengan banyak membaca maka kita akan terlepas dari penyakit otak. Seorang peneliti dari Henry Ford Health System, Dr. C. Edward Coffey, membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku seseorang akan terhindar dari penyakit “Demensia”. Demensia adalah penyakit yang merusak jaringan di otak. Apabila terkena demensia, bisa dipastikan seseorang akan sulit terhindar dari kepikunan. Hal ini terjadi karena membaca dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti perubahan otak.

Riset-riset mutakhir yang berhubungan dengan otak telah menemukan hasil bahwa manfaat membaca dapat menumbuhkan dendrit, salah satu komponen sel saraf otak atau neuron. Membaca kata-kata baru dapat merangsang otak, karena otak suka akan tantangan dan hal-hal baru. Kegiatan membaca adalah kegiatan yang penuh tantangan dan senantiasa membawa seseorang untuk memasuki wilayah baru.
Diakui atau tidak, banyak orang pintar dan cerdas disebabkan dari rajin membaca. Membaca juga bisa membuat orang lebih dewasa. Dewasa di sini artinya memiliki pola pikir yang tidak lagi kekanak-kanakan. Dengan membaca, orang bisa memandang setiap permasalahan hidup bukan sebagai beban, namun tantangan yang harus diselesaikan. Permasalahan dalam kehidupan tidak dipandang hanya dari satu sisi, tetapi dari berbagai sisi. Orang yang memandang permasalahan hidup dari berbagai sisi biasanya lebih bijaksana dan arif dalam menjalani kehidupan.
Akan tetapi sungguh sangat disayangkan bahwa minat membaca dari masyarakat Indonesia masih rendah. Taufiq Ismail seorang sastrawan Indonesia yang terkenal mengatakan bahwa, “Kita telah menjadi bangsa yang rabun membaca buku dan lumpuh menulis”. Ungkapan ini tentunya punya alasan yang sangat kuat dan memang benar adanya. Persoalan yang tengah menimpa kita adalah minat baca yang rendah. Jika ditawari buku bacaan, tidak sedikit dari kita yang menolak dengan alasan tidak punya waktu untuk membaca. Masyarakat kita lebih menyukai media televisi dari pada buku. Padahal Jordan E. Ayan, menyebutkan bahwa televisi masih amat ketinggalan dibandingkan dengan buku. Televisi merupakan “media pasif” yang tidak mengajak kita berpartisipasi dalam belajar atau berpikir kreatif. Namun hal informasi ini tidak sampai kepada kita karena kita kurang membaca.

Sangat berbeda dengan budaya membaca masyarakat dari bangsa-bangsa yang maju seperti Jepang dan negara-negara lainnya. Ke mana-mana mereka selalu membawa buku bacaan. Jika ada waktu luang mereka mengisinya dengan membaca. Sehingga tidak mengherankan jika ilmu pengetahuan mereka lebih maju daripada kita. Masyarakat Indonesia lebih senang ngerumpi dan berbudaya lisan, atau kalau tidak suka berdiskusi tentang makanan. Lebih banyak ngelamun-nya daripada melakukan aktivitas membaca. Hal tersebut bisa kita saksikan dari perilaku kita sendiri maupun orang-orang di sekeliling kita. Padahal banyak waktu luang yang bisa kita manfaatkan untuk membaca. Misalnya ketika sedang menunggu sesuatu, atau bahkan bagi orang yang tidak memiliki gangguan kesehatan, bisa memanfaatkan waktunya untuk membaca di atas kendaraan. Lima menit membaca sudah bisa menambah wawasan pengetahuan kita. Kita bisa membangun motivasi dalam diri kita dengan memperbanyak membaca termasuk membaca biografi orang-orang sukses.
Dr. Aidh Al-Qarni, salah seorang Doktor dari Arab Saudi dalam bukunya ”Laa Tahzan” (Jangan bersedih) menulis 10 manfaat membaca :

1. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan
2. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan yang tidak mau bekerja
3. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata
4. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir
5. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan mengingkatkan memori dalam pemahaman
6. Dengan sering membaca seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksana dan kecerdasan para sarjana
7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya, baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya di dalam hidup
8. Keyakinan seseorang akan bertambah ketika dia membaca buku-buku yang bermanfaat
9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia,. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat
10. Lebih lanjut lagi, ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis di antara baris demi baris (memahami apa yang tersirat).

Dari sedikit penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa membiasakan diri untuk selalu membaca akan mendatangkan manfaat yang sangat banyak dan luar biasa. Bukan hanya manfaat untuk diri kita, tetapi juga untuk orang lain terutama apabila kita mau berbagi ilmu dengan mereka. Karena itu, marilah kita biasakan budaya membaca ini di mana saja dan kapan saja ada kesempatan untuk membaca.

Dikutip dari berbagai sumber dengan beberapa tambahan dan perubahan.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Xilisoft HD Video Converter



Melalui Facebook dan twitternya, Xilisoft memberikan Lisensi gratis untuk salah satu produknya, Xilisoft HD Video Converter. Xilisoft merupakan perusahaan pengembang software multimedia (audio-video). Jika kita sering melakukan konversi berbagai format video, jangan lewatkan kesempatan ini.
Kita tinggal download softwarenya dan menggunakan Serial (lisensi kode) yang sudah diberikan.
Xilisoft HD Video Converter merupakan konversi video dengan fitur untuk konversi HD (High-Definition) video. Selain konversi video, software ini juga bisa digunakan untuk mengambil audio file, capture gambar dan lainnya. Fitur-fitur utama selengkapnya antara lain :

* Mendukung HD Video seperti AVCHD (mts, m2ts), TS, H.264/AVC, MKV
* Membuat video termasuk format swf/flv dari gambar/images (JPG, GIF, BMP dan PNG)
* Konversi format video populer seperti AVI, MPEG, WMV, MP4, DivX, RM, MOV, and FLV
* Konversi HD menjadi SD (Standard-DEfinition) video, mendukung decoding CD
* Mendukung multi-core CPU
* Menyimpan gambar-gambar dari Video dengan pengaturan waktu tertentu
* Mendukung batch conversion, konversi banyak video sekaligus
* Hasil video untuk berbagai media seperti (lihat selengkapnya tabel dibawah)
* Berbagai Format video input dan output. Selengkapnya bisa melihat table dibawah.
Output Devices Supported
iPod, iPod nano, iPod classic, iPod shuffle, iPod touch
iPhone, iPhone 3G, Apple TV
PSP, PS3
Xbox, Xbox 360
General 3GP support mobile phone, BlackBerry, etc.
General MP4 players: Archos, Creative Zen, iRiver, etc.
Windows Mobile devices: Pocket PC, Dell Axim X51, HP iPaq hw6500 series, etc.
Input File Formats Supported
Video AVI, MPEG, WMV, MP4, FLV, MKV, H.264/MPEG-4, DivX, XviD, MOV, RM, RMVB, M4V, VOB, ASF, 3GP, 3G2, SWF, H.261, H.264, DV, DIF, MJPG, MJPEG, DVR-MS, NUT, QT, YUV, DAT, MPV, NSV
AVCHD Video (*.mts, *.m2ts), H.264/MPEG-4 AVC (*.mp4), MPEG2 HD Video (*.mpg; *.mpeg), MPEG-4 TS HD Video (*.ts), MPEG-2 TS HD Video (*.ts), Quick Time HD Video (*.mov), WMV HD Video (*.xwmv), Audio-Video Interleaved HD Video (*.avi)
Audio MP3, WMA, AAC, WAV, CDA, OGG, FLAC, APE, CUE, M4A, RA, RAM, AC3, MP2, AIFF, AU, MPA, SUN AU Format
Image BMP, GIF, JPEG, PNG
Output File Formats Supported
Video AVI, MPEG, WMV, MP4, FLV, H.264/MPEG-4, DivX, XviD, MOV, RMVB, ASF, 3GP, 3G2, SWF, VOB, TS
H.264/MPEG-4 AVC (*.mp4), MPEG2 HD Video (*.mpg; *.mpeg), MPEG-4 TS HD Video (*.ts), MPEG-2 TS HD Video (*.ts), Quick Time HD Video (*.mov), WMV HD Video (*.wmv), Audio-Video Interleaved HD Video (*.avi)
Audio MP3, WMA, AAC, WAV, OGG, M4A, RA, AC3, MP2, AMR, SUN AU Format
Image BMP, GIF, JPEG, PNG
Untuk dapat menjalankan software ini dengan baik, Sistem minimal yang diperlukan adalah :

* Microsoft windows XP (SP2 atau diatasnya), Vista dan Windows 7
* Prosessor 1 GHz atau diatasnya
* RAM 256 MB
* space minimal 100 MB untuk installasi
* Monitor resolusi 800×600

Untuk Download Xilisoft HD Video Converter(28.6 MB), klik di sini. Install, kemudain buka menu Help > enter License Code. Kemudian gunakan nama kita sendiri dan Kode Lisensi ini : 6685D9AF-A26E-44FB-8C354-19F5-D730-4D0F

Sumber Xilisoft Facebook dan Xilisoft Twitter

Sungai di Dasar Laut


Di dasar laut Cenote Angelita, Meksiko terdapat sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya terasa segar (tawar), namun jika anda menyelam lagi sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi terasa asin, lalu anda dapat melihat sebuah "sungai" di dasarnya lengkap dengan pohon dan daun-daunan. Namun itu bukanlah sungai biasa, tapi lapisan hidrogen sulfida yang nampak seperti sungai. Subhaanallah...
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al-Furqan : 53)
Jika Anda gemar menonton acara TV “Discovery Chanel” pasti Anda kenal Mr. Jacques Yves Costeau, seorang ahli Oceanografi dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh pemirsa seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/ tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat Mr. Costeau bingung berdecak kagum dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam saja. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai akhirnya pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al-Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi : “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan…” Artinya : “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi : “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” Artinya : “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad saw yang hidup di abad ke-7, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam baru terkuak (terbukti) pada abad ke-20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al-Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk agama Islam.

Subhanallah…Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallaahu al`azhim. Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah saw bersabda : “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
Wallaahu a’lam.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.




Keutamaan Wanita Shalihah


Point-point di halaman ini terdapat di dalam kitab Kanzul ‘Ummah, Misykah, Riyaadhush Shaalihiin, Uquudullijain, Bhahishti Zewar, Al-Hijab, dan lain-lain. Mudah-mudahan dapat diambil ibrah darinya.

1. Do’a wanita lebih maqbul dari laki-laki karena sifat penyayangnya yang lebih kuat dari laki-laki. Ketika ditanyakan kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : “Ibu lebih penyayang dari bapak dan do’a orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
2. Wanita yang shalihah itu lebih baik dari 1.000 orang laki-laki yang tidak sholeh.
3. Seorang wanita shalihah lebih baik dari 70 orang wali.
4. Seorang wanita shalihah lebih baik dari 70 laki-laki sholeh
5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya diibaratkan seperti orang yang senantiasa menangis karena takut kepada Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
6. Barangsiapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan terhadap anak laki-laki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail as.
7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah (penebus) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi ’alaa kulli haalin wa astaghfirullaah”. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”, maka Allah menetapkan dia bebas dari api neraka dan dengan mudah melalui shirathal mustaqim yang aman dari siksa, bahkan Allah Ta’ala mengangkat derajatnya, seperti derajatnya 40 orang yang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.
8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW.) di dalam surga.
9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.
10. Dari ‘Aisyah ra.: “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”
11. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.
12. Apabila dipanggil oleh kedua ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.
13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup baginya pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari pintu mana saja yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
14. Wanita yang taat kepada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, Malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan meridhainya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).
15. ‘Aisyah ra. berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW., siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya”. “Siapa pula berhak terhadap laki-laki ?” Jawab Rasulullah SAW. “Ibunya”.
16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan sholat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.
17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam surga lebih dahulu dari suaminya (10.000 tahun).
18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1.000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1.000 kejahatan.
19. Dua rakaat sholat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat sholat wanita yang tidak hamil.
20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.
21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadah pada malam hari.
22. Seorang wanita yang mengalami sakit saat melahirkan, maka Allah SWT memberi pahala kepadanya seperti pahala orang yang berjihad dijalan Allah SWT.
23. Wanita yang melahirkan akan mendapat pahala 70 tahun sholat dan puasa dan tiap rasa sakit dan pada satu uratnya Allah memberikan satu pahala haji.
24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, maka keluarlah darinya dosa-dosanya seperti keadaan ibunya melahirkannya.
25. Wanita yang meninggal dalam masa 40 hari sesudah melahirkan akan dianggap syahid.
26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya (ASI) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap tetes susu yang diberikannya.
27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan memberikan kabar gembira bahwa surga adalah balasannya.
28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun sholat dan puasa.
29. Wanita yang menghabiskan malamnya dengan tidur yang tidak nyaman karena menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba sahaya.
30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anaknya yang sakit, akan diampunkan oleh Allah seluruh dosa-dosanya dan bila dia menghibur hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.
31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari akan memohonkan ampun untuknya, dan Allah mengangkatkannya seribu derajat.
32. Seorang wanita yang shalihah lebih baik dari seribu orang laki-laki yang tidak sholeh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu surga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.
33. Siapa saja wanita yang menunggu suaminya hingga pulang, disapukan mukanya, dihamparkan tempat duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya, memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya karena mencari keridhaan Allah, maka disunnahkan baginya akan tiap-tiap kalimat ucapannya, tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba sahaya. Pada hari kiamat kelak, Allah karuniakan nur (cahaya) hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas karunia rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke martabat itu melainkan para Nabi Allah.
34. Tidak akan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.
35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih saying, akan dipandang oleh Allah dengan penuh rahmat.
36. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun sholat.
37. Wanita yang melayani dengan baik kepada suami yang pulang ke rumah dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.
38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala perak.
39. Dari Hadrat Muaz ra : Wanita yang berdiri di atas kedua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api, maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.
40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan di hadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokan harinya matanya yang buta telah celik. Allah karuniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu karena memuliakan dan menghormati suaminya).
41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW keluar mengiringi jenazah. Beliau menemukan beberapa orang wanita dalam majelis itu. Rasulullah SAW lalu bertanya, “Apakah kamu mensholatkan jenazah ?” Jawab mereka, ”Tidak”. Sabda Rasulullah SAW “Sebaiknya kalian semua tidak usah ikur berziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadah-ibadah orang laki-laki”.
42. Wanita yang memerah susu binatang dengan “Bismillah” akan dido’akan oleh binatang itu dengan do’a keberkahan.
43. Wanita yang membuat adonan tepung gandum dengan “Bismillah” , Allah akan berkahkan rezekinya.
44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.
45. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”
46. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utas benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”
47. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menenun kain, Allah telah menentukan satu tempat khusus untuknya di atas tahta di hari akhirat.”
48. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan memberikan pahala sama seperti orang yang memberi makan kepada 1.000 orang yang lapar dan memberi pakaian kepada 1.000 orang yang tidak berpakaian.”
49. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan memandikan anaknya, Allah akan memberikan pahala kebaikan sebanyak helai rambut mereka dan menghapus sebanyak itu pula dosa-dosanya dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya.”
50. Sabda Nabi SAW : “Ya Fatimah barangsiapa wanita yang meminyakkan rambut dan jenggot suaminya, memotong kumis (misai) dan mengerat kukunya, Allah akan memberinya minum dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman- taman surga dan dicatatkan Allah baginya terbebas dari api neraka dan selamatlah ia melintas titian Shirat.”
51. Jika suami mengajarkan isterinya satu hal akan mendapat pahala 80 tahun ibadah.
52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang di jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya, ia akan masuk surga 500 tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi ketua 70.000 Malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam surga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat dari yakut.
53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat Wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang menutupi auratnya yang memakai burdah di dunia ini dengan istiqamah.
54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang shalihah.
55. Salah satu tanda keberkahan wanita itu ialah cepat perkawinannya, cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya (mas kawin).

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Sakaratul Maut

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah saw, keluarga, para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat, Amma badu :

1. Sakaratul Maut dan Kematian Kafir atau Fajir (banyak dosa)
Sesungguhnya seorang hamba yang kafir atau fajir (banyak dosa), apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat, turun kepadanya para Malaikat dari langit yang sangat keras lagi berwajah hitam sambil membawa kain yang kasar dari neraka. Para Malaikat itu duduk di samping calon mayit sejauh mata memandang.
Kemudian datang Malaikat maut dan duduk di samping kepalanya seraya berkata: "Wahai jiwa yang busuk keluarlah menuju murka dan kebencian dari Allah". Ruh itupun terkejut. Lalu Malaikat mencabutnya seperti mencabut alat pemanggang yang banyak cabangnya dari kain yang basah sehingga terputuslah urat-urat dan ototnya.
Malaikat itupun mengambil ruhnya dan langsung memasukkannya ke dalam kain kasar (yang dari neraka itu). Keluar dari ruh itu bau yang sangat busuk seperti bau paling busuk yang pernah ada dimuka bumi ini. Para Malaikat lalu membawa ruh itu naik, tiadalah melalui rombongan Malaikat melainkan mereka selalu bertanya : "Ruh siapa yang busuk ini?". Para Malaikat yang membawanya menjawab : "Ini ruhnya Fulan bin Fulan", dengan menyebut panggilan-panggilan buruknya ketika di dunia. Malaikat yang membawanya menyebutkan keburukan-keburukanya selama di dunia. Keburukan-keburukannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta.
Semua Malaikat diantara langit dan bumi melaknatinya (mengutuknya), juga semua Malaikat yang di langit. Ditutup untuknya pintu-pintu langit. Masing-masing penjaga pintu berdo’a kepada Allah agar ruh itu tidak lewat melalui pintunya.
Tatkala telah sampai di langit dunia mereka meminta agar dibuka pintunya dan ternyata tidak dibukakan. Kemudian Rasulullah saw membacakan ayat : "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk sorga, hingga unta masuk ke lubang jarum."(QS.Al-A’raaf : 40). Lantas Allah berfirman : "Tulislah catatan amalnya di sijjiin, di bumi yang paling bawah", Kemudian dikatakan : "Kembalikan hamba-Ku ke bumi karena Aku telah berjanji bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta mengeluarkan mereka darinya pula pada kali yang lain."
Lalu ruhnya dilempar dari langit sehingga terjatuh ke bumi, kemudian Rasulullah saw membacakan ayat : "Dan barangsiapa menyekutukan Allah, maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh." (QS. Al-Hajj : 31). Dikembalikan ruh itu ke jasadnya sehingga ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantar jenazahnya.
Sekarang ia sendirian di kuburnya, gelap, sempit, pengap, ada cacing, ada kalajengking. Kemudian datanglah dua Malaikat -Munkar dan Nakir-, yang sangat keras...Dua Malaikat yang sangat keras dan membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya : "Siapa Rabb-mu?". Ia menjawab : "Ha...ha...Saya tidak tahuuuu.". Malaikat bertanya lagi : "Apa Dien-mu?". Ia menjawab : "Ha...ha...Saya tidak tahuuuu". Kedua Malaikat itupun bertanya lagi : "Siapa orang yang diutus kepadamu?". Ia tidak tahu namanya, lalu Malaikat mengatakan : "Muhammad!". Orang itu menjawab : "Ha...ha...Saya tidak tahuuuu, saya mendengar orang-orang mengatakan itu!". Lalu dikatakan kepadanya : "Anda tidak tahu dan tidak mau membaca (belajar).". Kemudian terdengarlah seruan dari langit : "Ia berdusta, berilah ia hamparan dari neraka dan bukakan untuknya pintu ke neraka.". Lalu sampailah kepadanya panas dan racun-racun neraka dan kuburnya disempitkan sehingga terpatah-patah tulang rusuknya.
Setelah itu datang kepadanya seorang yang berwajah buruk, berpakaian jelek dan berbau tidak enak seraya berkata : "Kabar buruk bagimu, ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu.". Orang itu (si mayit) bertanya : "Siapa kamu? semoga Allah memberi kabar buruk kepadamu, wajahmu mendatangkan keburukan.". Ia menjawab : "Aku adalah amal burukmu, Demi Allah, aku tidak mengetahui melainkan kamu lambat dalam ketaatan kepada Allah, cepat dalam kemaksiatan, lalu Allah membalasimu dengan keburukan.". Kemudian ia (si mayit) dikuasai oleh seorang yang buta, tuli lagi bisu (maksudnya tidak berbelas kasihan) yang ditangannya ada batang besi, sekiranya dipukulkan ke gunung pasti menjadi tanah. Lalu dia memukulnya dengan sekali pukulan sehingga ia menjadi tanah, kemudian Allah mengembalikannya seperti semula. Lalu dia memukulnya lagi dengan pukulan yang lain, sehingga ia (orang kafir atau fajir) berteriak (kesakitan) dengan teriakan yang didengar oleh semua makhluk kecuali manusia dan jin. Kemudian dibukakan untuknya pintu neraka dan ia diberi hamparan dari neraka. Ia berkata : "Ya Rabb, Janganlah terjadi kiamat.". Ia tidak ingin segera kiamat karena ia yakin akan mendapat adzab yang lebih dahsyat dari adzab kubur. Tapi, Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu, di alam barzakh, sampai kiamat besar. Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya. Orang kafir atau fajir akan masuk neraka jahannam yang panasnya tiada tara. Ia tidak hidup di dalamnya dengan kehidupan yang layak dan tidak pula mati yang memungkinkannya untuk beristirahat. Ia hanya merasakan siksa dan siksa. Allah sangat murka kepadanya.

2. Sakaratul Maut dan Kematian mukmin
Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat, turun kepadanya para Malaikat dari langit yang berwajah putih seakan wajah mereka ibarat matahari. Mereka membawa kafan dan parfum dari surga. Mereka duduk di samping calon mayit sejauh mata memandang.
Kemudian datanglah Malaikat maut dan duduklah di samping kepala calon mayit seraya berkata : " Wahai jiwa yang baik, wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan dan ridha dari Allah." Maka keluarlah ruhnya dengan lembut seperti air yang menetes dari bibir tempat air. Malaikat maut-pun mengambilnya. Setelah Malaikat mengambil ruh itu maka segera di masukkan dalam kafan yang dari surga tersebut dan diberi parfum yang dari surga itu. Lalu keluarlah dari ruh itu bau yang sangat wangi seperti bau parfum yang paling wangi dimuka bumi ini.
Ketika telah keluar ruhnya maka para Malaikat diantara langit dan bumi menshalatinya. Demikian pula semua Malaikat yang di langit. Dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit…Semua penjaga pintu tersebut berdoa kepada Allah agar ruh tersebut lewat melalui pintunya.
Para Malaikat membawa ruh itu naik ke langit. Dan tiap-tiap melalui rombongan Malaikat mereka selalu bertanya : "Ruh siapa yang wangi ini?". Para Malaikat yang membawanya menjawab : "Ini ruhnya Fulan bin Fulan", sambil menyebutkan panggilan-panggilan terbaiknya selama di dunia. Malaikat yang membawanya menyebutkan kebaikan-kebaikannya selama di dunia. Kebaikan-kebaikannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta. Tatkala telah sampai di langit dunia para Malaikat meminta di bukakan pintunya. Malaikat penjaga pintu langit membuka pintu itu. Kemudian semua Malaikat yang ada ikut mengiringi ruh itu sampai ke langit berikutnya hingga berakhir di langit ke tujuh.
Lalu Allah berfirman : "Tulislah catatan amal hamba-Ku di Illiyyiin! "Tahukah kamu apakah Illiyyiin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis (untuk mencatat amal orang yang baik)" (QS. Al-Muthaffifiin : 19-20). Ditulislah catatan amalnya di Illiyyiin. Kemudian dikatakan : "Kembalikanlah ia ke bumi, karena Aku telah berjanji kepada mereka bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta membangkitkan mereka darinya pula pada kali yang lain". Ruh itu-pun dikembalikan ke bumi dan ke jasadnya. Ketika telah dikebumikan ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantarkan jenazahnya.
Sekarang ia sendirian di kuburnya, gelap, sempit, pengap, ada cacing, ada kalajengking. Kemudian datanglah dua Malaikat -Munkar dan Nakir-, yang sangat keras. Dua Malaikat yang sangat keras dan membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya : "Siapa Rabb-mu?" Ia menjawab : "Rabb-ku adalah Allah." Malaikat bertanya lagi : "Apa dien-mu?" Ia menjawab : "Dien-ku adalah Islam.". Kedua Malaikat tersebut bertanya lagi : "Siapa orang yang diutus kepadamu?" Ia menjawab : "Dia adalah Rasulullah –Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam.". Malaikat bertanya lagi : "Apa amalmu?" Ia menjawab : "Aku membaca Kitab Allah, mengimani dan mengamalkannya.". Malaikat tersebut membentaknya lagi : "Siapa Rabb-mu? Apa dien-mu? Dan siapa Nabi-mu?". Itulah ujian terakhir yang menimpa orang mukmin.
Allah berfirman : "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (dua kalimat syahadat) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (QS. Ibrahim : 27). Ia pun menjawab : "Rabb-ku adalah Allah, dien-ku adalah Islam dan Nabi-ku adalah Muhammad –Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam.". Lalu ada seruan dari langit : "Hamba-Ku benar, berilah ia hamparan dan pakaian dari surga serta bukalah untuknya pintu surga." Datang dan sampai kepadanya kebahagiaan dan wangi surga. Kuburnya diluaskan sejauh mata memandang.
Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah baik, berpakaian indah dan baunya wangi seraya berkata : "Kabar gembira dengan sesuatu yang menyenangkan anda, kabar gembira dengan ampunan dari Allah dan surga yang penuh dengan kenikmatan selamanya, ini adalah hari yang dijanjikan kepada anda." Ia-pun bertanya : "Siapa anda ?, semoga Allah memberi kabar gembira kepada anda. Wajahmu mendatangkan kebaikan." Orang tersebut menjawab : "Aku adalah amal salehmu. Demi Allah, anda selalu bersegera dalam taat kepada Allah dan lambat dalam maksiat kepada Allah, lalu Allah-pun membalasi anda dengan kebaikan pula." Kemudian dibukakan untuknya pintu surga dan neraka seraya dikatakan : "Ini (neraka) adalah tempatmu jika kamu bermaksiat kapada Allah, Allah telah menggantinya dengan ini (surga)." Tatkala ia melihat ke dalam surga, ia pun berkata : "Ya Allah segerakanlah kiamat, agar aku kembali kepada keluargaku dan hartaku." Lalu dijawab : "Tenanglah (di kubur ini dulu)". Ia ingin segera kiamat agar bisa segera masuk ke dalam surga yang telah diperlihatkan kepadanya dan agar supaya bisa berkumpul dengan semua keluarganya kembali. Tapi, Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu, di alam barzakh, sampai kiamat besar. Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya. Orang beriman akan masuk ke dalam surga. Memandang Wajah Allah Yang Maha Mulia. Mendapatkan Ridha Allah dan Allah tidak akan pernah lagi murka kepadanya selamanya.
Inilah perjalanan hidup yang pasti kita lalui. Ini bukanlah dongeng, tapi kenyataan. Sebagai orang yang beriman, kita harus meyakini peristiwa ghaib ini.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami yang mendatangkan bencana. Ampunilah dosa-dosa kami yang merubah karunia. Ampunilah dosa-dosa kami yang menurunkan bala". Ampunilah dosa-dosa kami yang menghalangi doa. Ampunilah semua dosa yang telah kami lakukan dan semua kesalahan yang telah kami kerjakan.
Ya Allah, sungguh kami telah menganiaya diri kami, jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, tentulah kami termasuk orang-orang yang merugi. Ya Allah, kami telah beriman kepada-Mu, ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari api neraka.
Ya Allah, permudahlah sakaratul maut kami. Jadikanlah kematian kami husnul khotimah. Tolonglah kami agar kami mampu menjawab fitnah kubur dengan baik dan benar. Luaskan alam kubur kami seluas-luasnya sejauh mata memandang. Jadikanlah alam kubur kami sebagai taman diantara taman-taman surga. Permudahlah hisab kami. Masukkanlah kami ke dalam surga-Mu. Berilah kami rizki memandang Wajah-Mu Yang Maha Mulia. Berikanlah kepada kami Ridha-Mu yang Engkau tidak akan pernah lagi murka kepada kami setelah itu selamanya.
Ya Allah, kami mohon kepadaMu ridhaMu dan surgaMu.
Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari murkaMu dan neraka-Mu.
Ya Allah aku memohon kepada-Mu Ilmu yang bermanfaat, yang mendekatkan diri kami kepada-Mu dan kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat ilmu yang menjauhkan kami dari-Mu. Allahumma Amiin.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Keajaiban Sujud


MASUK ISLAMNYA Dr. FIDELMA (AHLI SYARAF AMERIKA)

Timbulnya suatu penyakit pada umumnya disebabkan oleh peredaran darah yang tidak lancar. Pembuluh darah yang menyempit merupakan salah satu penyebabnya. Sementara olah raga diantaranya berfungsi sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan kinerja jantung agar bekerja secara optimal. Jantung akan memompa darah dengan kuat sehingga distribusi pasokan oksigen bisa merata ke seluruh bagian tubuh. Aliran darah diibaratkan seperti halnya aliran sungai. Jika sungai tersebut mengalir dengan lancar, maka air itu pun akan bersih dan bening, tidak kotor dan bau. Air yang kotor dan bau merupakan tanda-tanda rendahnya kandungan oksigen di dalamnya. Ikan pun akan sulit untuk dapat hidup dengan normal, bahkan lebih banyak menimbulkan kematian. Sebaliknya, apabila air mengalir dengan lancar, maka banyak kehidupan di dalamnya dan berjalan dengan normal. Berbagai macam ikan dan binatang air lainnya akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Termasuk juga tumbuh-tumbuhan dapat hidup dengan hijau dan subur.
Begitulah dengan darah yang mengalir dengan lancar, akan memberikan kehidupan yang baik bagi tubuh manusia. Sel-sel tubuh akan tumbuh dengan baik, sementara sel-sel yang mati akan segera dibuang bersamaan dengan mengalirnya darah. Itulah salah satu manfaat dari peredaran darah yang normal. Tetapi, tahukah Anda bahwa ada bagian syaraf yang berada di atas (dalam otak) ternyata tidak bisa teraliri oleh darah, kecuali orang tersebut dalam keadaan sujud (shalat)?. Posisi jantung yang letaknya berada lebih rendah (di dada) tidak cukup kuat untuk memompa darah agar sampai ke seluruh bagian otak. Otak berada di atas, sedangkan jantung berada di bawah. Posisi sujud yang menempatkan kepala berada di bawah dan jantung berada di atas, membuat darah mengalir dengan deras ke seluruh bagian otak layaknya mobil yang bergerak pada jalanan yang menurun akan melaju dengan cepat walaupun tidak digas. Begitu pula dengan darah. Ia dapat mengalir dengan cepat mengangkut oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh bagian tubuh manusia. Inilah salah satu manfaat dari sujud.
Subhaanallah....Ternyata Allah memerintahkan shalat kepada hamba-Nya itu bukan hanya sekedar beribadah semata, melainkan untuk kemaslahatan hidup manusia itu sendiri. Menurut Prof. Hembing, jantung hanya mampu memompa darah ke bagian otak sebanyak 20% dari total kebutuhan, sedangkan 80% lainnya hanya dapat dilakukan dalam keadaan sujud (shalat).
Demikianlah sunnatullah dan kuasa-Nya dalam memelihara kehidupan kita sebagai manusia. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah memerintahkan (mewajibkan) shalat kepada kita. Bukan malah sebaliknya, bermalas-malasan untuk shalat, bahkan sebagian kaum muslimin ada yang berani meninggalkannya. Na’uudzu billaah....
Cobalah kita renungkan, seandainya otak tersebut tidak mendapat pasokan oksigen, tentu kemampuan otak itu akan menurun, daya pikir menjadi lemah dan akibatnya akan fatal. Begitu juga memori daya ingat akan berkurang kemampuannya, menurun drastis dan cepat lupa. Pada akhirnya urat syaraf menjadi rusak dan mati.
Bahwa ada bagian syaraf di dalam otak yang tidak dapat teraliri oleh darah kecuali saat orang tersebut dalam posisi sujud, ini sejalan dengan hasil penelitian Dr. Fidelma, seorang ahli syaraf dari Amerika yang beragama Kristen. Dokter tersebut sangat terkagum-kagum terhadap hasil penelitiannya sendiri. Aliran darah hanya dapat menyebar ke seluruh bagian otak hanya dalam keadaan sujud. Penelitian tersebut akhirnya membuka hatinya untuk mendapat hidayah-Nya, yaitu mengakui ketinggian dan kebenaran ajaran Islam. Penelitian tersebut akhirnya menuntunnya masuk Islam.

Dr. Muhammad Dhiyaa’uddin Hamid, dosen Jurusan Biologi dan Ketua Departemen Radiasi Makanan di Lembaga Penelitian Teknologi Radiasi menyimpulkan bahwa radiasi yang ditimbulkan oleh teknologi listrik dapat memberikan efek samping yang membahayakan organ-organ tubuh terutama otak. Khususnya bagi mereka yang tinggal di sekitar lingkungan yang memiliki tegangan listrik dan medan magnet yang tinggi, seperti di dekat gardu listik berkekuatan tinggi (SUTET).
Pasalnya, dosis radiasi listrik yang berlebihan itu dapat mengganggu fungsi organ-organ tubuh, karena dapat meningkatkan kandungan elektrik di dalam tubuh. Tapi bukan berarti bagi kita yang jauh dari gardu listrik merasa aman dari itu semua. Sebab, hampir semua peralatan rumah tangga yang kita gunakan itu menggunakan listrik, maka dalam waktu yang lama lambat laun akan sama membahayakannya. Kecuali kita hidup di daerah yang memang belum ada listrik sama sekali.
Kalau radiasi itu terus menerus dibiarkan menumpuk dalam tubuh kita, maka dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan akhirnya akan menimbulkan penyakit modern yang disebut “perasaan sumpeg”, kejang-kejang otot, radang tenggorokan, mudah capek/ lelah, stress, migrain, sampai demensia (pikun) di usia muda. Nah, kalo dari diri kita tidak ada usaha untuk membuang tumpukan radiasi tersebut, masalahnya akan semakin besar yang berakibat pada timbulnya tumor di otak kita.
Oleh karena itu, Dr. Muhammad Dhiyaa’uddin Hamid berusaha mencari solusi untuk permasalahan tersebut yang akhirnya ditemukan satu-satunya cara adalah menghindarkan diri dari daerah dan peralatan-peralatan yang dapat menimbulkan radiasi tersebut. Tapi apakah kita mau kembali lagi ke jaman batu? Tanpa listrik?
Jangan khawatir, ada satu lagi rahasia Ilahi telah terkuak. Ternyata Allah telah memberikan solusi preventif sejak dahulu kala jauh sebelum listrik ditemukan, yakni dengan cara kita melakukan sujud. Karena pada waktu kita melakukan sujud (shalat) tentu kita akan menempelkan dahi kita ke lantai (bumi) kan?
Nah, ketika sujud kelebihan ion-ion positif yang ada di dalam tubuh kita akan mengalir ke bumi, karena tentu kita tahu bahwa bumi adalah tempat ion-ion negatif. Masih ingat pelajaran SMP tentang ion positif dan negatif? Maka terjadilah proses penetralisiran radiasi listrik dan magnet tersebut. Lebih sempurna lagi kalau kita sujud dengan menggunakan 7 anggota badan (dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua kaki) karena akan mempercepat proses tersebut.
Dan ada lagi syaratnya bahwa ketika sujud kita harus menghadap qiblat yaitu ke arah Ka’bah. Sebab Ka’bah di Mekkah itu adalah pusat bumi di alam semesta ini! Jelas ketika kita langsung menetralisir radiasi itu langsung ke pusat dimana ion negatifnya berada akan lebih mudah proses penyembuhannya. Subhaanallah...
Inilah salah satu bukti kebesaran dan keagungan Allah melalui ajaran Islam yang mulia. Seluruh ajaran (syariat) Islam selain dikerjakan sebagai bentuk ibadah, namun hikmahnya juga merupakan rahmat kasih sayang-Nya dan untuk kemaslahatan hidup manusia itu sendiri. Shalat yang diperintahkan oleh Allah merupakan anugerah yang sangat besar yang harus disyukuri, bukan malah ditolak atau ditentang dengan cara meninggalkannya. Shalat menjadikan seseorang menjadi sehat dan segar. Shalat menjadikan otak manusia menjadi luar biasa, fresh, cerdas dan kuat. Orang yang meninggalkan shalat berarti secara sengaja telah merusak kesehatan fisiknya sendiri. Orang yang meninggalkan shalat berarti telah mendzalimi diri sendiri, kerena akan menyebabkan timbulnya kerusakan yang ditandai dengan munculnya gejala-gejala seperti cepat pusing, sakit kepala, cepat marah dan timbulnya stress. Terlebih kebinasaan dan kehinaan di akhirat kelak. Semoga kita dijadikan oleh Allah sebagai hamba yang istiqomah mendirikan shalat, utamanya dengan berjamaah sebagai perwujudan rasa syukur kepada-Nya.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat. Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Kondisi Pelaku Maksiat di Padang Makhsyar

Orang yang meninggalkan shalat
Di padang mahsyar nanti, orang yang meninggalkan atau menunda-nunda shalat akan menemui hisab yang sangat sulit, ia tidak memiliki cahaya keselamatan, dikumpulkan bersama Fir’aun, Qorun, Haman, dan Ubai bin Khalaf. (HR Ad-Darimi No.2777). Sedangkan orang yang meninggalkan shalat berjamaah padahal ia tidak berhalangan, maka kelak pada hari kiamat ia akan merunduk ke bawah dan diliputi kehinaan. (QS Al-Qolam[68].42-43).

Orang yang tidak menunaikan zakat
Di hari kiamat nanti, orang-orang yang enggan membayar zakat akan mengalami keadaan sebagai berikut :
1. Emas dan perak yang tidak dizakatinya akan di panaskan dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengan dahi mereka, lambung dan punggung mereka.
2. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat.
3. Bila ia tidak menzakati binatang ternak yang seharusnya wajib dizakati, maka ia akan disungkurkan di atas wajahnya pada sebuah lubang yang luas. Kemudian binatang-binatang tadi akan menginjak dengan kukunya dan menanduk dengan tanduknya.
4. Nanti hartanya akan diwujudkan dalam bentuk ular ganas yang memiliki dua taring yang berbisa, ular itu melilitnya dan mencabik-cabiknya pada kedua sisi mulutnya. (HR Muslim no.1647,HR Bukhari no 1314).

Pelaku zina
Para pezina kelak di akhirat, hisabnya sangat buruk. Mereka akan disiksa di atas api yang menyala-nyala, berteriak histeris, dari kemaluan mereka keluar bau yang menyengat dan ghuttah (sungai di neraka yang bersumber dari kemaluan para pelacur) yang kelak di minumkan bagi peminum khamer, kemudian di dalam neraka, ular menyengat para pezina sehingga merasakan pedih sakitnya selama 1000 tahun. Lalu terkelupaslah daging-dagingnya dan akan mengalir dari kemaluannya nanah dan darah busuk. (Al-Kabaair : Imam Adz-Dzahabi).

Para pemabuk

Para pecandu minuman keras dan obat-obat yang memabukkan akan menemui hisab yang berat di padang mahsyar. Kedudukannya pada saat itu tak ubahnya seperti orang yang berbuat syirik kepada Allah. Allah SWT akan mencegahnya untuk masuk ke surga ketika melewati shirath, Malaiakat Zabaniyah akan menariknya ke sungai Khabal. Bila terus menerus mabuk, maka akan dilelehkan dengan logam dari neraka Jahanam. (Al Kabaair : Imam Az Dzahabi, HR Ahmad no. 2325)

Orang yang memakan harta riba
Di padang mahsyar, orang yang memakan harta riba akan menemui hisab yang sangat berat, ia akan dikumpulkan dalam keadaan seperti orang gila dan kerasukan setan sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah : “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila …(QS Al-Baqarah [2]:275).

Orang yang membunuh orang mu’min
Orang yang membunuh seorang mu’min akan mengalami hisab yang berat, azabnya dilipat gandakan pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina , kemudian dipertemukan dengan yang dibunuh untuk diadili. (Fathul Bari, 12/ 196).

Pelaku bunuh diri

Kelak di akhirat nanti, orang yang bunuh diri akan disiksa dengan benda yang ia gunakan untuk membunuh dirinya sendiri. “Barang siapa yang membunuh dirinya dengan benda yang tajam, maka nanti di neraka Jahanam benda itu akan ditusuk-tusukannya ke perutnya dan ia kekal di dalamnya. Barang siapa membunuh dirinya dengan racun, maka nanti di neraka Jahanam ia akan memegang racun itu dengan tangannya lalu menghirupnya dan ia kekal di dalamnya, barang siapa yang membunuh dirinya dengan terjun dari puncak gunung, maka ia nanti ia akan terjun ke dalam neraka Jahanam dan ia kekal di dalamnya.” (HR. Bukhari-Muslim).

Orang yang durhaka kepada kedua orang tua
Orang ini akan menemui padang mahsyar dan hisab yang sangat berat, dan Allah tidak sudi melihat wajahnya. (Shahih Al-Jami’ As-Shaghir no. 3071).

Mudah-mudahan bermanfaat, Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Rangkaian Peristiwa Hari Akhir

Pra Imam Mahdi
1. Invasi Irak ke Kuwait
2. Pengepungan dan embargo Barat ke Irak
3. Pengepungan Syam (Palestina)
4. Munculnya panji-panji hitam dari Timur/ Khurasan (Taliban)
5. Datangnya bendera Barat untuk menggempur Afghanistan
6. Perang dunia ke-3
7. Surutnya sungai Efrat hingga menyibakkan gunung emas dan manusia datang untuk memperebutkannya
8. Kematian seorang Khalifah (Arab)
9. Perebutan kekuasaan oleh tiga putra Khalifah untuk menguasai Ka’bah, namun tidak seorangpun yang berhasil menguasainya
10. Kejadian-kejadian aneh di bulan Ramadhan berupa gerhana matahari dan bulan, komet berekor dan suara ledakan dahsyat yang bisa didengar seluruh manusia
11. Huru hara, kekacauan dan malapetaka di bulan Syawal
12. Pertikaian dan konflik antar kabilah di bulan Dzulhijjah

Era Imam Mahdi
1. Ditenggelamkannya pasukan Arab (Sufyani) di Al-Baida Madinah saat mengejar Al-Mahdi dan pasukannya
2. Penaklukan Al-Mahdi atas Bani Kalb (pendukung Bani Sufyan)
3. Penaklukan Al-Mahdi atas Jazirah yang meliputi Saudi, Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Oman, dan seluruh kawasan Jazirah
4. Penaklukan Persi/ Iran (Syiah)
5. Kekalahan sebagian orang-orang Yahudi dan penaklukkan Israel
6. Penakulkan Baitul Maqdis dan pembebasan Masjidil Aqsa
7. Malhamah Kubra di A’maq dan Dabiq (Damaskus)
8. Penaklukan Cina dan Rusia (Khus dan Karman)
9. Penaklukan India
10. Penaklukan Konstantinopel (Turki) oleh 70.000 Bani Ishaq dengan takbir dan tahlil
11. Munculnya Dajjal dari Khurasan (perbatasan Iran dan Rusia) yang diikuti oleh 70.000 Yahudi Asbahan
12. Turunnya Isa Al-Masih di menara putih di timur Damaskus
13. Terbunuhnya Dajjal dengan pedang Isa Al-Masih
14. Perang habis-habisan melawan seluruh Yahudi yang tersisa
15. Datangnya Ya’juj dan Ma’juj
16. Penaklukan Roma (Italia)
17. Wafatnya Al Mahdi

Pasca Imam Mahdi
1. Naiknya Al-Qahthani menggantikan Al-Mahdi
2. Masa-masa aman
3. Wafatnya Isa Al-Masih
4. Terbitnya matahari dari barat
5. Keluarnya binatang dari dalam perut bumi yang dapat berbicara
6. Keluarnya asap (dukhan)
7. Datangnya angin lembut dari arah Yaman yang bertiup untuk mengambil arwah orang mu’min
8. Penghalalan Baitullah dan penghancuran Ka’bah oleh Dzul-Suwaqatain dari Habasyah
9. Kehancuran Madinah dan keluarnya seluruh manusia darinya
10. Pembenaman bumi di timur , di barat dan di tanah Arab
11. Munculnya api yang menggiring manusia ke mahsyar
12. Terjadinya kiamat, peniupan sengkakala dan kehancuran alam semesta.

Diriwayatkan dari atsar-atsar sahabat yang sebagian besar termuat dalam Kitabul Fitan Nu’aim bin Hammad (guru Imam Bukhari) sebagian sanadnya masih dipersoalkan.
Diriwayatkan dari hadits – hadits shahih yang sebagian termuat dalam shahihain, tata urutan peristiwa tidaklah mutlak, hanya pendapat sebagian ulama, (Wwallaahu a’lam).

Mudah-mudahan bermanfaat, Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Yang Terakhir Keluar Neraka

Abu Hurairah telah menceritakan kepada Atha’ bin Yazid Al-Laitsi bahwa para sahabat telah bertanya kepada Rasullullah SAW, “Apakah engkau akan melihat Tuhan kami kelak pada hari kiamat ?” Maka Rasullullah SAW balik bertanya, “Apakah kamu sekalian merasa kesulitan melihat bulan pada malam purnama ?” Mereka menjawab, “Tidak.” Selanjutnya Rasulullah SAW, bertanya lagi, “Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari yang tidak ada awan yang menghalangi ?” Mereka menjawab, “Tidak.”
Mendengar jawaban itu, Rasulullah bersabda, “Seperti itulah kamu sekalian akan melihat-Nya.” Kemudian Rasulullah SAW. meneruskan perkataannya, “Pada hari kiamat nanti Allah akan mengumpulkan seluruh umat manusia, lalu Allah berfirman kepada mereka, ‘Hendaknya setiap orang mengikuti sesuatu yang disembahnya selama di dunia.’ Oleh karena itu, orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, dan orang yang menyembah berhala mengikuti berhala. Sedangkan orang-orang munafik dari kalangan umat Muhammad tetap berdiri di tempat dan tidak bergerak sama sekali (karena yang disembah oleh mereka tidak jelas).
Kemudian Allah mendatangi kaum muslimin dalam wujud yang tidak dikenali oleh mereka, seraya Allah berfirman kepada mereka, ‘Aku ini adalah Tuhanmu.’ Mendengar itu, mereka berkata, ‘Kami berlindung kepada Allah dari bujuk rayumu, dan kami akan tetap berdiri di tempat ini sampai datang kepada kami Tuhan kami yang sebenarnya.’ Kemudian Allah datang kepada mereka dalam wujud yang mereka kenal, dan Allah berfirman kepada mereka, ‘Aku ini Tuhanmu yang sebenarnya.’ Pada saat mereka mendengarnya dan mereka merasa yakin bahwa itu Tuhannya, maka mereka berkata, ‘Engkaulah Tuhan kami yang sebenarnya.’ Setelah itu mereka mengikuti-Nya.
Kemudian Allah SWT. menciptakan sebuah titian yang membentang di atas api neraka, maka aku –Rasulullah SAW.—dan umatku menjadi umat yang pertama menyeberangi titian itu. Pada saat itu tidak ada seorang pun yang dapat berbicara selain para rasul, dimana ketika itu para rasul berdoa, ‘Ya Allah, selamatkanlah, ya Allah, selamatkanlah.’ Sementara di dalam neraka Jahanam terdapat besi-besi yang melengkung bagaikan lengkungan pancing, seperti duri pohon Sa’dan (nama pohon yang berduri). Kemudian Rasulullah bertanya kepada sahabat yang hadir, ‘Apakah kalian pernah melihat duri pohon Sa’dan?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’
Mendengar hal itu, Rasulullah SAW. bersabda, ‘Seperti itulah besi-besi yang melengkung itu, hanya saja besarnya tidak terkirakan, dan hanya Allah yang mengetahui ukurannya. Besi-besi inilah yang kelak akan mengait orang-orang yang sedang meniti titian itu sesuai dengan kadar dosa masing-masing. Dimana orang yang teguh dengan amalnya akan selamat dari kaitannya, sementara orang yang berdosa akan terkait (tersangkut), tetapi akhirnya dilepaskan.
Setelah Allah selesai mengadili hamba-hamba-Nya, dan Dia berkehendak mengeluarkan penghuni neraka dengan rahmat-Nya, maka Allah memberikan perintah kepada para Malaikat-Nya untuk mengeluarkan mereka yang patut mendapat rahmat-Nya, yaitu orang yang tidak pernah menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun selama hidup di dunia. Di antara orang yang patut mendapatkan rahmat-Nya adalah orang yang mengatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah. Kemudian para malaikat yang mendapat perintah itu segera mengenali mereka, dan mereka mengenalinya melalui tanda bekas sujud yang ada pada kening mereka karena hanya bekas sujudlah bagian tubuh manusia yang tidak akan hangus dibakar api neraka, dimana Allah telah mengharamkan api neraka untuk membakarnya dan menghanguskannya.
Kemudian para Malaikat segera mengeluarkan mereka dalam keadaan yang sudah pada hangus, lalu disiramkan ke tubuh mereka air kehidupan (air pemulihan). Akibat siraman air kehidupan itulah, akhirnya mereka tumbuh dan pulih kembali seperti sediakala bagaikan tumbuhnya biji-bijian setelah terjadi banjir besar (dimana mereka tumbuh dalam keadaan masih muda dan besar).
Setelah Allah selesai mengadili dan memvonis di antara hamba-hamba-Nya, tiba-tiba terlihat seseorang (yang masih tertinggal) yang sedang mengarahkan pandangannya ke arah neraka, dan dialah orang yang paling terakhir masuk surga. Kemudian kepada Allah, dia memohon, ‘Wahai Tuhanku, palingkan mukaku dari neraka karena baunya telah meracuniku, dan kobaran apinya telah membakarku.’ Permohonan itu diulanginya berulang kali, dan akhirnya Allah berfirman kepadanya, ‘Seandainya Aku mengabulkan permintaanmu ini, apakah kiranya kamu tidak akan mengajukan permohonan yang lain ?’ Maka orang itu menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian dia berjanji dengan sungguh-sungguh kepada Allah bahwa dia tidak akan mengajukan permohonan apapun lagi.
Akhirnya permohonan itu dikabulkan Allah, dimana Allah memalingkan muka orang itu dari neraka. Akan tetapi ketika dia dihadapkan ke arah surga dan dia menyaksikan kemegahan yang ada di baliknya, maka dia terdiam dalam beberapa saat, lalu dia memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, sampaikanlah aku ke dalam pintu surga.’ Mendengar hal itu, Allah berfirman kepadanya, ‘Bukankah kamu telah berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa kamu tidak akan memohon lagi kepada-Ku selain permohonanmu yang telah Aku kabulkan tadi ? Celakalah kamu, wahai anak Adam, kamu telah memungkiri janjimu sendiri, dan Aku tidak akan mengabulkan permohonanmu ini.’ Akan tetapi dia tetap memohon kepada Allah untuk dikabulkan permohonannya, sehingga Allah berfirman kepadanya, ‘Seandainya permohonanmu ini Aku kabulkan, apakah kamu tidak akan memohon yang lainnya lagi kepada-Ku ?’ Orang itu menjawab, ‘Demi kemuliaan-Mu, sungguh aku tidak akan mengajukan permohonan lagi.’
Kemudian Allah mengabulkan permohonannya itu. Allah membawanya ke depan pintu surga. Setibanya dia di depan pintu surga, Allah membuka pintu surga itu lebar-lebar sehingga orang itu melihat keindahan dan kebahagiaan yang ada di dalamnya. Menyaksikan itu, orang itu terdiam beberapa saat, lalu memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, masukanlah aku ke dalam surga.’ Mendengar itu, Allah berfirman kepadanya, ‘Bukankah kamu telah berjanji bahwa kamu tidak akan mengajukan permohonan lagi kepada-Ku setelah permohonanmu yang tadi Aku kabulkan ? Celaka kamu, wahai anak Adam, kamu telah memungkiri janjimu sendiri, dan Aku tidak akan mengabulkan permintaanmu itu.’
Akan tetapi orang itu terus menerus memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, janganlah kiranya hamba-Mu ini menjadi orang yang paling celaka.’ Kemudian ia mengulang-ulang permohonannya, sehingga hal itu menyebabkan Allah tertawa. Allah berfirman kepadanya, ‘Masuklah kamu ke dalam surga.’ Pada saat orang itu masuk ke dalam surga, Allah berfirman kepadanya, ‘Sekarang angankanlah segala keinganmu.’ Kemudian orang itu memohon kepada Allah dengan mengajukan berbagai macam keinginannya dan mencita-citakan berbagai macam kenikmatan, sampai Allah mengingatkannya kepada berbagai kenikmatan yang tidak diketahuinya. Lalu Allah berfirman kepadanya, ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditambah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.”
Atha’ bin Yazid berkata, “Ketika Abu Sa’id Al-Kudri mendengarkan Abu Hurairah menuturkan hadits itu, tidak ada bagian dari hadits itu yang dipertanyakannya, selain firman Allah terhadap orang tadi: ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditambah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.
Abu Sa’id Al-Kudri berkata, ‘Wahai Abu Hurairah, apakah kenikmatan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat?’ Abu Hurairah menjawab, ‘Aku tidak mengetahuinya selain aku mendengarnya seperti itu dari Rasulullah SAW., dimana beliau bersabda, ‘ kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditambah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.’ Kemudian Abu Sa’id Al-Kudri berkata, “Aku bersumpah bahwa aku telah mendengar dari Rasulullah SAW. dimana beliau bersabda, ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan kenikmatan ini akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.’” (Hadits shahih, Shahih Muslim nomor 182; Shahih Bukhari nomor 7437)

Ya Allah aku memohon kepada-Mu Ilmu yang bermanfaat, yang mendekatkan diri kami kepadaMu dan kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, ilmu yang menjauhkan kami dari-Mu. Amiin.

Mudah-mudahan bermanfaat, Amiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka waatuubu ilaika.

Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/orang-yang-terakhir-keluar-dari-neraka/
Powered by Blogger